Comscore Tracker

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai Sekarang

Jadi atraksi turis populer di Afrika

Banyak yang percaya bahwa kehidupan manusia bermula dari Afrika jutaan tahun yang lalu. Banyak suku asli Afrika adalah keturunan langsung dari beberapa kelompok Homo sapiens dan memiliki penanda DNA yang unik. Hebatnya, banyak suku tertua di Afrika ini masih ada.

Suku-suku tertua ini memiliki bahasa yang unik dan tidak terkait dengan suku lain yang ada saat ini, yang membuktikan usia mereka yang sudah kuno. Selain itu, suku-suku ini mampu mempertahankan tradisi budaya mereka selama ribuan tahun meskipun ada penjajahan Eropa di daerah terdekat.

Mau tahu apa saja suku-suku tertua di Afrika yang masih ada sampai sekarang? Cari tahu jawabannya di pembahasan berikut.

1. Maasai

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Maasai (commons.wikimedia.org)

Maasai merupakan salah satu suku Afrika yang bukan hanya terkenal di Afrika, tapi juga secara internasional. Pasalnya, suku ini tinggal di dekat banyak taman nasional dan cagar alam paling populer di Afrika. Maasai juga terkenal karena pakaiannya yang mencolok dan adat istiadatnya yang unik. Karenanya, mengunjungi suku Maasai adalah salah satu atraksi turis populer di Kenya.

Dikutip dari laman Kenya Advisor, menurut cerita yang tersebar dari mulut ke mulut, suku Maasai berasal dari utara Danau Turkana di Lembah Nil. Orang-orang ini mulai bermigrasi ke selatan pada abad ke-15, tetapi diyakini telah ada selama lebih dari 3.000 tahun.

2. Berber

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Berber (allthatsinteresting.com)

Suku Berber atau yang juga disebut Amazigh, adalah penduduk asli Afrika Utara. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa suku ini telah menghuni wilayah Maghreb di Afrika sejak awal sejarah yang tercatat di daerah tersebut. Juga, diyakini bahwa Berber modern merupakan keturunan penduduk pra-Arab di Afrika Utara.

Dilansir laman Thought Co, suku Berber sudah ada sejak lebih dari 10.000 tahun yang lalu selama era Neolitik. Berber juga secara teratur disebut dalam teks sejarah Yunani dan Romawi. Hari ini, Berber menjadi kelompok yang sangat beragam yang mencerminkan berbagai orang dan budaya yang menaklukkan tanah mereka.

3. San

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku San (commons.wikimedia.org)

Banyak ahli percaya bahwa suku San bukan hanya suku tertua di Afrika, tetapi juga ras paling kuno di dunia. Suku San memiliki DNA yang paling beragam dan berbeda dari kelompok asli Afrika lainnya yang menunjukkan bahwa San adalah keturunan langsung salah satu kelompok manusia leluhur asli. Saat ini, suku San sendiri telah berusia sekitar 140 ribu tahun.

Dilansir situs BBC, penelitian menunjukkan bahwa nenek moyang San mulai terisolasi dari kelompok awal lainnya sekitar 100.000 tahun yang lalu dan memasuki kembali kumpulan gen di lain waktu. Orang-orang ini juga berbicara dengan bahasa yang beragam.

Baca Juga: 5 Fakta Suku Inuit, Suku Asli Kutub Utara yang Suka Makan Beruang

4. Sandawe

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Sandawe (worldkings.org)

Suku Sandawe hidup di Tanzania Tengah, dekat suku Afrika tua lainnya. Pada tahun 2013, Sandawe terdiri dari 60 ribu orang dan berbicara bahasa mereka sendiri, yakni bahasa Sandawe.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Genome Biology and Evolution tahun 2018. Sandawe adalah keturunan dari beberapa manusia pertama dan memiliki nenek moyang yang sama dengan suku San, yang diyakini sebagai ras tertua di dunia. Sandawe sendiri dipercaya sudah ada sejak lebih dari 87.000 tahun yang lalu.

Penelitian genetik telah mengungkapkan bahwa Sandawe memiliki gen varian untuk melanin, yang mempengaruhi warna kulit. Sandawe adalah orang Afrika asli berkulit paling terang dan terlihat mirip dengan suku San.

5. Pigmi

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Pigmi (livescience.com)

Suku Pigmi Afrika dikenal di seluruh dunia karena perawakannya yang kecil. Pigmi dianggap sebagai keturunan dari beberapa kelompok manusia paling awal. Suku ini sendiri telah ada sejak lebih dari 100.000 tahun yang lalu. Beberapa suku Pigmi saat ini memiliki penanda DNA yang terkait erat dengan salah satu kelompok nenek moyang manusia tertua, menurut penjelasan laman The Conversation.

Orang Pigmi memiliki pola pertumbuhan yang berbeda dari manusia lain, yang membuat ukuran tubuh mereka lebih kecil. Saat lahir, orang Pigmi memiliki ukuran sama dengan bayi pada umumnya, tetapi tumbuh lebih lambat di masa kanak-kanak. Perawakan pendek orang Pigmi juga bersifat genetik dan bukan akibat dari lingkungan atau kekurangan gizi.

6. Hadza

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Hadza (morningchalkup.com)

Suku Hadza di Hadzabe diyakini merupakan salah satu suku tertua di dunia, yang telah berusia lebih dari 100.000 tahun. Dikutip dari situs National Geographic, Hadza merupakan pemburu-pengumpul sejati terakhir dan mempertahankan gaya hidup serta tradisi yang sama selama lebih dari 10.000 tahun. Suku ini tidak bercocok tanam atau memelihara ternak, dan hidup secara nomaden.

Hadza memiliki bahasanya sendiri yang tidak terkait dengan bahasa lain yang ada di Bumi, yang memberikan lebih banyak bukti usia tua suku tersebut. Suku Hadza masih tinggal di tanah leluhur mereka di Tanzania, dekat sebuah situs arkeologi tempat fosil tertua manusia purba ditemukan.

7. Nama

7 Suku Tertua di Afrika yang Masih Ada sampai SekarangSuku Nama (exploring-africa.com)

Nama adalah keturunan sejati terakhir Khoikhoi, yang terkait erat dengan San. Secara kolektif, Khoikhoi dan San disebut sebagai Khoisan dan sering disebut sebagai orang pertama atau tertua di dunia. Orang-orang Nama juga memiliki DNA beberapa kelompok manusia tertua, menurut laman The Conversation.

Saat ini, hanya tersisa sedikit sekali orang Nama murni karena perkawinan campur dengan suku lain dan wabah cacar di abad ke-18. Orang-orang Nama hidup sebagai peternak sapi sejak ribuan tahun yang lalu. Saat ini, suku Nama telah berusia sekitar 140.000 tahun.

Adanya suku-suku tertua di Afrika ini bukan hanya penting bagi sejarah Afrika dan asal-usul manusia, tetapi juga menjadi daya tarik turis yang berkunjung ke Afrika. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi suku-suku ini dan melihat tradisi di sana suatu saat nanti?

Baca Juga: 6 Fakta Suku Ainu, Penduduk Asli Jepang yang Pandai Berburu

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya