Comscore Tracker

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry Syndrome

#IDNTimesScience Jangan sepelekan kejang pada kucingmu!

Kucing banyak dijadikan sebagai hewan kesayangan. Tingkahnya yang menggemaskan dan wajah yang lucu banyak menarik perhatian para penyayang hewan untuk memelihara makhluk yang satu ini.

Sebagaimana hewan pada umumnya, kucing juga bisa mengalami sakit. Beberapa kucing dapat mengalami kejang secara mendadak ketika mendengar bunyi-bunyi tertentu seperti gejala Tom and Jerry Syndrome. Buat kamu yang belum tahu tentang Tom and Jerry Syndrome, berikut penjelasannya.

1. Apa itu Tom and Jerry Syndrome?

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry SyndromeTokoh kartun Tom and Jerry (wallpapercave.com)

Dilansir International Cat Care, Tom and Jerry Syndrome atau Feline Audiogenic Reflex Seizures (FARS) adalah suatu refleks yang terjadi akibat stimulus suara (audio) yang bernada tinggi. Istilah Tom and Jerry Syndrome didapat dari karakter Tom dari kartun Tom and Jerry yang punya refleks terkejut yang kuat dan sering bereaksi terhadap hentakan suara.

Kucing yang menderita Tom and Jerry Syndrome bisa sangat terkejut hingga mengalami kejang ketika mendengar suara yang bernada tinggi secara tiba-tiba. Jika kejang berlanjut, kemungkinannya bisa fatal.

2. Usia dan genetik adalah penyebab utama Tom and Jerry Syndrome

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry Syndromeilustrasi kucing tua (unsplash.com/Jacco Rienks)

Alasan Tom and Jerry Syndrome ini muncul masih belum jelas penyebabnya. Namun, sebagaimana dilansir ABCD, kondisi ini banyak ditemui pada kucing senior yang berusia 15 tahun ke atas dan kucing dengan ras tertentu, seperti Birman.

Berdasarkan hasil penelitian dari Lowrie, dkk., 2016 yang dimuat dalam Journal of Feline Medicine and Surgery, setengah dari jumlah kucing yang diteliti ternyata tuli, baik total atau parsial. Kondisi tuli ini diduga berkaitan dengan proses penuaan yang dialami kucing tersebut. Seiring bertambahnya usia, maka kemampuan mendengar akan berkurang.

Umumnya, kemampuan mendengar suara bernada rendah akan hilang terlebih dahulu, sehingga suara bernada tinggi akan memicu munculnya refleks terkejut hingga kejang yang disebut dengan Tom and Jerry Syndrome ini.

Baca Juga: 5 Perlakuan Manusia pada Kucing yang Sering Dibenci Kucing, Yuk Sadar!

3. Beberapa jenis bunyi dapat memicu kejang

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry Syndromeilustrasi koin yang jatuh ke lantai (pexels.com/Joey Kyber)

Majalah Science dan International Cat Care melansir, suara pemicu terjadinya kejang sangat bervariasi antar individu kucing. Contoh suara tersebut antara lain bunyi koin atau kunci yang jatuh, suara paku yang dipukul dengan palu, suara meremat kertas atau tas plastik, hingga suara ketikan pada keyboard komputer atau mouse.

Jika pemilik mengamati kucingnya sering terkejut dengan suara-suara tersebut, sebaiknya segera diperiksakan, ya!

4. Kejang seperti apa yang terlihat pada kucing yang menderita Tom and Jerry Syndrome?

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry Syndromeilustrasi kucing kejang (Pexels.com/Ivan Babydov)

International Cat Care melansir, ada tiga jenis kejang yang ditemui pada Tom and Jerry Syndrome, yaitu Generalised Tonic-Clonic Seizures (GTCSs) atau kejang jenis ‘klasik’, myoclonic seizures, dan absence seizures.

Myoclonic seizures ditemui pada 95% kasus Tom and Jerry Syndrome. Kejang ini dicirikan dengan adanya hentakan otot singkat yang sifatnya involunter, biasanya hanya berlangsung beberapa detik dan kucing akan cepat kembali sadar begitu kejang selesai.

5. Penanganan Tom and Jerry Syndrome

Kejang pada Kucing yang Berumur, Kenali Gejala Tom and Jerry Syndromeilustrasi kucing diperiksa oleh dokter hewan (pexels.com/Gustavo Fring)

Pemilik kucing yang baik akan selalu memperhatikan perubahan-perubahan sekecil apapun pada hewan kesayangannya. Jika kucingmu mengalami gejala yang dicurigai sebagai Tom and Jerry Syndrome, segera periksakan ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan analisis yang lebih akurat dan pengobatan yang tepat.

Mengobati sendiri tanpa dasar ilmu yang tepat justru akan membahayakan nyawa kucing. Bukannya sembuh, bisa jadi malah memperparah kondisinya.

Itulah sekilas tentang Tom and Jerry Syndrome. Lumayan, ada ilmu baru lagi, nih!

Baca Juga: 6 Fungsi Kumis Kucing, Jangan Dipotong Ya Demi Kelangsungan Hidupnya

Ratna Kurnia Ramadhani Photo Verified Writer Ratna Kurnia Ramadhani

Manusya mriga satwa sewaka.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya