Comscore Tracker

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!

Kenali dan hindari infeksinya!

Kasus keracunan pangan masih mengintai kita. Badan Kesehatan Dunia mencatat, setidaknya 600 juta orang di seluruh dunia mengalami keracunan pangan dan 420 juta di antaranya meninggal. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Badan Pengawasan Obat dan Makanan, jumlah kasus keracunan pangan mencapai 6.205 kasus pada 2019.

Menurut keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), keracunan pangan disebabkan oleh kontaminasi kuman seperti bakteri. Dalam hal ini, E. coli menjadi salah satu bakteri yang paling banyak dikenal sebagai penyebab keracunan pangan.

Faktanya, di dunia ini ada sekitar 250 bakteri yang dapat memicu keracunan pangan. Lantas, bakteri apa saja yang umumnya ditemukan pada makanan? Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: 7 Larangan Mengolah Makanan, Jadi Hangus hingga Timbulkan Bakteri   

1. Bakteri salmonella

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!ilustrasi telur setengah matang (pexels.com/Antoni Shkraba)

Namanya barangkali sudah tak asing di telinga. Bakteri ini banyak ditemukan pada ayam, telur, daging, bahkan buah dan sayuran mentah, khususnya taoge. Menghindari konsumsi makanan tersebut dalam keadaan mentah merupakan cara terbaik untuk mencegah keracunan pangan akibat Salmonella.

Saat masuk ke dalam tubuh, bakteri ini akan mengalami masa inkubasi selama 6 jam hingga 6 hari hingga menimbulkan gejala. Diare, mual, muntah, demam, dan sakit perut merupakan gejala umum yang dijumpai penderita. Ini dijelaskan melalui laman Mayoclinic.

2. Bakteri clostridium perfringens

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!ilustrasi daging mentah (pexels.com/Lukas)

Merupakan salah satu penyebab keracunan yang paling umum setelah E. coli dan Salmonella, Clostridium perfringens memicu infeksi saluran cerna sehingga menyebabkan diare, muntah-muntah, hingga nyeri perut pada penderitanya.

Uniknya, bakteri ini tidak ditularkan antar manusia. Infeksi umumnya terjadi melalui air dan/atau makanan yang terkontaminasi. Makanan hewani seperti daging merah dan unggas, atau makanan lain yang disimpan di suhu 4 hingga 60 derajat Celsius selama lebih dari 2 jam.

Menurut keterangan Departemen Pertanian Amerika Serikat, rentang suhu ini dinilai berbahaya lantaran menjadi suhu ideal bagi perkembangan bakteri. Salah satu cara mencegahnya ialah dengan melakukan proses thawing atau proses pencairan makanan beku di chiller guna menghindari suhu di zona bahaya.

Baca Juga: 5 Jenis Bakteri yang Bermanfaat bagi Kehidupan Manusia

3. Bakteri campylobacter

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!ilustrasi kerang (unsplash.com/Nick Karvounis)

Dikenal juga dengan Campylobacteriosis, bakteri ini bertanggung jawab untuk 1,5 juta kasus infeksi diare di Amerika Serikat setiap tahunnya menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi, unggas, kerang, dan air sangat rentan terkontaminasi bakteri ini.

Gejala seperti diare hingga berdarah, sakit perut, mual, dan muntah umumnya muncul setelah masa inkubasi bakteri ini di dalam tubuh selama 2 hingga 5 hari. Hindari konsumsi air dan susu mentah guna mencegah kontaminasi bakteri ini.

4. Bakteri listeria

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!ilustrasi smoked salmon (freepik.com/jcomp)

Berbeda dengan jenis bakteri sebelumnya, listeria tak hanya memunculkan gejala seperti diare dan demam. Pada kasus lebih lanjut, bakteri ini juga dapat memicu komplikasi seperti kelelahan, otot yang kaku, hingga gangguan keseimbangan. Gejala sistemik ini muncul akibat kemampuan listeria dalam menginvasi organ tubuh di luar saluran cerna. 

Bakteri ini umumnya dijumpai pada susu dan keju yang tidak dipasteurisasi, buah dan sayuran mentah, makanan hewani yang diproses seperti hot dog, hingga olahan seafood seperti smoked salmon. Dijelaskan melalui Livestrong, makanan ini sebaiknya dihindari oleh kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan orang dengan gangguan imunitas.

5. Bakteri Staphylococcus aureus

5 Bakteri yang Paling Banyak Ditemukan di Makanan, Waspadai!ilustrasi sandwich (unsplash.com/Mae Mu)

Walau kasusnya relatif kecil, tapi Staphylococcus aureus tetap tak boleh luput dari perhatian. Bakteri ini hanya hidup di kulit sehingga biasanya makanan terkontaminasi melalui tangan orang yang terinfeksi. Makanan yang tidak dipanaskan dengan tepat setelah disiapkan juga berisiko terkontaminasi bakteri ini. Misalnya sandwich dan salad. 

Karenanya, aspek higiene dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan harus menjadi prioritas utama guna menghindari infeksi yang disebabkan bakteri ini. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan ialah selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.

Dibandingkan jenis bakteri lainnya, masa inkubasi bakteri ini relatif lebih singkat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memaparkan, gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut mulai muncul 30 menit hingga 8 jam setelah terinfeksi. 

Keracunan makanan merupakan masalah yang tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, tak sedikit penderita yang mengalami komplikasi hingga meninggal akibatnya. Untuk itu, mari cegah infeksi khususnya yang dipicu oleh sederet bakteri di atas. Ingat, selain sehat dan lezat, makanan juga harus bersifat aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: 6 Spesies Bakteri Perut yang Berbahaya, Bisa Sebabkan Diare

Nadhifa Aulia Arnesya Photo Verified Writer Nadhifa Aulia Arnesya

There's art in (art)icle. Hence, writing an article equals to creating an art.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Diana Hasna

Berita Terkini Lainnya