Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  

Banyak yang dari Indonesia juga

Pada dasarnya, manusia adalah khalifah atau pemimpin di Bumi ini. Yang ironis, kadang karena keberadaan manusia jugalah yang membuat alam jadi rusak. Perburuan liar misalnya, banyak manusia memburu gajah, orangutan, dan hewan eksotis lainnya demi ditukar dengan uang.

Akibatnya, saat ini ada begitu banyak hewan yang ekstitensinya terancam. Saking terancamnya, keberadaan mereka di Bumi mungkin akan hilang sepenuhnya dalam waktu beberapa tahun ke depan. Dilansir dari inverse.com, berikut ini 10 hewan yang diprediksi akan punah dalam waktu 10 tahun!

1. Amur leopard 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  worldwildlife.org

Amur leopard atau macan tutul Amur menjadi hewan pertama yang eksistensinya perlu diperjuangkan. Nama Amur diambil dari nama sebuah sungai di perbatasan China dan Rusia yang menjadi habitat asli mereka. Sayangnya, perburuan, penggundulan hutan yang terjadi secara besar-besaran membuat populasi mereka sempat menyusut.

Pada tahun 2017, diperkirakan hanya ada 70 macan tutul Amur yang hidup di alam liar, dan 180 lainnya berada di penangkaran. Tiga tahun berlalu, populasi hewan ini di alam liar bertambah menjadi sekitar 80 ekor. Tapi tentu saja jumlah itu masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan hewan lainnya.

2. Badak hitam 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  unsplash.com/Ron Dauphin

Dulu, badak hitam banyak ditemukan di Namibia dan wilayah Afrika timur. Saat ini, keberadaan mereka hanya berkisar antara 5 sampai 6 ribu ekor saja di alam liar. Sedih memang, tapi penyusutan ini juga terjadi bukan tanpa alasan.

Menyusutnya populasi badak hitam disebabkan oleh perburuan liar. Banyak badak hitam dibunuh untuk diambil tanduknya. Nah tanduk-tanduk ini nantinya akan dijual di pasar gelap untuk kemudian diolah menjadi obat tradisional di Tiongkok.

3. Orangutan Sumatra 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  unsplash.com/Dawn Armfield

Enggak perlu jauh ke Afrika sana, hewan-hewan asal Indonesia pun banyak yang terancam punah, salah satunya adalah orangutan Sumatra. Sekarang hanya ada 7.500 ekor orangutan Sumatra yang tersisa di alam liar.

Jumlah ini semakin lama semakin sedikit karena perburuan liar. Berbeda dengan badak, penurunan populasi orangutan disebabkan perusakan hutan dan perburuan liar. Hewan ini kemudian dijual ke pasar gelap, untuk dijadikan hewan peliharaan.

4. Badak Sumatra 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  worldwildlife.org

Bukan cuma orangutan, badak Sumatra juga mengalami nasib yang sama. Dulu, perburuan menjadi ancaman utama bagi hewan ini. Hari ini, populasi mereka terancam karena hilangnya habitat. Kita tahu, setiap tahunnya hutan di Sumatra jumlahnya semakin berkurang karena kebakaran hutan atau perluasan lahan untuk dijadikan kebun kelapa sawit.

Lalu pertanyaannya, ada berapa badak Sumatra yang tersisa? Jumlahnya hanya 74 ekor. Untuk menghindari kepunahan, beberapa badak dipindahkan ke penangkaran yang lebih aman.

5. Badak Jawa 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  earth.org

Sebenarnya, badak Jawa adalah hewan yang sangat mudah beradaptasi. Mereka biasa mengonsumsi pucuk daun, ranting, atau buah-buahan sebagai makanannya. Dengan kemampuannya dalam beradaptasi, seharusnya hewan ini bisa bertahan.

Tapi tidak, saat ini jumlahnya justru hanya tersisa sekitar 74 ekor. Kepunahan mereka bukan hanya disebabkan oleh habitat, atau perburuan, tapi juga penyakit dan bencana alam.

Baca Juga: 6 Spesies Hewan di Kalimantan Timur yang Semuanya Nyaris Punah

6. Cross river gorilla

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  gorillas-world.com

Cross river gorilla menjadi hewan selanjutnya yang harus mendapatkan perhatian khusus. Gimana enggak perlu perhatian, kalau sekarang jumlah mereka hanya tersisa sekitar 200 hingga 300 ekor di alam liar? Cross river gorilla berasal dari Namibia.

Dibandingkan jenis gorila lainnya, spesies satu ini jauh lebih pemalu sehingga sulit untuk menemukan mereka di alam liar. Meski tempat tinggal para gorila ini termasuk yang sulit dicari, hal itu enggak menyurutkan langkah para pemburu untuk menemukan mereka.

7. Saola 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  worldwildlife.org

Dibandingkan dengan hewan lain, saola pasti kedengaran aneh. Hewan satu ini memang baru ditemukan pada tahun 1992, sayangnya meski keberadaannya baru ditemukan, saat ini populasinya hanya tersisa 750 ekor di Pegunungan Annamite, Vietnam.

Saola mulai punah karena mereka begitu bergantung pada hutan. Dan hutan yang mulai hilang membuat eksistensi hewan ini juga ikutan hilang.

8. Gajah Sumatra 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  thespicerouteend.com

Satu lagi hewan asli Indonesia yang keberadaannya makin sulit dicari, gajah Sumatra. Perburuan ilegal untuk mendapatkan gadingnya, ditambah lagi perluasan lahan membuat habitat hewan ini makin sempit.

Hal ini diperparah dengan perangkap yang dipasang warga untuk melindungi perkebunannya. Dengan semua kondisi itu, kini gajah Sumatra hanya tersisa sekitar 2.400 sampai 2.800 ekor.

9. Vaquita 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  unenvironment.org

Buat kamu yang penasaran, vaquita adalah spesies lumba-lumba terkecil di dunia sekaligus mamalia paling langka di dunia saat ini. Vaquita tinggal di Teluk California yang menjadi rumah mereka sejak dulu. Pada tahun 1997, populasi vaquita hanya sekitar 500 ekor, jumlah itu semakin menurun setiap tahun hingga akhirnya menyisakan 6 hingga 22 ekor saat ini.

Sebenarnya, baquita enggak pernah diburu secara langsung, tapi penggunaan jaring insang seringkali membuat mamalia satu ini terperangkap.

10. Yangtze finless porpoise 

Gawat! 10 Hewan ini Diprediksi akan Punah dalam Waktu 10 Tahun  worldwildlife.org

Selain vaquita, Yangtze finless porpoise juga menjadi hewan air lain yang sedang berjuang melawan kepunahan. Sesuai dengan namanya, hewan ini tinggal di sungai Yangtze, China.

Pada tahun 2018 lalu, populasi Yangtze finless porpoise hanya 1.012 ekor. Ada banyak penyebab mengapa populasi Yangtze finless porpoise semakin sedikit, diantaranya adalah jaring ikan, plus kondisi air sungai yang tercemar membuat mereka sulit bertahan.

Hewan mungkin enggak sesempurna manusia, tapi keberadaan mereka tetaplah penting. Bukan hanya bagi Bumi, tapi juga manusia.

Baca Juga: Gak Hanya Mamalia, 5 Hewan Ini Juga Memiliki Rambut pada Tubuhnya

Siti Marliah Photo Verified Writer Siti Marliah

Find me on 📷 : instagram.com/sayalia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya