Comscore Tracker

Berdasarkan Sebuah Studi Ternyata Kebahagiaan Bisa Dibeli, Kok Bisa?

#ANGPOIN Beli skincare koriya biasanya bikin stres ilang~

Kita pasti sering mendengar sebuah pepatah kuno yang berbunyi "Uang tidak bisa membeli kebahagiaan". Namun sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 6.000 responden dari berbagai negara ternyata berhasil mematahkan anggapan tersebut lho.

Melalui studi ini para peneliti menemukan kesimpulan bahwa ternyata uang bisa membeli kebahagiaan. Bagaimana penjelasan lengkapnya?

1. Ketika kita menyisihkan uang demi 'membebaskan' diri, maka tingkat kepuasan hidup akan bertambah

Berdasarkan Sebuah Studi Ternyata Kebahagiaan Bisa Dibeli, Kok Bisa?unsplash.com/rawpixel

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di University of British Columbia dan Harvard Business School. Mereka menemukan fakta bahwa menggunakan uang untuk membeli 'waktu bebas' agar terhindar dari kegiatan yang tidak kita sukai, seperti membayar untuk pembantu rumah tangga untuk membersihkan rumah dan memasak, akan meningkatkan kepuasan hidup yang lebih besar.

Asisten profesor Ashley Whillans dari Harvard Business School menjelaskan tentang kemungkinan besar prasangka sifat malas yang akan diterima seseorang ketika mereka menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan rumahnya.

Namun para peniliti menemukan hasil yang tidak terduga, "Hasil kami menunjukkan bahwa 'pembelian' waktu bebas dengan menyewa tenaga orang lain, membuat kita jauh lebih bahagia daripada memilih untuk menyimpan uang dan mengerjakan hal yang sebenarnya tidak kita sukai."

2. Studi tersebut dilakukan dengan melibatkan responden dari berbagai negara

Berdasarkan Sebuah Studi Ternyata Kebahagiaan Bisa Dibeli, Kok Bisa?unsplash.com/Azamat Kinzhitaev

Para peneliti mensurvei lebih dari 6.000 orang dewasa di Amerika Serikat, Denmark, Kanada, dan Belanda. Responden ditanya tentang apa saja dan berapa banyak pengeluaran yang mereka habiskan setiap bulannya. Mereka juga menilai kepuasan hidup dan menjawab pertanyaan tentang perasaan stres mengenai waktu luang sendiri (me time).

Partisipan yang menghabiskan uang untuk menghemat waktu dan membeli waktu melaporkan kepuasan hidup yang lebih besar, yang menciptakan kebahagiaan tersendiri bagi keseharian dalam hidup mereka. 

3. Kondisi ini ternyata gak cuma berlaku buat individu yang memiliki pendapatan besar saja lho

Berdasarkan Sebuah Studi Ternyata Kebahagiaan Bisa Dibeli, Kok Bisa?unsplash.com/Kevin Grieve

Meskipun perilaku seperti  ini identik dengan kebiasaan hidup orang kaya yang dengan mudah mengeluarkan uang demi kenyamanan, nyatanya melalui penelitian tadi hal ini juga berlaku buat semua orang dari berbagai lapisan ekonomi. "Manfaat membeli waktu tidak hanya untuk orang kaya," kata profesor psikologi UBC dan penulis senior studi itu, Elizabeth Dunn.

"Kami pikir efeknya mungkin hanya bertahan untuk orang-orang dengan pendapatan besar, yang dapat membuat sedikit uanganya berkurang. Namun ternyata hasilnya pun mengejutkan, kami menemukan efek yang sama di berbagai golongan pendapatan." Jelasnya lebih lengkap, seperti yang dikutip dari news.ubc.ca.

Jadi, kalau menurut kalian kepuasan hidup yang dihasilkan dari studi seperti di atas tadi bisa dikategorikan sebagai salah satu kebahagiaan yang nyata gak nih?

Baca Juga: Menarik, 5 Studi Ilmiah Tentang Cinta Ini Kamu Harus Tahu!

SA Photo Community Writer SA

Just do it

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You