Comscore Tracker

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berang

Biwara dan berang-berang tak berkerabat sama sekali

Sering dianggap sama, biwara (beaver) dan berang-berang (otter) merupakan dua hewan yang berbeda. Biwara merupakan hewan pengerat yang bisa berenang hingga 15 menit di dalam air. Hidung dan telinganya otomatis tertutup, sedangkan matanya yang transparan memudahkan perjalanan di kedalaman.

Ekor mereka yang berbentuk pipih juga memudahkan dalam menjelajahi danau, rawa atau sungai yang menjadi tempat tinggalnya. Bagian tubuh ini pun menjadi senjata. Mereka cukup mengibaskannya di air untuk menakut-nakuti predator yang mengganggu.

Banyak fakta unik biwara yang bisa membuat kamu semakin tahu dan bisa membedakannya dengan berang-berang. Berikut ini penjelasannya!

1. Ahli dalam membuat bendungan hingga menciptakan ekosistem

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berangilustrasi biwara (pixabay.com/miloszelezny)

Air adalah sumber utama bagi keberlangsungan hidup biwara. Mereka memanfaatkan danau, sungai, atau rawa untuk dijadikan tempat tinggal. Caranya, hewan ini akan membendung aliran air. Kemudian bagian bawahnya dijadikan pondok yang terbuat dari ranting pohon, rumput, batu, lumut dan lainnya lalu diplester dengan lumpur, ungkap laman Live Science.

Laman Mental floss mencatat bahwa pernah ada bendungan hasil kerja keras biwara yang diprediksi dibuat dari 1970-an dengan luas 850 meter. Bendungan tersebut berada di belantara hutan Alberta utara dan tahun 2007 berhasil tertangkap satelit.

Dengan keahliannya itu, biwara menjadi pemegang peran penting atas keberlangsungan sebuah ekosistem di alam liar. Ekosistem lahan basah yang diciptakannya menjadi hunian bagi ikan, mamalia lain, burung, amfibi, serangga, dan hewan lain.

2. Sering dikira sama dengan berang-berang

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berangilustrasi biwara (pixabay.com/oohajo)

Jika hanya sekilas melihat tampilan fisiknya, kamu akan menyebut bahwa biwara adalah berang-berang. Padahal, kedua hewan tersebut tak memiliki kekerabatan sama sekali. Berikut ini perbedaan biwara (beaver) dan berang-berang (otter) :

Biwara dengan nama ilmiah Castor :

  • Hewan pemakan tumbuhan (herbivor), biasanya memakan daun, tumbuhan air, akar, kulit kayu, dan ranting
  • Termasuk dalam ordo Rodentia dan berkerabat dengan tikus, tupai, landak, marmot, hamster, dan anjing padang rumput
  • Terdiri dari dua spesies, yakni biwara amerika-utara dan biwara eurasia
  • Memiliki ekor yang pipih dan bersisik serta kaki berselaput
  • Tidak terdapat di Indonesia

Berang-berang dengan nama ilmiah Lutrinae:

  • Hewan pemakan daging (karnivor)
  • Termasuk dalam ordo Carnivora yang meliputi kurang lebih 260 jenis mamalia berplasenta, seperti anjing, kucing, dan rubah
  • Terdiri dari 13 spesies yang tersebar di seluruh dunia, kecuali Australia dan Antarktika. Berang-berang menjadi bagian dari keluarga Mustelidae dan berkerabat dengan cerpelai, badger, mustela, ferret, mink hingga wolverine
  • Memiliki ekor dan tubuh lebih panjang, berkumis dan berjari
  • Terdapat empat spesies yang ada di Indonesia, yakni berang-berang utara (Lutra lutra), berang-berang bulu licin (Lutrogale perspicillata), berang-berang cakar kecil (Aonyx cinerea) dan berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana)

Baca Juga: 6 Hewan Berkantung Pipi, Gak Cuma Hamster!

3. Memiliki gigi yang terus tumbuh sepanjang hidupnya

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berangilustrasi biwara (pexels.com/Denitsa Kireva)

Sebagai hewan pengerat, gigi merupakan organ vital dalam keberlangsungan hidup biwara. Di samping akan terus tumbuh sepanjang mereka hidup, gigi seri yang nampak pada foto di atas ini sangat kuat karena mengandung zat besi. Bahkan dengan kekuatan gigi tersebut, biwara mampu merobohkan sebuah pohon setinggi 2,5 meter dalam waktu 5 menit saja, ungkap laman AZ Animal.

Mereka harus menggunakan giginya untuk mengunyah setiap saat, lho. Jika tidak, maka gigi akan terus tumbuh memanjang hingga tak terkendali.

4. Termasuk salah satu hewan yang setia

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berangilustrasi biwara (pixabay.com/Alexas_Fotos)

Fakta lain yang menarik untuk diketahui dari biwara adalah mereka hewan yang setia. Mereka hanya akan memiliki satu pasangan seumur hidup (monogami).

Pondok di dalam air biasanya dibuat oleh biwara jantan sebagai persiapan tempat tinggal bersama pasangan dan anak-anaknya kelak. Saat anak-anaknya sudah mencapai usia dewasa, mereka akan dengan telaten membantu kedua orangtuanya dalam memperbaiki bendungan, sarang, hingga ikut merawat adik-adiknya.

Biasanya, anak biwara jantan akan meninggalkan pondok yang dibangun oleh ayahnya saat memasuki usia 2 tahun. Kemudian, mereka akan membuat pondok sendiri untuk keluarga kecilnya nanti saat memasuki usia 3 tahun.

5. Pernah dinyatakan hampir punah

Biwara, Arsitek Bendungan yang Sering Dikira Berang-Berangilustrasi biwara (pixabay.com/hansbenn)

Biwara pernah diburu hingga keberadaannya hampir dinyatakan punah karena kulit, castor, dan daging mereka yang dihargai cukup tinggi. Castor biwara menjadi salah satu bahan dalam pembuatan obat-obatan, bahan makanan hingga parfum.

Karena menyadari akan kepunahan tersebut, paruh kedua abad ke-20, populasinya perlahan pulih karena sudah tidak lagi dijadikan bahan komoditi. Kini jumlah biwara pun dinyatakan aman dan terhindar dari ancaman kepunahan. 

Biwara memang sering disalahartikan sebagai berang-berang. Keberadaannya di alam liar semoga tetap terjaga agar ekosistem air yang lain tetap seimbang. Apa kamu menjadi salah seorang yang tertarik melihat bendungan hasil kerja keras biwara secara langsung?

Baca Juga: 8 Hewan Ini Suka Berpura-pura Menjadi Hewan Lain, Bisa Mirip Banget!

Ineu Nursetiawati Photo Verified Writer Ineu Nursetiawati

Menulis adalah bekerja untuk keabadian بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya