Comscore Tracker

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi 

Wah, mari kita cegah yuk!

Keberadaan satwa memegang peran penting bagi keseimbangan ekosistem di bumi ini. Sayangnya, degradasi habitat dan perburuan liar menyebabkan banyak satwa berada di kondisi terancam punah. Alhasil, upaya perlindungan dan larangan perburuan diterapkan untuk menjaga eksistensi satwa yang terancam punah.

Namun, masih terdapat beberapa satwa terancam punah yang diburu untuk dikonsumsi, karena diyakini memiliki khasiat atau sebagai budaya turun temurun. Apa saja satwa terancam punah tersebut?

1. Hiu: siripnya banyak diburu untuk dijadikan sup 

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi Unsplash.com/Gerald Schömbs

Hiu banyak diburu siripnya untuk dijadikan obat tradisional cina dan makanan bagi kalangan atas di cina. Beberapa wilayah di Asia, termasuk di Indonesia, juga masih mengkonsumsi sirip hiu. Akibatnya, seperti laporan dari BBC, setiap tahunnya terdapat 100 juta hiu yang terbunuh.

Sirip hiu dipercaya berkhasiat untuk meningkatkan kejantanan atau memperpanjang umur. Tapi, dari riset yang dilakukan, sirip hiu tidak memiliki nutrisi apa pun. Justru, sirip hiu mengandung racun saraf dan kandungan merkuri yang sangat berbahaya jika dikonsumsi.

2. Simpanse dan Gorila: dagingnya menjadi konsumsi masyarakat lokal di Afrika  

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi Unsplash.com/Francesco Ungaro

Kera besar dari Benua Afrika ini tergolong dalam satwa yang terancam punah. Namun, beberapa wilayah di Afrika masih mengkonsumsi daging simpanse dan gorila sebagai bagian dari tradisi turun temurun mereka.

Selain itu, simpanse dan gorilla juga dianggap sebagai sumber makanan terdekat untuk memenuhi gizi masyarakat lokal. Daging simpanse dan gorila juga dijual ilegal ke wilayah urban dengan harga mahal, dan mengkonsumsi dagingnya menjadi simbol status sosial mereka.

Baca Juga: 7 Hewan Paling Mematikan bagi Manusia di Dunia, Ada Hewan Apa Saja?

3. Dugong: tak hanya daging, semua bagian tubuhnya bernilai ekonomi tinggi  

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi Pewtrusts.org

Mamalia laut yang lebih dikenal sebagai ‘duyung’ ini mudah ditemui di Indonesia dan memiliki peran penting bagi ekosistem lamun. Namun, perburuan dugong di Indonesia sendiri masih marak dilakukan. Dugong marak diambil daging dan minyaknya untuk dikonsumsi.

Selain itu, taring dugong juga dapat dijual dengan harga 1-3 juta rupiah. Serta, air mata dugong banyak diambil karena dipercaya sebagai jimat atau bahan ritual. Padahal, air mata dugong hanya lendir pelembap mata saat dugong sedang tidak berada dalam air.

4. Trenggiling: daging dan sisiknya dipercaya sebagai obat  

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi Unsplash.com/Louis Mornaud

Sebanyak 8 spesies trenggiling di bumi ini, semuanya menyandang status rentan punah. Satwa pemalu satu ini banyak diburu untuk diambil daging dan sisiknya. Dagingnya menjadi simbol makanan para kalangan atas dan sisiknya digunakan sebagai bahan baku obat tradisional Tiongkok.

Walaupun dipercaya bisa menyembuhkan penyakit, kenyataannya daging dan sisik trenggiling tidak memiliki khasiat apapun. Berdasarkan riset yang dilakukan LIPI, sisik trenggiling sama seperti kuku manusia, tidak memiliki nilai farmakologi di dalamnya.

5. Gajah: diburu bukan hanya karena gadingnya, tetapi juga dagingnya

5 Satwa Terancam Punah yang Kerap Diburu untuk Dikonsumsi Pexels.com/Magda Ehlers

Ternyata, selain gadingnya yang marak diburu, gajah juga marak diburu untuk diambil dagingnya. Konsumsi daging gajah banyak dilakukan oleh masyarakat di beberapa wilayah Afrika. Permintaannya yang banyak dan harganya yang cukup mahal menjadikan perdagangan daging gajah menguntungkan secara ekonomi.

Selain di Afrika, konsumsi daging gajah juga terjadi di Asia, seperti di Thailand. Walaupun bukan makanan yang umum dikonsumsi, dilansir Phys, tapi mereka percaya jika daging gajah dapat meningkatkan gairah seksual.

Itu dia lima satwa terancam punah yang masih kerap diburu dan dikonsumsi. Upaya pelestarian satwa-satwa tersebut perlu diperketat untuk mencegah kepunahan mereka. Upaya pelestarian-pun tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi membutuhkan dukungan dari beragam pihak, termasuk kita. Jadi, yuk mari kita lestarikan satwa-satwa tersebut.

Baca Juga: 6 Satwa Endemik Australia Ini Jauh Menggemaskan dari Koala

Pradhipta Oktavianto Photo Writer Pradhipta Oktavianto

Seorang penulis random yang hobi mengembara dan mencintai alam

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya