Comscore Tracker

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!

Adanya di Mars

Gunung sering menjadi tempat pilihan untuk berlibur ataupun sekadar melakukan hobi mendaki. Di Indonesia sendiri banyak sekali gunung untuk didaki, mulai dari yang rendah sampai yang tertinggi di Puncak Jaya Wijaya.

Selain Jaya Wijaya, masih banyak lagi gunung yang lebih tinggi seperti Puncak Everest di Pegunungan Himalaya. Siapa sangka puncak tertinggi bumi itu belum ada apa-apanya ketimbang Olympus Mons di planet Mars. Seperti apakah perawakan gunung tertinggi di Tata Surya itu?

1. Terletak di Mars

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!asu.edu

Jangan besar kepala dulu jika mengira Bumi punya puncak gunung tertinggi. Ternyata "Tetangga Sebelah" justru punya banyak sekali gunung-gunung raksasa yang salah satunya merupakan gunung tertinggi di Tata Surya kita.

2. Tertinggi di Tata Surya (22.000 meter)

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!buzzle

Dilansir dari space.com, ketinggian Olympus Mons mencapai 22.000 meter atau 22km dari permukaan planet Mars. Itu melebih ketinggian Puncak Everest yang berada pada ketinggian 8.800 mdpl dan juga total ketinggian Mauna Kea yang jika diukur dari dasar laut bisa mencapai 10.000 meter.

3. Selain tinggi, Olympus Mons juga sangat luas

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!mars.jpl.nasa.gov

Tidak hanya memiliki puncak yang sangat tinggi, Olympus Mons juga punya cakupan wilayah yang sangat luas. Bentangan gunung ini saja bisa mencapai 600 km. Luas Olmypus Mons diperkirakan mencapai 295.254 kilometer persegi, hampir setara dengan negara bagian Arizona di Amerika Serikat, dilansir dari universavvy.com.

Baca Juga: 8 Kemiripan Nyata Bumi dan Mars, Apakah Kamu Ingin Pindah Planet?

4. Mengapa bisa terbentuk menjadi raksasa?

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!buzzle.com

Di permukaan bumi, kerak atau lempeng tektonik yang berada di atas titik panas bumi bergerak di atasnya. Pergerakan ini menciptakan deretan pegunungan api seperti yang terjadi pada gunung-gunung api di Kepulauan Hawaii.

Berbeda dengan di Bumi, pergerakan lempeng tektonik di Mars sangatlah lamban. Hal itu menyebabkan aliran lahar terus terakumulasi di wilayah yang sama dan meluap ke permukaan yang sama pula selama jutaan tahun. Proses yang telah sejak lama itu menciptakan gunung yang benar-benar besar, dilansir dari universavvy.com.

5. Ternyata Mars adalah rumah bagi gunung-gunung raksasa

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!livingnorth.com

Tidak hanya Olympus Mons, ternyata Mars juga punya lusinan gunung raksasa lainnya. Dilansir dari universavvy.com, hal ini terjadi akibat karakteristik lempeng planet Mars yang pergerakannya sangatlah lamban. Selain itu, gravitasi yang rendah pada planet merah ini membuat Mars menjadi lahan yang subur untuk menciptakan gunung-gunung raksasa lainnya.

6. Letusan besar terakhirnya 25 juta tahun lalu

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!volcanocafe.org

Para ilmuwan memperkirakan bahwa terakhir kali Olympus Mons meletuskan lavanya ke permukaan Mars adalah antara 20 hingga 200 juta tahun yang lalu, dilansir dari businessinsider.com. Itu sekitar waktu yang sama ketika dinosaurus menjelajahi Bumi.

7. Bagaimana jika Olympus Mons "hidup" kembali dan meletuskan isinya?

Gunung Tertinggi di Tata Surya Ternyata Bukan di Bumi, Everest Kalah!Getty Images

Beberapa ilmuwan berpikir bahwa letusan terakhir di Olympus Mons ini menandai "napas terakhir" aktivitas gunung berapi di Mars. Namun, ilmuwan lain percaya bahwa gunung berapi raksasa ini masih aktif meskipun sedang "tidur" selama jutaan tahun.

Jika suatu saat gunung ini mengalami letusan dahsyat tentunya akan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kondisi planet Mars. Kalau kamu berkesempatan untuk mendaki sampai ke puncaknya, maukah kamu?

Baca Juga: 8 Tempat Menarik di Mars Ini Akan Jadi Objek Wisata Hits Masa Depan

Topic:

  • Reza Mahendra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya