Comscore Tracker

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang Dikenal

Hampir satu benua merdeka dalam kurun waktu 20 tahun!

Ketika Spanyol dan Portugal telah nyaman menguasai seluruh Amerika Selatan selama beberapa abad, pastinya di suatu titik muncul rasa nasionalisme dan keinginan untuk merdeka dari segenap penduduk terjajah.

Hal ini tidak lagi hanya sebatas mimpi setelah terjadi operasi besar-besaran pembebasan Amerika Selatan yang berlangsung pada tahun 1808 dan berakhir pada 1826, tahun ketika hampir seluruh negara di sana telah mengumumkan kemerdekaannya. Para pejuang pembebasan tersebut dijuluki "Libertador", dan salah satunya yang paling tersohor adalah Simon Bolivar, yang memerdekakan setidaknya 6 negara Amerika Selatan.

Bolivar sebagai pemimpin militer Criollo (orang Spanyol kelahiran Amerika Selatan) tentu tidak sendirian dalam melawan kolonialisme. Terdapat cukup banyak pemimpin lain di berbagai kawasan di Amerika Selatan yang juga sukses menendang otoritas Spanyol atau Portugal keluar dari benua ini. Mau tahu siapa saja mereka? Berikut adalah profil singkat dan prestasi dari masing-masing tokoh!

1. José de San Martin

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang DikenalPatung San Martin (pixabay.com/niki1961)

José de San Martin adalah seorang Criollo yang lahir di Rio de la Plata (sekarang di Argentina) pada tahun 1778. Pada mulanya, ia adalah seorang tentara yang sangat loyal kepada Kerajaan Spanyol dan pernah beberapa kali ikut berperang membawa nama Raja Spanyol di Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Selatan. Di suatu titik, San Martin memutuskan untuk mundur dari militer Spanyol dan kembali ke tanah kelahirannya, yang pada akhirnya ikut serta dalam perang besar pembebasan Amerika Selatan dari Spanyol.

Pertama-tama, ia berjuang keras melawan Spanyol di Rio de la Plata (satu-satunya wilayah Argentina pada waktu awal kemerdekaan) yang berhasil dan memelopori kemerdekaan Argentina pada tahun 1816. San Martin juga berbelok ke kiri melewati Pegunungan Andes yang menantang untuk memerdekakan kembali Chile (1818) dan yang terakhir Peru (1821).

San Martin juga dinobatkan sebagai bapak bangsa di ketiga negara tersebut. Pada akhir hayatnya, pemerintahan negara-negara baru kacau balau oleh karena beberapa alasan, sehingga ia secara sukarela memilih mengasingkan diri di Prancis hingga sepeninggalannya pada tahun 1850.

2. Antonio José de Sucre

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang DikenalMarsekal Sucre (commons.wikimedia.org/Martín Tovar y Tovar)

Antonio José de Sucre lahir pada tahun 1795 di Cumana, Venezuela, dan menjadi salah satu teman seperjuangan Simon Bolivar yang terdekat. Pada usia 15 tahun, ia sudah ikut serta dalam perjuangan pengusiran Spanyol di Kolombia dan Venezuela bersama Bolivar. Sucre diangkat menjadi letnan dan kemudian jenderal yang ditugaskan membebaskan wilayah-wilayah lain di selatan Kolombia. 

Berhasil memerdekakan Ekuador pada tahun 1822, ia pergi lagi ke Peru untuk mengakhiri secara total sisa-sisa otoritas Spanyol (Peru sebelumnya telah diklaim merdeka pada 1821 oleh San Martin). Bolivar percaya bahwa Sucre sudah layak untuk memimpin negara di usia yang sangat muda terbukti dari diangkatnya Sucre menjadi presiden pertama di salah satu republik tetangga baru, Bolivia.

Sayangnya, banyak golongan yang tidak suka dengannya sehingga ia segera mundur dari pemerintahan. Sucre pada akhirnya tewas terbunuh pada tahun 1830 oleh seseorang yang diduga pesaingnya dan juga anti-Bolivar. 

3. Dom Pedro I

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang DikenalRaja Dom Pedro I (commons.wikimedia.org/Pinacoteca do Estado de São Paulo)

Sebagai tokoh "Libertador" dari keluarga kerajaan, Dom Pedro I dikenal sebagai pendiri Kekaisaran Brazil. Lahir pada tahun 1798 di Lisbon, ia dan keluarganya kabur ke koloni Portugal di Amerika Selatan (Brazil) ketika negara Portugal sempat dijajah oleh Napoleon Bonaparte. Setelah situasi di Portugal kembali kondusif, Pedro menetap di Brazil sedangkan ayahnya, Raja John VI, kembali ke Eropa.

Pada sekitar tahun 1820-an, terjadi pergolakan liberalisme dan revolusi di dalam badan pemerintahan Portugis di Amerika Selatan. Pedro berada di antara dua pilihan, yaitu tetap setia terhadap monarki Portugal atau membantu gerakan kemerdekaan lokal. Ia memutuskan untuk membelot dari kerajaan dan memerdekakan Brazil pada tahun 1822, dengan ia sebagai kaisar pertamanya.

Sebagai akibatnya, negara kelahirannya mencap Pedro I sebagai pengkhianat dan mati-matian menyusun berbagai rencana untuk menangkapnya, namun ia berhasil mengelak dan menumpas habis otoritas Portugal di Brazil.  

Baca Juga: Semakin Jarang Dibahas, Ini 5 Monarki Prakolonial di Amerika Selatan

4. Bernardo O'Higgins

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang DikenalBernardo O'Higgins (commons.wikimedia.org/José Gil de Castro)

Bernardo O'Higgins adalah salah satu pahlawan pertama kemerdekaan Chile yang bersekutu dekat dengan José de San Martin. Lahir pada tahun 1778 di Kota Chillán, Chile, O'Higgins adalah seorang berdarah campuran Spanyol dan Irlandia (O'Higgins adalah nama dinasti atau keluarga kerajaan di Irlandia pada masa lampau). Pada suatu waktu ketika sedang mengenyam pendidikan di Inggris, jiwa nasionalismenya membara bagi tanah kelahirannya dan O'Higgins bergabung dalam suatu organisasi rahasia yang berfokus dalam pembebasan Amerika Selatan.

Ia kembali ke Chile sebagai politisi dan pejabat militer di negara yang baru merdeka tersebut, namun tidak lama kemudian Spanyol kembali menjajah. Akhirnya, O'Higgins bersekutu dengan San Martin dari Argentina untuk mengusir Spanyol secara total dari Chile pada tahun 1817. Bernardo O'Higgins menjadi pemimpin pertama negara Chile yang sepenuhnya merdeka dan sukses menjalankan pemerintahan di sana dengan profesional. 

5. José Gervasio Artigas

5 Tokoh Pembebas Amerika Selatan selain Bolivar, Jarang DikenalArtigas, bapak bangsa Uruguay (commons.wikimedia.org/Juan Manuel Blanes)

Lahir pada tahun 1764 kemungkinan di Montevideo (sekarang ibukota Uruguay), José Gervasio Artigas sewaktu muda sempat mengabdi sebagai serdadu Spanyol. Namun, pada suatu waktu, ia memutuskan untuk mundur dan bergabung dalam gerakan revolusioner di Buenos Aires (Argentina) yang bertujuan untuk mengusir Spanyol di tanah Argentina dan sekitarnya.

Berkat kuatnya aliansi dengan Argentina, Artigas sukses mendepak Spanyol dari Banda Oriental (sekarang wilayah Uruguay) pada tahun 1811 sehingga ia disoraki sebagai "Libertador" baik di Uruguay atau Buenos Aires. Sayangnya, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama sebab hubungan Artigas dengan pemerintah Buenos Aires tiba-tiba merenggang dan yang lebih parah lagi, Uruguay dijajah oleh pasukan Portugis dari Brazil.

Rontoknya aliansi dan kehancuran pemerintah baru tersebut membuat Jose Artigas memilih mengasingkan diri ke Paraguay hingga sepeninggalannya pada tahun 1850. Uruguay baru sepenuhnya merdeka pada tahun 1828 dan Artigas, yang masih berada di pengasingan, dihormati sebagai bapak bangsa Uruguay karena ia menjadi inspirasi utama kebangkitan Uruguay. 

Sebenarnya, momen setelah kemerdekaan setiap negara di benua tersebut rata-rata tidak membahagiakan karena beberapa negara baru pada saat itu sempat saling berperang. Akan tetapi, tanpa adanya lima tokoh yang telah diulas di atas, mungkin sampai sekarang tidak ada negara yang bernama Argentina, Brazil, Peru, atau Uruguay di Amerika Selatan. 

Baca Juga: 5 Penyebab Berakhirnya Perang Dingin Amerika Serikat versus Uni Soviet

Juan A. Soedjatmiko Photo Verified Writer Juan A. Soedjatmiko

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi atau kata dalam artikel

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya