Comscore Tracker

Ternyata Ini Rerata Kecepatan Kentut Menyebar Setelah Ia Keluar Tubuh

Kalau kamu mau kentut, hitung-hitung dulu ya jaraknya

Buang angin atau yang biasa disebut kentut mungkin merupakan hal kecil yang tidak penting bagi manusia. Tetapi tanpa kamu ketahui, ada satu spesies di bumi ini yang menggunakan kentut sebagai alat komunikasi. Spesies itu adalah Ikan Herring. Ikan Herring mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi dalam bentuk kentut untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya di dalam gelap. Ya, untuk setidaknya satu spesies, kentut adalah alat komunikasi. 

Terlepas dari itu, ada fakta sains unik terkait kecepatan kentut serta beberapa faktanya pada manusia. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa ulasan di antaranya!

1. Manusia bisa kentut 10-20 kali sehari

Ternyata Ini Rerata Kecepatan Kentut Menyebar Setelah Ia Keluar Tubuhabcnews.com

Mungkin kita tidak menggunakan kentut untuk berkomunikasi seperti ikan Herring. Tapi semua orang, mulai dari selebriti dengan hidup mewahnya serta politikus yang terlihat serius, pasti melakukan kegiatan ini. Faktanya, rata-rata orang kentut antara 10 dan 20 kali dalam sehari lho!

2. Kentut mengandung 5 bahan utama

Ternyata Ini Rerata Kecepatan Kentut Menyebar Setelah Ia Keluar Tubuhchemistryworld.com

Kentut adalah campuran dari udara yang terhirup dan bakteri yang berfermentasi di usus. Gas seperti nitrogen (59 persen), hidrogen (21 persen), karbon dioksida (9 persen), metana (7 persen) dan oksigen (4 persen) - bergabung menciptakan suatu gas yang mudah terbakar.

Kentut memiliki massa yang lebih berat daripada udara dan karena adanya hidrogen sulfida, maka kentut mengandung aroma yang terkadang mengingatkan kita pada telur busuk. Meski begitu, semua kentut tidak berbau sama, karena dipengaruhi berbagai jumlah bakteri dan ragi dalam sistem pencernaan setiap orang

Baca Juga: Ingin Terbebas dari Kentut Bau Busuk? Kenali 6 Penyebab Utamanya Ini!

3. Kentut dikabarkan bisa menyebar secepat 3 meter per detik

Ternyata Ini Rerata Kecepatan Kentut Menyebar Setelah Ia Keluar Tubuhfarthub.com

Beberapa sumber penelitian menyatakan bahwa kentut bisa melakukan perjalanan rata-rata sebanyak 3 meter per detik, atau hampir 11km per jam. Namun, penelitian untuk benar-benar menghitung kecepatan kentut masih sulit untuk dilakukan.

Hal ini dikarenakan kalau kita ingin menghitung kecepatan kentut, teori kinetik gas akan menjadi pedoman yang berguna. Semua gas - termasuk yang keluar dari tubuh saat kentut - memiliki sifat makroskopis, yang mencakup suhu serta tekanan, yang terkait dengan gerakan molekuler.

Ketika gas berada pada suhu dan volume yang sama, mereka akan memberikan tekanan yang sama terhadap wadahnya. Dan, semakin besar suhu gas, semakin banyak energi kinetik yang dimilikinya. Ini karena atom yang dipanaskan bergerak lebih cepat daripada atom yang didinginkan. Dengan memperhitungkan suhu, tekanan, dan energi kinetik molekul, teori gas kinetik bisa memprediksi kecepatan gas.

Perlu diingat kalau susunan molekul dari berbagai gas menyebabkan mereka memiliki kecepatan yang berbeda. Menghitung kecepatan kentut tidak hanya harus menghitung kecepatan metana, tetapi juga karbon dioksida dan hidrogen sulfida

4. Komposisi dari kentut membuatnya agak sulit dihitung

Ternyata Ini Rerata Kecepatan Kentut Menyebar Setelah Ia Keluar Tubuhrd.com

Mengukur kecepatan kentut agak sulit karena banyaknya variabel. Salah satunya adalah komposisi gas itu sendiri, yang bisa bervariasi berdasarkan makanan setiap orang. Hal ini berarti perhitungannya akan berubah untuk setiap kentut. 

Pada akhirnya, mungkin lebih mudah untuk mengukur suara kentut daripada kecepatannya. Kalau kamu benar-benar ingin membuat temanmu terkesan dengan kentutmu, bandingkan kentutmu dengan kecepatan suara yaitu 343 meter per detik. Kecuali kalau kamu memang ingin meneliti kentutmu sendiri, sulit memastikan apakah kentutmu merupakan salah satu kentut yang bisa 'ngebut' atau tidak.

Baca Juga: Berapa Kali Kentut yang Dianggap Sehat dalam Sehari? Coba Hitung Deh!

Topic:

  • Ribka Eleazar Handoyo
  • Bayu D. Wicaksono

Just For You