Comscore Tracker

Menurut Penelitian, Risiko Perceraian Bisa Bermula di Lingkungan Kerja

Wah, kondisi yang wajib diwaspadai di lingkungan kerja nih

Bekerja diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi yang telah berumah tangga, baik suami ataupun istri, memiliki hak yang sama untuk bekerja sesuai dengan kesepakatan keduanya.

Namun siapa sangka, menurut penelitian yang dilakukan dengan mengambil contoh Negara Denmark, terdapat fakta bahwa faktor yang ada di lingkungan kerja di bawah ini dapat meningkatkan risiko perceraian.

1. Sekitar 100.000 pasangan di Denmark bercerai

Menurut Penelitian, Risiko Perceraian Bisa Bermula di Lingkungan Kerjacrispinrhodes.co.uk

Dari penelitian yang dilakukan di Negara Denmark, mengumpulkan data untuk semua pasangan lawan jenis kelamin yang menikah antara 1981 dan 2002 beserta data pekerjaan mereka, sekitar 100.000 dari pasangan itu telah bercerai.

2. Pria lebih mudah timbul perceraian di dalam rumah tangganya

Menurut Penelitian, Risiko Perceraian Bisa Bermula di Lingkungan Kerjapexels/Nathan Cowley

Dari yang dilaporkan di Biology Letters, disebutkan bahwa pria yang bekerja hampir secara eksklusif dengan wanita sekitar 15 persen lebih mungkin bercerai dibandingkan pria yang kebanyakan bekerja dengan pria lain. Sedangkan untuk wanita yang berkerja dengan pria lain memiliki prosentase 10 persen lebih mungkin bercerai.

Baca Juga: Penelitian Membuktikan Hampir Setengah Temanmu Tidak Menyukaimu

3. Efek lebih terlihat pada pria yang berpendidikan tinggi

Menurut Penelitian, Risiko Perceraian Bisa Bermula di Lingkungan Kerjapixabay/Tumisu

Selain faktor yang disebutkan pada poin 2, pria yang berpendidikan tinggi juga lebih beresiko dua kali lipat bercerai dibandingkan dengan rekan kerja sebaya mereka yang berpendidikan lebih rendah di dalam lingkup pernikahan dan lingkungan kerja yang sebanding.

4. Rekan kerja lawan jenis meningkatkan risiko perceraian

Menurut Penelitian, Risiko Perceraian Bisa Bermula di Lingkungan Kerjapexels/rawpixel.com

Mungkin tidak mengherankan, menurut catatan peneliti, kondisi kerja dimana rekan kerja yang kebanyakan masih muda, rendahnya rekan kerja yang berumur, memiliki banyak kesempatan untuk bersosialisasi dengan lawan jenis di tempat kerja dapat berkontribusi terhadap ketidakstabilan pernikahan.

Namun semua kembali lagi ke individu masing-masing. Jika pernikahan didasari oleh tanggung jawab dan kesetiaan yang tinggi, pasti tak akan terpengaruh oleh kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas.

Baca Juga: Meski Beda Bidang, Ini 5 Alasan Pentingnya Pahami Profesi Pasangan

Retno YC Photo Writer Retno YC

Dare to write

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya