Comscore Tracker

5 Fakta Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Gereja Indah di Roma 

Basilika kuno yang masih memiliki struktur asli bangunannya

Basilika adalah sebutan untuk gereja utama yang diberikan status khusus oleh Sri Paus dan biasanya merupakan gereja dengan corak bangunan tertentu. Basilika tersebut juga memiliki nilai historis yang tinggi, karena berkaitan dengan sejarah gereja Katolik Roma.

Santa Maria Maggiore merupakan salah satu basilika kuno dan salah satu gereja Katolik Roma yang tertua di Roma dan Eropa. Dikenal dengan keindahan arsitektur dan seni di dalam interiornya, Basilika Santa Maria Maggiore merupakan sebuah warisan yang tak ternilai harganya.

Basilika ini juga mewakili peran gereja sebagai tempat lahirnya peradaban seni bercorak spiritual Kristen di Roma. Ingin tahu lebih lanjut tentang Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore? Berikut 5 faktanya.

1. Dibangun pada abad ke-5 Masehi

5 Fakta Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Gereja Indah di Roma Basilika Santa Maria Maggiore dari belakang (famouswonders.com)

Dalam buku sejarah kota Roma yang berjudul Rome Down Through The Centuries, dituliskan terdapat sebuah legenda yang mengisahkan awal mula basilika ini dibangun.

Tradisi mengisahkan, bahwa dalam mimpinya pada suatu malam di bulan Agustus 352, Paus Liberius dan seorang bangsawan Romawi secara bersamaan melihat Bunda Maria yang memintanya untuk membangun sebuah gereja di tempat yang tertutupi salju. Pada keesokan paginya, Paus Liberius melihat puncak bukit Esquiline tertutup salju dan ia mulai merencanakan membangun gereja di tempat tersebut.

Di samping legenda tersebut, literatur sejarah mencatat bahwa Basilika Santa Maria Maggiore mulai dibangun pada masa kepausan Sixtus III. Basilika tersebut dibagun pada masa kepausan Sixtus III yang berlangsung selama 8 tahun, sejak tahun 432 Masehi hingga 440 Masehi.

Basilika Santa Maria Maggiore adalah gereja terbesar di Roma yang didedikasikan secara khusus untuk menghormati Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus, seorang tokoh wanita yang memiliki posisi penting dalam sejarah Kekristenan dan ajaran iman gereja Katolik Roma.

2. Basilika yang masih mempertahankan inti struktur asli bangunan

5 Fakta Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Gereja Indah di Roma interior Basilika Santa Maria Maggiore (greenlinetours.com)

Dilansir vatican, diantara basilika-basilika yang terdapat di kota Roma, Basilika Santa Maria Maggiore adalah satu-satunya basilika yang masih mempertahankan inti struktur asli bangunan dari masa Kekristenan awal di Roma. Meskipun telah berkali-kali dipugar dan direstorasi seiring dengan perjalanan waktu.

Salah satu pemugarannya yang terkenal dilakukan pada abad ke-18. Saat itu pengerjaan fasad dan sejumlah interior gereja melibatkan banyak seniman dan pemahat terkenal dari abad ke-18. Proyek tersebut dilakukan tahun 1741 dan selesai pada tahun 1750.   

Banyak mosaik-mosaik di basilika yang merupakan bagian dari bangunannya yang asli. Pilar-pilar penyangga besar juga berasal dari masa yang lebih lama dan ada kemungkinan berasal dari bangunan Romawi kuno di masa lalu.

Desain ciri khas gereja masa Kekristenan awal masih tampak pada interior basilika ini, salah satunya tampak pada desain bagian tengah ruangan yang dipisahkan dari ruangan-ruangan di sebelahnya dengan kolom-kolom pilar yang megah. Di dalam basilika ini juga terdapat sejumlah relikui suci dari masa awal Kekristenan.

Baca Juga: 5 Fakta Basilika Santo Yohanes Lateran, Katedral Bersejarah di Roma

3. Menara loncengnya merupakan yang tertinggi di Roma

5 Fakta Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Gereja Indah di Roma menara lonceng Basilika Santa Maria Maggiore (italynow.com)

Salah satu ciri khas dari bangunan Basilika Santa Maria Maggiore adalah menara loncengnya yang terlihat menjulang tinggi. Dilansir vatican, Basilika Santa Maria Maggiore memiliki menara lonceng yang berasal dari abad ke-14.

Menara lonceng bergaya arsitektur romanesque tersebut dibangun oleh Paus Gregorius XI. Menara tersebut menjulang setinggi 75 meter dan menjadi menara lonceng tertinggi yang ada di kota Roma. Menara berisi 5 lonceng ini berdentang setiap malam pukul 9 dengan suaranya yang khas untuk memanggil umat untuk berdoa.

4. Dihiasi karya seni yang indah

5 Fakta Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, Gereja Indah di Roma potret Kapel Paolina atau Kapel Borghese yang artistik di dalam Basilika Santa Maria Maggiore (churches-of-rome.info)

Berdiri melintasi abad dalam perjalanan waktu yang panjang, Basilika Santa Maria Maggiore juga dihiasi oleh karya seni indah. Beberapa di antaranya adalah seni pahat, seni lukis, dan seni dekorasi yang tak ternilai harganya karya sejumlah seniman ternama pada masanya.

Selain itu, Basilika Santa Maria Maggiore juga kaya akan berbagai macam gaya arsitektur, dari masa awal Kekristenan, masa Renaisans, hingga masa Baroque.

Ornamen langit-langitnya yang berasal dari abad ke-16 dan berwarna keemasan didesain oleh seniman Giuliano Sangallo yang menurut cerita tradisi dilapisi dengan emas pertama yang dibawa oleh para penjelajah lautan dari "dunia baru".

Terdapat pula dekorasi lantai yang didesain oleh seniman anggota keluarga Cosmati pada abad ke-13, dengan aliran cosmatesque yang dikenal sebagai masterpiece sejati dari seni abad pertengahan. Mosaik-mosaik bergaya byzantium yang menceritakan isi Alkitab juga terdapat di gereja ini.

Di dalam Basilika Santa Maria Maggiore, terdapat dua kapelnya yang terkenal, yaitu Kapel Sistina (yang berbeda dengan Kapel Sistina yang berada dalam kompleks Istana Apostolik) dan Kapel Paolina atau Kapel Borghese yang artistik dengan pahatan dan lukisan fresco.

Di dalam Kapel Paolina terdapat sebuah lukisan di belakang altar yang menggambarkan Bunda Maria yang sedang menggendong Yesus. Lukisan dalam gaya byzantium tersebut dikenal dengan nama Salus Populi Romani atau Santa Maria pelindung orang-orang Romawi.

5. Terdapat situs arkeologi di bagian bawah tanah basilika

https://www.youtube.com/embed/nz8pI0p7CqY

Salah satu keunikan dari Basilika Santa Maria Maggiore adalah keberadaan situs arkeologi di bagian bawah tanahnya. Situs arkeologi yang membingkai rekaman sejarah sebelum masa Kekristenan awal di kota Roma itu tetap terjaga selama berabad-abad, meskipun konstruksi bangunan Basilika Santa Maria Maggiore dibangun di atasnya.

Rekaman sejarah yang bisa menceritakan banyak hal tersebut tersimpan sangat baik di dalam ruang-ruang bawah tanah Basilika. Tentu, peninggalan-peninggalan tadi punya nilai historis tersendiri.

Roma sebagai kota yang sarat akan sejarah Kekristenan memiliki banyak gereja-gereja yang menyimpan nilai historis yang tinggi. Nilai tersebut juga seringkali ditampilkan bersama mahakarya seni yang mampu membangkitkan aura spiritual mendalam dan bisa dirasakan oleh para peziarah. Apakah kamu tertarik untuk berwisata rohani sekaligus mengunjungi basilika bersejarah nan indah ini? 

Baca Juga: 5 Skatepark Unik di Dunia, Ada yang di Dalam Gereja!  

Dodi Wijoseno Photo Verified Writer Dodi Wijoseno

Penyuka Sejarah, mountain hiking dan olah raga

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya