Comscore Tracker

Tes Darah Ternyata Dapat Mendeteksi Protein Beracun Pada Alzheimer Lho

#SainsSeru Dinilai lebih praktis daripadai pemindaian otak

Alzheimer adalah salah satu penyakit yang saat ini banyak diteliti oleh para ilmuwan. Alzheimer dapat menyerang siapapun tidak peduli usia muda ataupun dewasa. Jika selama ini protein beracun pada penderita penyakit Alzheimer hanya dapat dideteksi dengan pemindaian otak, penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh The Journal Nature mengungkapkan bahwa tes darah ternyata dapat mendeteksi protein beracun Alzheimer.

1. Keuntungan tes darah dibandingkan dengan pemindaian otak

Tes Darah Ternyata Dapat Mendeteksi Protein Beracun Pada Alzheimer Lhoalzheimersnewstoday.com

Amyloid beta adalah protein beracun yang terbentuk di otak pada penderita Alzheimer. Protein tersebut hanya dapat dideteksi dengan pemindaian otak. Pemindaian otak selama ini banyak dipakai meskipun sebenarnya memiliki kekurangan yaitu mahal dan tidak praktis.

Tapi dengan penemuan tes darah yang dilakukan oleh para peneliti dalam mendeteksi protein beracun, kedepan metode ini dapat diaplikasikan dalam jaringan yang lebih luas karena lebih murah dan efisien dibandingkan dengan pemindaian otak.

2. Keakuratan Tes Darah

Tes Darah Ternyata Dapat Mendeteksi Protein Beracun Pada Alzheimer Lhowtop.com

Tes darah yang dikembangkan oleh para peneliti yang berasal dari Jepang dan Australia membawa angin segar dalam perkembangan tentang penyakit Alzheimer. Penilitian tes darah ini telah diterbitkan melalui jurnal Nature. Dalam penelitian tersebut, keakuratan penelitian tes darah ini mencapai 90% yang telah diujicobakan pada orang sehat, orang kehilangan ingatan dan Alzheimer. Penelitian ini masih dalam tahap awal dan akan terus dikembangkan.

3. Penelitian ini akan sangat berguna di masa depan

Tes Darah Ternyata Dapat Mendeteksi Protein Beracun Pada Alzheimer Lhobbc.com

Peneliti dari Australia dan Jepang mencari fragmen amiloid yang berakhir dalam aliran darah, dengan jalan tersebut peneliti dapat memperkirakan secara akurat tingkat protein beta amyloid yang terdapat dalam otak, dan juga memungkinkan untuk melihat dalam aliran darah apa yang terjadi di otak.

Prof. Tara Spires Jones dari University of Edinburg mengungkapkan data yang didapatkan dalam penelitian ini sangat menjanjikan dan mungkin berguna di masa depan utamanya dalam memilih orang yang cocok untuk uji klinis dan mengukur apakah perawatan dapat mengubah tingkat amyloid dalam percobaan. Dr. Hye menambahkan tes ini akan lebih baik jika diuji pada orang yang sehat, kognitif normal ataupun orang yang mulai mengidap penyakit Alzheimer.

lia faiqotul muniroh Photo Verified Writer lia faiqotul muniroh

Kreatif, Inovatif, Mandiri, Menyenangkan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya