Comscore Tracker

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkan

Aktivitas manusia yang serakah merampas kehidupan mereka

Aktivitas manusia menjadi salah satu alasan semakin tingginya angka kematian hewan dewasa ini. Earth Day Network mencatat bahwa dunia tengah berada di periode kepunahan spesies terbesar dalam 60 juta tahun terakhir. Satu dan lima spesies akan punah setiap tahun.
 
Sebagai contoh, sebuah studi yang dipublikasikan pada 2017 silam menunjukkan bahwa populasi serangga telah menurun lebih dari 75 persen di Jerman selama 28 tahun terakhir.
 
Kemudian, hampir 60 persen dari 504 spesies primata dunia terancam punah, dan 75 persen spesies primata mengalami penurunan populasi yang parah.
 
Digagas oleh Earth Day Network, perlindungan spesies menjadi fokus utama peringatan Hari Bumi (Earth Day) 2019.Adapun tujuan dari Earth Day Network dalam menggalakkan kampanye lindungi spesies ini ada 4 yakni:

  1. Mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang percepatan laju kepunahan jutaan spesies dan penyebabnya.
  2. Mencapai kemenangan kebijakan utama yang melindungi kelompok luas spesies serta spesies individu dan habitatnya.
  3. Membangun dan mengaktifkan gerakan global yang merangkul alam dan nilai-nilainya.
  4. Mendorong tindakan individu seperti mengadopsi pola makan nabati dan menghentikan penggunaan pestisida dan herbisida.

Berikut deretan spesies hewan terancam punah yang sedang digalakkan perlindungannya.

1. Lebah

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkangreeners.co

Lebah adalah makhluk luar biasa yang ada di semua jenis iklim di seluruh dunia, dari hutan di Eropa hingga gurun di Afrika, dan bahkan di Lingkaran Arktik. Dalam catatan Earth Day Network, populasi lebah di seluruh dunia sedang menurun, termasuk lebah madu. Salah satu contoh lebah bergaris kuning. Lebah ini paling banyak ditemukan di Wisconsin utara pada pertengahan 1990-an, kemudian dalam waktu sepuluh tahun jumlahnya kurang dari 1 persen dari populasi yang ada.

2. Jerapah

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkansciencenews.org

Menjadi mamalia tertinggi di dunia, populasi jerapah sangat memprihatinkan. Populasi jerapah menurun dari 155.000 pada tahun 1985 menjadi 80.000 pada tahun 2018 menurut African Wildlife Foundation. Dari sembilan subspesies jerapah, tiga subspesies berada di bawah 1.000 ekor. Bukan sekedar hewan semata, jerapah memiliki andil bagi Badan Antarikasa Amerika Serikat (NASA) dalam menciptakan pakaian ruang angkasa. Hal ini didasarkan pada penelitian pembuluh darah kaki jerapah.

3. Gajah

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkanworldwildlife.org

Hewan berelalai ini juga diambang kepunahan. Di Afrika saat ini populasi gajah telah menurun dari 5-10 juta pada tahun 1930 menjadi sekitar 500.000. Lebih dari 20.000 gajah diburu setiap tahun. Sementara itu, gajah Asia juga menurun dari 200.000 menjadi sekitar 40.000 selama 10 tahun terakhir. Hanya ada 2.500 gajah Sumatra yang tersisa di bumi saat ini.

Baca Juga: Ringkus Jaringan Jual Beli Satwa Langka, Polda Jatim Selamatkan Komodo

4. Paus

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkanabc.net.au

Berdasarkan data New Zealand Department of Conservation Te Papa Atawhai, populasi paus menurun tajam di seluruh dunia. Selama abad terakhir, populasi paus sirip misalnya menurun dari 720.000 menjadi sekitar 20.000. Spesies lain, seperti paus Sei, jumlahnya hanya mencapai ratusan saja.

5. Kera besar

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkanindependent.co.uk

Kera besar adalah hewan dengan DNA yang paling dekat dengan manusia. Kera besar terdiri dari empat spesies umum yakni gorila, orangutan, simpanse, dan bonobo. Gorila, simpanse, dan bonobo ditemukan di seluruh Afrika Sub-Sahara tengah, sementara orangutan ditemukan di Malaysia atau Indonesia.

Gorila dataran rendah timur telah mengalami penurunan tercepat 77 persen dari keseluruhan populasinya telah hilang dalam dua dekade terakhir. Di abad terakhir, populasi simpanse telah menurun drastis, dari dua juta menjadi sekitar 300.000. Orangutan Borneo, yang berasal dari pulau Kalimantan di Asia Tenggara, telah kehilangan lebih dari separuh populasinya - 150.000 - sejak 1999. Bonobo diperkirakan akan turun 50 persen selama beberapa dekade mendatang.

Meskipun populasi kera besar terus menurun, populasi gorila gunung kini telah meningkat di atas 1.000 sejak 2010. Namun, ancaman kepunahan masih menghantui kera besar jenis ini.

6. Penyu

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkannature.org

Penyu telah ada selama lebih dari 100 juta tahun, menjadikannya termasuk makhluk paling purba di Bumi. Mereka bahkan selamat dari kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu. Ada tujuh spesies penyu yang hidup di lautan yakni penyu penyu sisik, penyu Kemp, penyu penyu, penyu tempayan, penyu penyu, penyu zaitun, penyu pipih, dan penyu hijau.

Dalam 100 tahun terakhir, populasi penyu telah menurun dengan cepat karena permintaan telur, daging, kulit, dan cangkang penyu. Saat ini, penyu hijau, penyu belimbing, dan penyu sisik diklasifikasikan sebagai terancam punah di Amerika Serikat, sementara penyu tempayan dan penyu belimbing zaitun memasuki tahap mengkhawatirkan.

Penyu adalah penghubung penting dalam ekosistem laut, membantu membantu siklus nutrisi di laut dan di pantai ketika mereka bersarang dan makan. Mencari makan di dalam terumbu karang membantu meningkatkan produktivitas dan kandungan nutrisi rumput. Penyu membantu menjaga habitat yang sehat untuk spesies penting lainnya seperti lobster, udang, dan tuna.

7. Hiu

Hari Bumi Sedunia, 7 Hewan Ini Nasibnya Mengkhawatirkannytimes.com

Manusia sekarang merupakan ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup semua spesies hiu. 90 persen hiu karang Pasifik telah menurun; 75 persen dari spesies hiu di Atlantik Barat Laut telah hilang; dan Oseanik Whitetip telah menurun sebesar 99 persen. Antara 2000 dan 2010, rata-rata 100 juta hiu terbunuh setiap tahun.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Ilmuwan ini Sindir Mereka yang Percaya Bumi Datar

Kanuri Photo Writer Kanuri

Introvert menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya