Comscore Tracker

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala

Selain penuh inovasi, era ini juga penuh kontroversi

Era Victoria adalah masa yang merujuk kepada abad ke-19 Britania Raya. Pada saat itu, Inggris dipimpin oleh seorang ratu bernama Victoria yang berkuasa dari tahun 1837-1901.

Era Victoria dikenal sebagai salah satu masa kejayaan Inggris. Inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi berbagai segi kehidupan, seperti ekonomi, teknologi, kesehatan, maupun budaya pun mulai bermunculan.

Namun, hal tersebut bukan berarti era Victoria adalah masa yang sempurna. Masyarakat Inggris di era Victoria mempunyai beberapa budaya atau kebiasaan yang jika dilakukan di masa ini bakal bikin geleng-geleng kepala, bahkan bersyukur mereka tidak hidup di era tersebut. Apa saja kebiasaan tersebut?

1. Waktu bertamu yang cukup ketat

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi bertamu (pexels.com/Monstera)

Saat ini jika ingin bertamu ke rumah teman, kalian hanya perlu mengirimkan pesan melalui sosial media atau melalui panggilan telpon untuk mencari tahu apakah bisa datang ke rumah mereka atau tidak. Selama teman kalian bersedia, maka bisa datang kapan saja dan tinggal seberapa lama yang dibutuhkan.

Namun tidak pada era Victoria. Di era ini, seorang perempuan yang sedang berada di rumah diharuskan bersiap menerima tamu mulai dari pukul 15.00-18.00. Begitu juga orang yang ingin bertamu, mereka hanya bisa datang di jam tersebut. Selain itu, orang-orang yang boleh bertamu hanyalah anggota keluarga.

Jika ada orang yang bertamu diluar jam tersebut, maka ia akan dianggap tak memiliki sopan santun. Selain itu, jika saat sedang bertamu dan ada tamu lain yang datang, maka tamu pertama diharapkan untuk segera beranjak dari rumah tersebut dan memberi kesempatan kepada tamu yang baru saja datang.

2. Menggunakan bahan-bahan yang berbahaya dalam produk kecantikan

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi berdandan (pexels.com/Adrienn)

Ammonia, merkuri, tembaga, hingga arsenik adalah beberapa zat berbahaya yang dapat ditemukan dalam produk kecantikan di era Victoria. Cara mengaplikasikan produk tersebut juga beragam. Ada yang dioleskan ke wajah, digunakan untuk mencuci muka, bahkan ada sebuah produk berupa pil dengan kandungan arsenik yang konon berfungsi menghilangkan kerutan di wajah.

Jika kalian berpikir bahwa mereka tidak tahu arsenik adalah zat beracun, mungkin harus berpikir ulang. Pada era Victori  salah satu metode pembunuhan yang sering dilakukan adalah dengan racun. Racun yang digunakan tentu aja arsenik. Zat tersebut juga dapat ditemukan di produk-produk racun tikus pada era itu.

3. Mengadakan pesta untuk membuka mumi

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi peti mati (pexels.com/Miguel Á. Padriñán)

Pada era Victoria, orang-orang kaya di Inggris sangat terobsesi dengan keberadaan mumi asal Mesir yang saat itu sedang populer. Banyak kolektor yang membeli mumi sebagai cinderamata saat berkunjung ke Mesir dan menggunakannya untuk berbagai macam hal. 

Salah satu hal yang mereka lakukan adalah dengan mengadakan pesta untuk membuka mumi tersebut. Pesta dapat dilakukan di tempat publik ataupun secara privat dan hanya para tamu undangan yang boleh datang.

Di pesta tersebut, orang-orang akan berdiri mengelilingi mumi dan menyaksikan saat perban dari mumi tersebut mulai dilepas. Tidak jarang mereka mengambil foto bersama mumi tersebut setelah prosesi pelepasan perban.

Baca Juga: 5 Fakta Tradisi Perayaan Halloween di Era Victoria, Super Seru!

4. Mengambil foto orang yang baru saja meninggal

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi foto keluarga jadul (pexels.com/Vadim Bocharov)

Pada era tersebut, dunia fotografi memang belum begitu maju. Masyarakat Victoria juga masih memiliki banyak urusan yang lebih penting daripada mengambil foto keluarga bersama, tapi bukan berarti mereka tidak menginginkannya.

Orang-orang di era Victoria umumnya menyesal tidak berfoto bersama setelah ada anggota keluarga tersebut meninggal. Hal inilah yang membuat sesi foto bersama orang yang baru saja meninggal menjadi yang cukup populer.

Namun untuk membuat foto tersebut lebih enak dilihat, anggota keluarga dan fotografer mengatur cara agar jenazah tersebut terlihat seolah-olah masih hidup. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mendudukkan jenazah tersebut di kursi dan menggunakan semacam tongkat untuk menahan kepala jenazah agar tidak tertunduk. 

5. Menjadikan pencuri mayat sebagai profesi

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi kuburan (pexels.com/cottonbro)

Berkembang pesatnya dunia medis di era ini membuat permintaan akan mayat atau kadaver menjadi sangat tinggi. Sayangnya, hukum pada saat itu hanya memperbolehkan sekolah kedokteran untuk mengambil mayat dari kriminal yang mendapatkan hukuman mati. Hal ini semakin menjadi masalah setelah Inggris memberlakukan hukum yang membuat jumlah kriminal dengan hukuman mati menurun.

Hal tersebut membuat pencurian mayat menjadi salah satu pekerjaan yang sangat menjanjikan pada era itu. Bahkan, semakin segar mayat tersebut harga pun akan makin mahal.

Konon, beberapa orang yang anggota keluarganya baru saja meninggal akhirnya memutuskan untuk bergantian menjaga makam tersebut setiap malam. Ini dilakukan agar jenazah anggota keluarga mereka tidak dicuri. 

6. Menaruh bel di atas makam orang yang baru saja meninggal

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi peti mati (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Salah satu ketakutan masyarakat di era Victoria yang cukup populer adalah dikubur hidup-hidup karena dianggap sudah meninggal. Sebab ada banyak rumor mengenai kasus seseorang yang sudah dinyatakan meninggal oleh dokter, tapi ternyata hidup kembali.

Solusi yang ditawarkan pada era itu adalah mendesain peti mati sedemikian rupa sehingga orang yang telah terkubur dapat memberi tahu orang diluar jika ternyata ia masih hidup.

Salah satu desain yang cukup populer adalah dengan menggantung bel di atas makam tersebut. Bel kemudian diikat dengan tali yang ujungnya di taruh ke tangan jenazah yang akan dikubur. Peti mati juga diberi lubang agar tali yang akan dipegangkan ke jenazah dapat masuk. 

7. Tunawisma menyewa tempat tidur yang berbentuk seperti peti mati

7 Kebiasaan di Era Victoria yang Bikin Kamu Geleng-geleng Kepalailustrasi tunawisma (pexels.com/Levent Simsek)

Saat musim dingin datang, tunawisma akan kesulitan untuk mencari tempat tinggal yang hangat. Pemerintah Inggris pada saat itu juga tidak menyediakan penginapan gratis bagi orang-orang tersebut. Opsi terakhir mereka adalah menyewa sebuah "tempat tidur" di Burne Street Hostel, London. 

Meskipun disebut sebagai hostel, tempat tersebut lebih cocok disebut sebagai penampungan. Di sana, tunawisma bisa menyewa "tempat tidur" yang sebenarnya hanyalah kotak kayu berbentuk seperti peti mati. Untuk menjaga kehangatannya, mereka juga akan diberi terpal sebagai selimut.

Dari ulasan di atas, kita bisa belajar bahwa setiap era pasti memiliki kekurangannya masing-masing. Layaknya zaman, ilmu pengetahuan serta perilaku manusia juga selalu berkembang untuk bisa semakin mengerti mana yang salah dan benar.

Baca Juga: 11 Fakta tentang Misteri Kutukan Mumi Firaun, Sudah Tahu?

Naufal Shabri Photo Verified Writer Naufal Shabri

Suka nonton film.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya