Comscore Tracker

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburg

Kobaran api menghanguskan Hindenburg dalam sekejap

Kapal udara LZ 129 Hindenburg telah tiba di New Jersey setelah menempuh perjalanan jauh dari Jerman pada 6 Mei 1937. Ketika Hindenburg sedang melakukan prosedur untuk berlabuh, secara tiba-tiba api muncul dan membakar habis Hindenburg dalam sekejap. Para jurnalis yang sebelumnya berkumpul di lokasi untuk mengabadikan momen kapal udara atau zeppelin terbesar pada masa itu langsung dihadapkan pada pemandangan yang sangat mengerikan.

Bola api besar yang menyala di udara hingga para penumpang Hindenburg yang melompat panik seketika menjadi sorotan dunia saat itu juga dan mengubah persepsi publik tentang transportasi zeppelin. Penasaran dengan fakta di balik kecelakaan Hindenburg? Mari kita bahas dalam 8 fakta berikut.

1. Berangkat dari Frankfurt menuju New Jersey 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburghistory.navy.mil

Hindenburg mulai meninggalkan Frankfurt, Jerman pada 3 Mei 1937 untuk melakukan penerbangan komersial melintasi Atlantik menuju Pangkalan Udara Angkatan Laut Lakehurst di New Jersey, Amerika Serikat. Seperti ditulis dalam laman History, Hindenburg mengangkut 36 penumpang dan 61 kru dalam penerbangan ini.

Mengutip dari laman Britannica, sejak peluncurannya pada 1936 Hindenburg telah sukses mengangkut ribuan penumpang dengan 10 jadwal perjalanan dalam rute Jerman-Amerika Serikat melintasi Atlantik Utara. Keberhasilan perjalanan tanpa insiden ini membuat reputasi Hindenburg meningkat.

Moda transportasi zeppelin sedang berada dalam masa keemasan karena lebih cepat dari kapal laut dan juga menyediakan pemandangan dari langit yang indah. Kapal-kapal udara raksasa yang terbang di atas kota menjadi pemandangan yang lazim pada masa itu. Namun, semua ini akan berubah setelah Hindenburg mengalami kecelakaan.

2. Terbakar habis ketika mencoba mendarat dan menewaskan 36 orang 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburghistory.navy.mil

Meskipun mengalami keterlambatan karena cuaca buruk, Hindenburg akhirnya tiba di Lakehurst dan mulai melakukan prosedur untuk mendarat pada 6 Mei 1937. Kru Pangkalan Lakehurst langsung bergegas untuk memegang tali dari Hindenburg yang nantinya akan diikat di tiang pengikat. Jurnalis foto, televisi hingga radio yang sudah menunggu juga bergegas mengabadikan momen yang sudah ditunggu-tunggu ini.

Mengutip dari laman The Guardian, Hindenburg yang masih berada di ketinggian 200 kaki secara tiba-tiba mengeluarkan api dari bagian ekornya yang langsung membakar habis seluruh badan kapal hanya dalam 34 detik. Seluruh material panas Hindenburg yang telah terbakar mulai berjatuhan ke tanah, membahayakan kru pangkalan dan jurnalis yang berada di bawahnya.

Sebanyak 22 kru Hindenburg dan 13 penumpangnya tewas seketika dalam kejadian mengerikan ini. Sementara itu, 1 orang kru di darat yang sedang mempersiapkan pendaratan Hindenburg juga tewas karena tidak sempat menyelamatkan diri dari Hindenburg yang jatuh.

Presiden Amerika Serikat, Franklin Roosevelt dan Raja George dari Britania Raya mengirimkan pesan belasungkawa melalui telegram kepada Hitler atas kecelakaan yang dialami Hindenburg. Prancis juga menyampaikan simpatinya kepada Jerman.

Baca Juga: Kisah di Balik 9 Foto Pemenang Pulitzer Prize yang Paling Bersejarah

3. Penumpang yang panik melompat dari ketinggian 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburghistory.navy.mil

Hindenburg masih berada di ketinggian ketika api mulai membakar habis seluruh badan kapal sehingga penumpang beserta kru benar-benar terjebak. Satu-satunya jalan keluar mereka adalah jendela besar di kabin yang dapat dipecahkan dan melompat dari ketinggian.

Seperti ditulis dalam The Sydney Morning Herald, keluarga Doehner merupakan salah satu penumpang Hindenburg yang selamat. Hermann dan Matilde Doehner membawa serta anak mereka yang masih berusia belasan tahun yaitu Werner, Walter dan Irene dalam perjalanan ini.

Werner mengisahkan bahwa tiba-tiba Hindenburg tidak stabil dan mulai jatuh, api juga berkobar di ruang makan. Matilde kemudian mengeluarkan Walter dan Werner melalui jendela dari ketinggian 6 meter.

Werner ditangkap oleh Fritz Deeg, seorang awak Hindenburg yang langsung memadamkan api yang membakar rambut dan wajah Werner. Mereka kemudian menjauh dari lokasi.

Matilde masih berada di Hindenburg untuk mengeluarkan Irene yang tetap tidak ingin keluar tanpa ayahnya yang pada saat kejadian sedang berada di ruangan yang berbeda. Matilde terpaksa melompat tanpa Irene. Pinggul Matilde patah karena melompat dari ketinggian.

Tubuh Irene ditemukan setelah kejadian, terbakar cukup parah dan nyawanya tidak terselamatkan setelah seharian dirawat di rumah sakit. Sementara itu, tubuh Hermann yang dikenali dari cincin pernikahannya juga ditemukan sudah tidak bernyawa di balik reruntuhan Hindenburg.

4. Kecelakaan Hindenburg bukanlah yang paling mematikan 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburghistory.navy.mil

Kecelakaan Hindenburg memang mengerikan, tetapi bukanlah yang paling mematikan dalam sejarah kapal udara. Satu-satunya hal yang membuat kecelakaan Hindenburg sangat diingat banyak orang adalah banyaknya wartawan yang menyaksikan secara langsung kejadian tersebut. Mereka juga mengabarkan secara detail proses Hindenburg yang masih berupa balon besar di udara hingga akhirnya hanya menjadi rangka yang hangus di tanah.

Seperti ditulis dalam laman History, kecelakaan parah pernah dialami oleh R101 milik Britania Raya yang menewaskan 48 jiwa pada 1930. Berselang tiga tahun dari insiden R101, kecelakaan kapal udara terburuk dialami oleh USS Akron milik militer Amerika Serikat pada 4 April 1933.

Kecelakaan USS Akron menewaskan 73 orang, termasuk Laksamana Muda William A. Moffett yang sebelumnya meyakini bahwa USS Akron adalah kapal udara terbaik yang pernah dibuat. Hanya 3 orang yang selamat dari insiden di lepas pantai New Jersey ini. Tidak adanya jaket pelampung di USS Akron menyebabkan tingginya angka kematian krunya yang tenggelam atau kedinginan di Atlantik.

Meskipun kecelakaan Hindenburg bukanlah yang paling mematikan, insiden ini sukses menghancurkan peluang industri transportasi zeppelin Jerman yang pada saat itu sedang bangkit dan mencapai era kejayaannya.

5. Api dari percikan listrik hingga dugaan upaya sabotase 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburghistory.navy.mil

Perlu diketahui bahwa gas yang digunakan sebagai pengangkat Hindenburg adalah hidrogen, salah satu jenis gas yang sangat mudah terbakar. Satu percikan kecil saja bisa langsung membakar seluruh muatan hidrogen dalam sekejap. Berbagai dugaan menyeruak tentang bagaimana bisa muatan hidrogen Hindenburg bocor hingga akhirnya membakar habis seluruh kapal.

Seperti ditulis dalam laman The Guardian, terdapat dugaan adanya sabotase yang dilakukan seseorang terhadap Hindenburg yang merupakan kebanggaan Nazi Jerman. Dugaan tersebut berdasarkan laporan adanya ancaman bom yang dipasang di kapal udara milik Jerman yang akan melintasi Atlantik. Namun, dugaan sabotase ini tidak pernah didukung oleh bukti yang kuat, hanya sebatas ancaman dan rumor.

Hasil investigasi secara resmi menyatakan bahwa Hindenburg terbakar akibat percikan listrik statis yang menyulut gas hidrogen yang sudah bocor. Diduga gas hidrogen yang bocor berasal dari penyimpanan hidrogen yang robek, terletak di bagian belakang dekat ekor kapal.

Dugaan sumber kebocoran dari bagian ekor diperoleh karena api pertama kali terlihat dari bagian tersebut. Namun, penyebab robeknya penyimpanan hidrogen masih tidak diketahui. Kemungkinan terjadi robekan yang disengaja atau sobek akibat terhempas oleh angin yang begitu kuat. Cuaca buruk diketahui terjadi selama proses mendaratnya Hindenburg.

Kapal udara sendiri memang sangat rawan bila bertemu dengan cuaca buruk. Kecelakaan USS Akron dan R101 misalnya, memiliki kaitan erat dengan cuaca buruk yang menghantam mereka. Angin besar dapat menggoyahkan dan merusak komponen kapal udara. Sementara itu, petir yang menyambar dapat membakar rangka kapal beserta muatan gas.

6. Terpaksa menggunakan hidrogen akibat larangan ekspor Amerika Serikat 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut HindenburgEncyclopædia Britannica

Para perancang Hindenburg tentu sangat mengetahui tentang bahaya menggunakan gas hidrogen, terutama setelah kejadian kecelakaan R101 yang menggunakan hidrogen. Mereka telah merancang Hindenburg untuk menggunakan gas helium yang lebih aman dibanding hidrogen.

Seperti ditulis dalam laman Live Science, rancangan awal Hindenburg yang menggunakan helium harus diganti karena helium pada saat itu sangat mahal bagi perekonomian Jerman. Hanya Uni Soviet dan Amerika Serikat yang menguasai produksi gas helium di dunia.

Kesempatan Jerman mendapatkan helium semakin tertutup dengan diterapkannya larangan ekspor helium oleh Amerika Serikat. Mengutip dari laman History, Amerika Serikat takut jika helium digunakan oleh negara lain untuk keperluan militer.

Ketakutan ini berdasarkan pada pengalaman Perang Dunia I ketika kapal udara helium digunakan untuk melakukan serangan bom. Ditambah lagi fakta bahwa negara besar seperti Britania Raya dan Amerika Serikat sendiri sedang mengembangkan kapal udara sebagai kendaraan militer, sebagai kapal induk pengangkut pesawat misalnya.

Jerman yang tetap ingin melanjutkan proyek kapal udaranya terpaksa menggunakan hidrogen untuk Hindenburg. Hidrogen yang lebih murah dan lebih ringan dari helium memungkinkan Hindenburg untuk mengangkut lebih banyak beban.

7. Hindenburg dan propaganda Nazi 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut HindenburgEncyclopædia Britannica

Sebagai salah satu kapal udara terbesar pada masa itu, Hindenburg menjadi kebanggaan bagi Nazi. Simbol swastika di ekor Hindenburg memang sengaja dipasang sebagai lambang kejayaan Nazi yang pada saat itu sedang berkuasa di Jerman.

Hindenburg digunakan sebagai alat propaganda untuk membuat masyarakat takjub ketika melihat lambang Nazi raksasa terbang melintas berbagai kota besar di dunia. Seperti ditulis dalam laman History, Joseph Goebbels yang memimpin Kementerian Propaganda Nazi mengerahkan Hindenburg bersama Graf Zeppelin pada Maret 1936 untuk melakukan kampanye dukungan referendum Rheinland.

Lembaran propaganda Nazi disebarkan bersama dengan lagu-lagu patriotik yang diputar dari pengeras suara kapal udara selama 4 hari. Hindenburg juga terbang dalam pembukaan Olimpiade Musim Panas 1936 di Berlin.

Goebbels juga pernah mengusulkan untuk menamai Hindenburg dengan nama Hitler, tetapi rencana tersebut ditolak. Hitler sendiri senang karena namanya tidak jadi digunakan untuk sebuah kapal udara yang ternyata bernasib tragis.

8. Akhir dari transportasi kapal udara 

Mengerikan! 8 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Hindenburgairships.net

Kecelakaan Hindenburg sangat berdampak besar bagi transportasi kapal udara dan Jerman menjadi pihak yang paling terpukul akibat kejadian ini. Seperti ditulis dalam laman Live Science, orang-orang menjadi ketakutan untuk menaiki kapal udara hidrogen. Industri kapal udara Jerman seketika hancur di saat sebelumnya mereka berusaha keras untuk membangunnya.

Sementara itu, mengutip dari laman History, tetap ada masyarakat yang mendukung pengembangan kapal udara dan mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk membuka kembali ekspor helium ke Jerman yang sedang mengembangkan LZ 130 sebagai generasi penerus Hindenburg. Namun, aneksasi Jerman terhadap Austria pada 1938 membuat Amerika Serikat kembali enggan untuk memberikan helium mereka.

Satu hal yang pasti, kapal udara tanpa kecelakaan Hindenburg juga sudah dapat dipastikan akan kalah bersaing dengan industri pesawat terbang yang juga mulai berkembang pada saat itu. Pesawat terbang memiliki keunggulan dari sisi kecepatan, jumlah kru yang sedikit hingga daya angkut yang lebih besar.

Meskipun pesawat terbang tetap memiliki kemungkinan untuk mengalami kecelakaan, setidaknya mereka tidak berwujud balon besar berisi gas yang mudah terbakar. Pesawat terbang juga telah membuktikan reputasinya sebagai kekuatan militer yang paling efektif selama Perang Dunia II.       

Itulah 8 fakta tentang kecelakaan Hindenburg. Terkadang manusia memerlukan adanya insiden untuk dapat melihat alternatif lain guna mencapai kemajuan teknologi. Bagaimana menurut kalian?

Baca Juga: 6 Fakta Menarik dari Evaluasi Psikis Perwira Nazi di Nuremberg Trials

Farhan Alam Photo Verified Writer Farhan Alam

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya