Comscore Tracker

Krisis Mengintai, Pemanasan Global Akibatkan Volume Air Tanah Menyusut

Ancaman nyata bagi generasi manusia mendatang

Perubahan iklim dinilai telah mengubah wajah Planet Bumi dari yang dulunya kaya akan sumber daya alam, kini mulai langka. Para ilmuwan memperingatkan, dampak dari pemanasan global diketahui telah mengancam cadangan air tanah dunia.

Betapa tidak? Soalnya, kalau cadangan air tanah (groundwater) habis, Bumi membutuhkan waktu 100 tahun untuk mengembalikannya. Itu artinya, kalau masalah perubahan iklim ini tidak segera diatasi, maka anak cucu umat manusia di masa mendatang, bakal mengalami krisis air.

1. Daerah dengan cuaca panas menjadi yang paling terdampak

Krisis Mengintai, Pemanasan Global Akibatkan Volume Air Tanah Menyusutun.org

Dalam sebuah paper yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Climate Change, sekelompok tim gabungan peneliti internasional mengungkapkan, air tawar yang disimpan di bawah tanah dan yang ada di antara bebatuan, diketahui membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons perubahan suhu daripada air yang ada permukaan (surface water).

Masih menurut para peneliti, umat manusia sekarang ini bergantung pada curah hujan untuk menjaga persediaan air tanah. Itu artinya, daerah-daerah yang memiliki cuaca lebih panas sekaligus sedikit curah hujannya, bakal mengalami krisis air di masa depan.

2. Bom waktu krisis air

Krisis Mengintai, Pemanasan Global Akibatkan Volume Air Tanah Menyusutconserve-energy-future.com

Salah seorang peneliti dari Cardiff University Dr Mark Cuthbert mengatakan, hanya setengah dari aliran air tanah di Planet Bumi yang baru merespons penuh perubahan iklim tersebut. Untuk beradaptasi dengan meningkatnya suhu, sistem air yang ada di bawah tanah membutuhkan waktu 100 tahun lamanya untuk menjadi seimbang lagi.

"Ini artinya, di banyak belahan dunia, perubahan aliran air tanah akibat perubahan iklim ini memiliki dampak yang sangat panjang. Ini dapat digambarkan sebagai bom waktu bagi lingkungan," papar Dr Mark Cuthbert, seperti yang dikutip dari Science Alert.

"Soalnya, setiap perubahan iklim yang terjadi sekarang ini, akan berpengaruh pada persediaan air di masa mendatang. Kalau itu terjadi, maka umat manusia hanya akan bergantung pada air sungai dan lahan basah."

Baca Juga: 10 Hal Kecil Ini Bisa Kamu Lakukan untuk Hentikan Pemanasan Global

3. Sumber daya penting yang terlupakan

Krisis Mengintai, Pemanasan Global Akibatkan Volume Air Tanah Menyusutgroundwater.org

Sementara itu, di beberapa tempat dengan cuaca yang benar-benar panas seperti di Gurun Sahara, sistem air bawah tanah di sana diketahui masih berjuang untuk merespons perubahan iklim yang mula-mula terjadi pada 10 ribu tahun yang lalu! Ketika itu, Gurun Sahara diketahui masih menjadi daerah yang jauh lebih basah.

"Air tanah tidak terlihat dan tidak terpikirkan, sumber daya penting ini tersembunyi, sehingga tidak dipikirkan orang banyak. Namun ini (air) jelas menopang produksi pangan global," ungkap Dr Mark Cuthbert kepada AFP.

4. Berupaya melestarikan air dengan lebih baik

Krisis Mengintai, Pemanasan Global Akibatkan Volume Air Tanah Menyusutflickr.com/ Nicolás Boullosa

Oleh sebab itu, Dr Mark Cuthbert dengan rekan-rekan ilmuwannya, memperingatkan kalau perubahan iklim ini jelas merupakan ancaman nyata bagi umat manusia di masa depan. Itu artinya, manusia generasi sekarang harus bersiap beradaptasi dengan meningkatnya suhu. Jika tidak, generasi seabad mendatang bakal mengalami krisis air dari perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Para ilmuwan sendiri telah mengetahui bahwa cadangan air tanah Planet Bumi saat ini sudah kesulitan memenuhi permintaan air global. Bahkan, sambung Dr Mark Cuthbert, seandainya tidak terjadi perubahan iklim, umat manusia wajib berupaya melestarikan persediaan air, lebih baik lagi daripada yang dilakukan saat ini.

"Sangat penting bahwa potensi dari dampak krisis air yang tersembunyi ini diakui, dengan mengembangkan kebijakan pengelolaan air atau strategi adaptasi perubahan iklim untuk generasi mendatang," tegas Dr Mark Cuthbert.

Baca Juga: Karena Perubahan Iklim, Ribuan Murid di Australia Mogok Sekolah

Rangga Putra Photo Verified Writer Rangga Putra

Lahir di Kota Pahlawan Surabaya dan besar di Kota Santri Gresik. Suka Bismillah dan Alhamdulillah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya