Comscore Tracker

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organisme

Banyak orang yang masih salah dalam memahaminya

Di dunia ini, terdapat miliaran organisme dengan berbagai macam ciri dan karakteristik. Meskipun jumlahnya sangat banyak, ilmuwan dan ahli biologi masih dapat cukup mudah dalam mengenali mereka. Ada sebuah metode sains yang digunakan sebagai cara untuk mengenal mereka secara detail.

Metode sains tersebut adalah klasifikasi spesies sesuai dengan berbagai macam ciri dan karakter yang melekat pada sebuah populasi organisme yang bersangkutan. Nah, kalau kamu masih penasaran akan hal ini, sama-sama belajar biologi mengenai klasifikasi makhluk hidup, yuk!

1. Sejarah klasifikasi organisme biologis

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organismemrsmorrittscience.weebly.com

Dalam dunia sains, terutama biologi dan biomolekuler, klasifikasi mendetail mengenai organisme hidup sangat penting dan dibutuhkan untuk mengelompokkan atau memisahkan tiap-tiap kelas dari banyak populasi mereka di ekosistem. Dilansir Biology Discussion, klasifikasi terhadap organisme sudah ada sejak 470—380 Sebelum Masehi.

Democritus adalah seorang filsuf dan ilmuwan Yunani kuno yang sudah dapat membagi dan memisahkan organisme hidup dalam klasifikasi sederhana. Skema klasifikasi yang dilakukan oleh Democritus juga diikuti oleh Aristoteles pada 384—322 Sebelum Masehi atau sekitar 2.300 tahun lalu.

Dalam era Sebelum Masehi, organisme dibedakan menjadi dua kelas utama, yakni Anaima dan Enaima. Kelas Anaima merupakan kelas invertebrata yang memiliki ciri-ciri tidak memiliki darah merah. Sedangkan, Enaima merupakan kelompok vertebrata yang memiliki darah merah. Sekilas pembagian ini memang sangat sederhana, namun telah menjadi landasan kuat bagi pedoman sains selanjutnya.

Kemudian, pada abad pertengahan, beberapa ilmuwan, seperti Gesner, Belone, Aldovandus, dan John Ray, mengembangkan klasifikasi organisme lebih spesifik dan cukup berbeda dengan klasifikasi yang dilakukan oleh Democritus dan Aristoteles. Pada 1693, klasifikasi hewan ditambahkan kelas Kuadripedal (hewan berjalan dengan 4 kaki) dan Reptil.

Baru pada 1700-an, seorang ilmuwan biologi bernama Carl Linnaeus memperkenalkan sistem klasifikasi biologis organisme yang cukup kompleks. Linnaeus membagi organisme di dunia menjadi beberapa kelas utama, yakni Mamalia (menyusui), Aves (burung), Amfibi (hewan darat dan air), Pisces (ikan), Insecta (serangga), dan Vermis (kelompok cacing).

Jean Baptiste Lamarck menambahkan beberapa kelompok dalam klasifikasi biologi pada 1800-an. Di mulai dari era Lamarck inilah, organisme diklasifikasikan secara mendetail berdasarkan ciri pada tiap-tiap subspesiesnya. Bahkan, kelas hewan juga dibagi lagi berdasarkan taksonomi mereka yang saling berbeda satu sama lain.

Kini, ilmu biologi modern sudah memiliki sistem klasifikasi modern yang masih terus berkembang sesuai dengan kemunculan spesies-spesies baru di alam. Klasifikasi organisme terbukti dapat membantu kalangan ilmuwan untuk mempermudah studi dan penelitian mereka.

2. Evolusi berpengaruh penting bagi klasifikasi makhluk hidup

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organismegeorgiatoday.ge

Proses evolusi alami yang terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama merupakan kunci dari terbentuknya keragaman kehidupan kompleks di dunia ini. Dalam evolusi, organisme dapat melakukan adaptasi ketat yang berujung pada perubahan frekuensi alel (perubahan pada tingkat DNA dan genetik) sehingga organisme tersebut dapat survive di alam liar.

Proses perubahan pada evolusi tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa membutuhkan waktu jutaan, hingga miliaran tahun. Evolusi dan keragaman spesies merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dan bahkan bersifat berhubungan antara satu dengan lainnya.

Sebuah studi ilmiah berjudul Opportunities in Biology yang diterbitkan dalam laman NCBI menyatakan bahwa lingkungan dalam suatu ekosistem dapat menjadi salah satu media atau wadah yang menunjang terjadinya perubahan-perubahan pada organisme secara turun temurun. Perubahan tersebut bisa terjadi pada perubahan fisiologis yang akhirnya membentuk spesies baru.

Bahkan, perubahan frekuensi alel dalam evolusi bisa bersifat ekstrem. Beberapa bukti terhadap kasus ini bisa diamati pada kekebalan hama terhadap obat antihama. Dalam hal ini, serangga A bisa menghasilkan keturunan yang berbeda secara minor, yakni serangga A1 dan A2. Faktanya, bisa saja serangga A1 tidak kebal terhadap pestisida, sedangkan serangga A2 dapat kebal terhadap obat antihama tersebut.

Jika hal kecil ini terjadi secara konstan hingga ribuan atau jutaan tahun ke masa depan, keturunan dari serangga-serangga tersebut akan sangat berbeda dengan nenek moyangnya. Mereka akan diklasifikasikan sebagai subspesies yang berbeda dan inilah mengapa biomolekuler selalu berpegang pada konsep evolusi dalam mengelompokkan makhluk hidup.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Biologi Ini Tampak Sederhana, namun Jawabannya Rumit!

3. Ada 7 hingga 8 level berbeda yang digunakan ilmuwan sebagai dasar klasifikasi organisme

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organismebioweb.uwlax.edu

Dalam cabang ilmu biologi, pengelompokan semua organisme biologis di Bumi dapat dipelajari dalam bidang keilmuan taksonomi. Ilmu taksonomi dapat memudahkan ahli biologi atau akademisi dalam melihat dan mempelajari organisme yang sedang dijadikan bahan penelitian.

Dicatat dalam Basic Biology, secara sederhana taksonomi bisa kamu pahami melalui gambar di atas. Biasanya, taksonomi terdiri dari delapan level sebagai berikut.

  1. Domain merupakan level paling atas dan hanya membagi organisme pada tiga jenis, yakni bakteri, eukariota, dan arkea (archaea).
  2. Kingdom atau kerajaan, yakni level paling umum dalam taksonomi. Karena bersifat umum, kingdom hanya berisi beberapa jenis. Teori terbaru menyatakan ada enam jenis organisme dalam level ini, yakni Animalia, Plantae, Fungi, Prostista, Archaea, dan Bacteria.
  3. Phylum atau filum merupakan level perbandingan yang lebih detail dibandingkan dengan kingdom atau kerajaan.
  4. Kelas merupakan level yang mengelompokkan semua organisme yang berada dalam filum berdasarkan sifat dan karakternya.
  5. Order atau Ordo atau bangsa, yakni pengelompokan organisme yang lebih kompleks dari level kelas.
  6. Famili atau keluarga merupakan level takson yang mengelompokkan organisme sebagai penengah antara ordo dan genus.
  7. Genus atau marga adalah bentuk pengelompokan organisme berdasarkan sistem kekerabatan terdekat.
  8. Spesies, yakni sistem taksonomi terakhir yang bersifat individual dalam suatu populasi di alam.

Ada beberapa ilmuwan yang langsung menggunakan klasifikasi yang dimulai dari kingdom atau kerajaan. Beberapa kalangan menganggap bahwa level domain tidak perlu dicantumkan karena sifatnya terlalu umum dan hanya memiliki tiga jenis yang sebetulnya bisa dimasukkan dalam level kingdom atau kerajaan.

Sebagai contoh, jika kita ingin mengetahui taksonomi manusia, dalam sains, manusia memiliki klasifikasi sebagai berikut.

  • Domain: Eukariota
  • Kingdom atau kerajaan: Animalia
  • Phylum: Cordata
  • Kelas: Mamalia
  • Ordo: Primata
  • Famili: Hominid
  • Genus: Homo
  • Spesies: Homo sapiens

Jadi, dengan klasifikasi dan pengelompokan seperti di atas, organisme biologis dapat dijelaskan secara perinci dan detail. Hal ini akan mengungkap garis keturunan dan nenek moyang mereka serta memudahkan kalangan akademisi dalam mempelajari taksonomi organisme di Bumi.

4. Pentingnya taksonomi dalam biologi dan hubungannya dengan DNA

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organismeeco-globe.com

California Academy of Sciences dalam lamannya mencatat bahwa taksonomi bukan hanya sekadar klasifikasi biasa. Dalam biologi, klasifikasi dan taksonomi dapat menjadi informasi detail dari setiap individu organisme di alam.

Mungkin nama-nama ilmiah atau bahasa Latin yang dilibatkan dalam penamaan organisme biologis akan terdengar sulit untuk dihafal dan dipahami oleh banyak orang. Namun, bagi kalangan ilmuwan dan akademisi, sistem penamaan dengan bahasa ilmiah akan memudahkan mereka dalam melakukan studi dan penelitian.

Nah, salah satu unsur yang dikaitkan dengan taksonomi adalah DNA, yakni unsur kecil yang selalu ada dalam setiap individu organisme. Dalam biomolekuler, DNA berperan penting dalam mengelompokkan organisme menjadi lebih konkret dan detail. Dalam sains, DNA juga dianggap sebagai untaian informasi yang menyimpan banyak hal untuk diteliti.

Laman sains Nature menjelaskan bahwa DNA dapat berperan penting dalam pengelompokan dan taksonomi makhluk hidup. Meskipun pada banyak kasus, DNA bukan menjadi satu-satunya jalan untuk menjelaskan perbedaan taksonomi pada organisme. Ada banyak kesamaan DNA antara organisme satu dan lainnya, namun faktanya mereka dapat berbeda kelas dan karakter.

5. Masih banyak organisme yang belum diklasifikasikan secara ilmiah

Yuk, Belajar Biologi! 5 Sejarah Sains tentang Klasifikasi Organismeseedquest.com

Tidak diketahui berapa jumlah pasti organisme hidup di dunia ini, bisa miliaran dan mungkin triliunan organisme. Dari sekian banyak organisme yang ada, hanya sebagian saja yang sudah diklasifikasikan oleh sains. National Geographic menulis bahwa ilmuwan dan kalangan akademisi memperkirakan ada sekitar 8,7 juta jenis spesies di Bumi ini.

Namun, beberapa ilmuwan tidak sependapat dan menyatakan bahwa sekitar 86 persen spesies yang ada di Bumi ini masih belum diketahui. Jika anggapan ini benar, bisa saja ada puluhan hingga ratusan juta spesies di Bumi yang belum diidentifikasi secara detail dan lengkap.

Hal tersebut dinilai wajar. Pasalnya, hanya sedikit bagian Bumi yang sudah dijelajahi oleh manusia. Menurut laman Oceana, lebih dari 80 persen lautan di Bumi belum dijelajahi oleh manusia. Belum lagi kawasan di lapisan bawah permukaan Bumi yang sebagian besar juga belum diketahui oleh manusia.

Di masa yang akan datang, diperkirakan ada banyak klasifikasi spesies organisme baru. Mungkin jumlahnya akan berkali-kali lipat dibandingkan klasifikasi pada saat ini. Jumlah tersebut juga akan bertambah seiring ditemukannya fosil-fosil organisme purba di bawah permukaan Bumi.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai klasifikasi organisme di dunia. Nah, bagaimana? Semoga kamu dapat memahami mengenai klasifikasi organisme dalam sains, ya!

Baca Juga: Yuk, Belajar Biologi! 5 Fakta Sains tentang Spesies Ekstremofil

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya