Comscore Tracker

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-free

Yuk, beralih sekarang #IDNTimesScience

Kendati saat ini sudah banyak produsen yang menolak melakukan pengujian produknya terhadap hewan dan sudah mendapatkan label cruelty-free, tapi pengujian hewan masih menjadi masalah besar. Setiap tahun, jutaan hewan digunakan untuk pengujian di seluruh dunia.

Padahal, ada alternatif yang lebih baik untuk pengujian hewan. Saat ini, sudah ada banyak brand yang memilih untuk meninggalkan pengujian terhadap hewan dan tetap memiliki kualitas yang luar biasa. Sebagai konsumen, kamu dapat mendukung untuk menghentikan kekejaman terhadap hewan dengan beralih ke produk dengan label cruelty-free.

Inilah beberapa alasan penting mengapa kita semua harus memilih produk berlabel cruelty-free.

1. Lebih aman untuk manusia dan Bumi

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-freeilustrasi perempuan menggunakan skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dijelaskan dalam laman Biofriendly Planet, bahan kimia yang digunakan dalam produk yang diuji coba pada hewan biasanya berbahaya, bukan hanya bagi kulit, tetapi juga bagi planet. Selain itu, bahan kimia ini belum tentu cocok digunakan untuk wajah dan kulit. Sebaliknya, produk yang tidak melakukan pengujian terhadap hewan menggunakan bahan alami yang merupakan pilihan yang lebih baik bagi manusia dan planet ini.

Produsen yang berkomitmen untuk membuat produk cruelty-free menggunakan bahan yang alami dan lebih berkelanjutan. Karena menggunakan bahan yang alami dan tidak berbahaya, sudah pasti ini bukan hanya aman bagi manusia, tapi juga untuk kesehatan Bumi.

2. Menghentikan penyiksaan terhadap hewan

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-freeilustrasi kelinci (pexels.com/Petar Starčević)

Pengujian produk terhadap hewan adalah masalah di seluruh dunia dan produk cruelty-free hadir untuk menghentikan masalah yang menyedihkan ini. Produsen biasanya melakukan pengujian terhadap hewan, seperti tikus, anjing, kucing, dan kelinci yang melibatkan penggunaan bahan kimia keras pada kulit dan mata. Tentu saja, ini menyebabkan kerusakan tubuh dan rasa sakit fisik.

Menurut laman Elite Daily, produk cruelty-free dibuat tanpa melibatkan pengujian produk hewan apa pun. Perusahaan yang berkomitmen mengakhiri kekejaman terhadap hewan ini juga menggunakan ribuan bahan kimia dan bahan-bahan yang sudah pasti aman. Mereka berpegang teguh pada misi untuk membiarkan hewan tidak terluka dan hidup bebas di habitat alami mereka.

Baca Juga: Tetap Muda, 5 Hewan Ini Ternyata Tidak Bisa Bertambah Tua

3. Ada alternatif yang lebih baik untuk pengujian hewan

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-freeilustrasi penelitian di laboratorium (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Dilansir laman Cruelty-Free Kitty, beberapa perusahaan melakukan pengujian pada hewan dengan tujuan memastikan bahwa bahan dan produk cukup aman bagi manusia. Padahal, ada alternatif lain untuk mengetahui keamanan bahan tanpa perlu melakukan pengujian terhadap hewan. Misalnya, banyak perusahaan memilih untuk menggunakan pengujian in vitro, yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan pengujian pada hewan. Ada juga jaringan sel yang dikultur dan model komputer.

Alasan terbesar perusahaan melakukan pengujian terhadap hewan karena hewan ini berbiaya rendah meskipun di sisi lain ini sangatlah tidak etis. Namun, sains lebih menyukai alternatif pengujian yang lain karena lebih meyakinkan.

4. Mendukung merek etis

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-freeilustrasi skincare (pexels.com/Cup of couple)

Menurut data Mintel’s Global New Products Database, peluncuran kosmetik vegan dan cruelty-free menunjukkan peningkatan sebesar 175 persen dari Juli 2013 hingga Juni 2018. Artinya, konsumen, terutama gen Z dan milenial, sudah membuat upaya sadar untuk mendukung perusahaan meninggalkan kekejaman.

Banyak konsumen sangat menyadari pentingnya perubahan ini dan memilih untuk mendukung perusahaan yang memiliki label cruelty-free dengan alasan etis. Terlebih, saat ini, mudah untuk menemukan produk berkualitas tinggi dan bebas dari kekejaman.

5. Pengujian terhadap hewan meningkatkan produksi limbah

5 Alasan Penting Memilih Produk Berlabel Cruelty-freeilustrasi kelinci (pexels.com/Pixabay)

Menurut data dari Faunalytics, secara global, 126,9 juta hewan vertebrata dibiakkan, digunakan, dan dibuang di industri obat, medis, kimia, kosmetik, dan produk rumah tangga. Angka ini tentunya menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

Jutaan tubuh hewan, tempat tidur, kandang, jarum, dan alat suntik dibuang setiap tahun. Pembuangan limbah B3 secara rutin juga menghasilkan zat berbahaya dan polutan udara. Terlebih, bangkai dan jaringan hewan yang digunakan untuk pengujian ini sering kali mengandung bahan kimia beracun Selain itu, pencemaran tanah dan limpasan kotoran hewan dapat mengakibatkan pencemaran air tanah, memperburuk masalah obat-obatan dalam persediaan air umum, dan mencemari air minum umum.

Selain membahayakan hewan dan lingkungan, aktivitas pengujian terhadap hewan sebenarnya juga membahayakan petugas laboratorium itu sendiri. Karena tekanan penyaringan udara yang intens pada fasilitas penelitian hewan, reaksi alergi dan asma menjadi risiko kesehatan kerja utama bagi pekerja laboratorium. Antara 11 hingga 44 persen pekerja laboratorium di AS mengalami reaksi alergi terhadap hewan laboratorium dan antara 4 hingga 22 persen menderita asma akibat kerja. Paparan alergen hewan laboratorium dapat dihilangkan dengan mengurangi penelitian dan pengujian hewan dengan alternatif in vitro.

Sekarang kita tahu bahwa pengujian terhadap hewan sebenarnya tidak diperlukan karena ada banyak alternatif lain untuk memberikan produk yang aman bagi konsumen dan lingkungan. Pada akhirnya, pilihan ada di tanganmu. Jika kamu ingin berpartisipasi menghentikan pengujian terhadap hewan, selalu pilih produk berlabel cruelty-free.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Kemampuan Renang Hewan, Siapa Hewan Tercepat? 

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya