Comscore Tracker

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang Benar

Yuk, belajar lagi! 

Sains alias ilmu pengetahuan telah berkembang sangat pesat pada zaman modern ini. Sudah begitu banyak hal yang kita ketahui tentang alam sehingga kita sudah bisa memahami berbagai hal di alam dengan lebih baik, khususnya bagi orang yang memang senang belajar tentang alam. Apakah kamu termasuk?

Meski kita sudah tahu banyak soal alam, kadang miskonsepsi soal beberapa hal masih bisa kita alami. Beberapa kesalahan konsep tersebut bahkan mencakup ilmu alam yang mendasar. Sebagai contoh, berikut ini lima miskonsepsi tentang ilmu alam yang kerap terjadi. Apa kamu sudah tahu pemahaman yang benar?

1. Berat sama dengan massa 

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang BenarFreepik/teksomolika

Ini adalah salah satu miskonsepsi yang paling mendasar, tapi sekaligus paling umum terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyamakan antara berat dan massa, misalnya kamu mungkin berkata, "Berat badanku 60 kilogram." Padahal itu adalah kesalahan konsep karena massa dan berat adalah dua hal yang berbeda.

Apa bedanya? Laman Wired menjelaskan bahwa massa adalah jumlah total materi yang dimiliki suatu benda. Jika massa sebuah batu 5 kg, artinya jumlah materi yang menyusun batu tersebut adalah 5 kg. Massa sebuah benda selalu tetap, tidak peduli di mana pun benda tersebut berada.

Sedangkan, berat adalah ukuran kuatnya gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Makanya, berat suatu benda bisa berubah-ubah tergantung kekuatan gravitasi di tempat ia berada. Berat sebuah batu di bulan, misalnya, pasti lebih ringan dari berat batu tersebut di bumi. Itu karena kekuatan gravitasi di bulan jauh lebih lemah daripada gravitasi di bumi.

Nah, karena massa dan berat jelas berbeda, sebenarnya lebih tepat jika kamu menyebut, "Massa badanku 60 kilogram." Itu karena kilogram adalah satuan untuk massa, bukan berat. Memang terdengar gak lazim sih, tapi itulah istilah yang paling tepat!

2. Wujud benda hanya ada tiga macam, yaitu padat, cair, dan gas

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang Benarpopsci.com

Sejak di sekolah dasar pasti kamu sudah belajar bahwa ada tiga macam wujud benda di dunia ini, yaitu padat, cair, dan gas. Pengetahuan tersebut memang benar, tapi sayangnya kurang lengkap karena masih ada wujud fundamental lain dari partikel, yaitu plasma.

Apa itu plasma? Dilansir Live Science, karakteristik plasma sebenarnya mirip dengan gas. Bentuk dan volumenya tidak tetap serta memiliki massa jenis yang jauh lebih rendah dari benda padat dan cair. Namun, plasma berbeda dengan gas. Perbedaan utamanya adalah gas tidak mengandung muatan, sedangkan plasma mengandung muatan.

Muatan yang dimaksud adalah muatan listrik yang terjadi karena atom kehilangan elektronnya. Makanya, secara singkat, plasma adalah wujud partikel yang terdiri dari atom-atom bermuatan listrik karena telah kehilangan sebagian atau seluruh elektronnya.

Apa saja contoh plasma? Kamu gak perlu jauh-jauh mencari untuk menemukan plasma karena salah satu contohnya adalah lampu neon dan lampu LED. Selain itu, plasma juga terdapat di bintang, termasuk matahari. Karena jumlah bintang di luar angkasa sangat banyak, artinya plasma sebenarnya adalah wujud partikel yang paling umum di alam semesta!

Baca Juga: 5 Fakta Unik Mesin Penjual Otomatis di Jepang yang Wajib Kamu Tahu

3. Pada suhu nol derajat Celsius, air akan membeku

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang BenarFreepik/freepik

Pemahaman ini sebenarnya gak sepenuhnya salah, tapi juga gak sepenuhnya benar. Kalau kamu berpikir bahwa air yang bersuhu 0 °C pasti sudah membeku, pemahamanmu kurang tepat. Faktanya, air yang bersuhu 0 °C bisa jadi masih berwujud cair.

Pada saat suhu air menurun, air tersebut sedang melepaskan energi panas ke lingkungan sekitarnya. Lama-kelamaan, air akan menyentuh suhu 0 °C, tapi pada saat itu sebenarnya wujud air masih tetap cair. Supaya bisa berubah wujud menjadi es, air tersebut masih harus terus melepaskan energi panas.

Satu kilogram air bersuhu 0 °C harus melepaskan 336.000 joule energi untuk bisa berubah wujud menjadi es. Prinsip yang sama berlaku pada saat mendidihkan air. Air yang dipanaskan hingga suhu 100 °C masih akan tetap berwujud cair. Air itu baru akan menjadi uap jika diberikan tambahan panas sebesar 2.268.000 joule untuk setiap kilogram. Banyak juga, ya!

4. Kita melihat menggunakan mata, mendengar dengan telinga, dan seterusnya 

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang BenarFreepik/javi_indy

Pengetahuan dasar ini pun pasti sudah kamu dapatkan sejak kecil. Konon, kita melihat menggunakan mata, mendengar dengan telinga, mengecap dengan lidah, meraba dengan kulit, dan mencium dengan hidung. Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya pemahaman tersebut tidak tepat?

Sebenarnya, kita melihat, mendengar, mengecap, meraba, dan mencium hanya menggunakan satu organ yaitu otak. Semua alat indra kita, yaitu mata dan lain-lain, hanya berfungsi menerima rangsang dan meneruskannya ke otak. Tanpa kerja otak, kelima alat indra yang kita miliki gak akan ada gunanya.

Mau bukti? Mungkin kamu pernah tidak melihat suatu benda, padahal benda itu tepat berada di depanmu. Kenapa itu bisa terjadi? Itu bukan karena matamu gak berfungsi. Matamu menangkap semua hal yang ada di depanmu, termasuk benda tersebut. Namun, karena saat itu otakmu tidak sedang berfokus ke benda itu, kamu pun jadi gak melihatnya.

Contoh lain saat kamu gak mendengar cerita temanmu karena sedang asyik main HP. Telingamu sebenarnya sudah menjalankan tugasnya yaitu menangkap suara temanmu. Namun, karena fokus otakmu sedang tertuju ke HP, kamu gak mendengar ceritanya sama sekali. Terbukti bahwa semua kerja tersebut dilakukan oleh otak, kan?

5. Pedas adalah salah satu jenis rasa 

5 Kesalahan Konsep Sains yang Sering Terjadi, Begini Konsep yang Benarpregistry.com

Berbicara tentang alat indra, salah satu alat indra kita adalah lidah, yang berfungsi untuk mengecap rasa. Umumnya kita mengenal lima jenis rasa, yaitu manis, asam, asin, pahit, dan umami alias gurih. Lalu bagaimana dengan pedas?

Kalau kamu mengira bahwa pedas itu termasuk rasa, artinya pemahamanmu masih belum tepat. Sebenarnya, pedas tidak termasuk rasa. Laman Naked Science menjelaskan bahwa pedas hanyalah sensasi panas dan iritasi yang terasa di lidah akibat senyawa kapsaisin yang terdapat dalam cabai dan bahan pedas lainnya.

Apa bedanya pedas dengan rasa lain? Kalau makan makanan pedas, kamu bisa merasakan sensasi panas bukan hanya di lidah, tapi juga di perutmu setelah menelannya. Bahkan, kalau kamu makan langsung dengan tangan, kemungkinan besar tanganmu juga akan terasa panas.

Itu artinya kita gak harus memakai lidah untuk merasakan pedas. Seluruh tubuh kita pun bisa merasakan panas dan iritasi jika terpapar kapsaisin. Itu sangat berbeda dengan kelima rasa lain. Kamu gak bisa merasakan manis atau asam dengan tanganmu, kan? Makanya, jelas bahwa kesimpulannya adalah pedas tidak termasuk rasa.

Itulah lima miskonsepsi sains yang kerap dipercaya oleh umum beserta penjelasan konsep yang benar. So, sekarang sudah tahu fakta yang sebenarnya, kan? Sebarkan fakta unik ini ke temanmu, yuk!

Baca Juga: 5 Fakta Unik Burung Kedasih, Hewan yang Kejam dan Licik Sejak Lahir

Peter Eduard Photo Verified Writer Peter Eduard

Be weird, because being normal is so boring

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya