Comscore Tracker

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia II

Kumpulan taktik yang sempurna untuk mengalahkan Sekutu

Ketika Perang Dunia II dimulai, Nazi Jerman memiliki elemen kejutan yang tak terbayangkan. Nazi telah menyiapkan perang ini selama bertahun-tahun sementara negara-negara Sekutu tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jerman pada saat itu.

Adolf Hitler tidak akan pernah memulai kampanye militer jika tahu kalau ia akan menemui kegagalan. Jerman sudah memegang momentum ketika perang dimulai, tetapi keputusan yang dibuat Hitler di sepanjang perang malah mengubah keuntungan tersebut menjadi kerugian.

Nazi bisa saja memenangkan perang jika mereka membuat keputusan-keputusan ini secara berbeda. Berikut 10 cara yang seharusnya dilakukan oleh Nazi untuk memenangkan Perang Dunia II.

1. Tidak melakukan Holocaust

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIintellectualtakeout.org

Dikutip dari History, Holocaust adalah penyiksaan sistematis dan pembunuhan enam juta orang Yahudi di bawah rezim Nazi. Pembantaian ini dianggap sebagai kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Nazi selama perang dunia.

Pembunuhan orang-orang Yahudi yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak, berhasil menggambarkan Adolf Hitler sebagai diktator kejam dengan naluri binatang. Citra ini berhasil membuat Sekutu melakukan mobilisasi militer besar-besaran untuk melawan Jerman.

Selain itu, Hitler menyia-nyiakan banyak sumber daya manusia dan material hanya untuk melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi ini.

Jika Hitler menahan diri untuk tidak melakukan kekejaman seperti itu, akan jauh lebih sulit bagi negara-negara Sekutu untuk memobilisasi serangan militer besar-besaran untuk menghadapinya dan akhirnya menjatuhkan Reich Ketiga.

2. Jerman tidak menyatakan perang terhadap Amerika Serikat

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIpinterest.com

Selama Perang Dunia II, salah satu kesalahan terbesar Jerman adalah menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Jika Jerman lebih berhati-hati dalam hal ini, ada kemungkinan bahwa Amerika tidak akan secara resmi menyatakan perang terhadap Jerman.

Beberapa sejarawan juga setuju bahwa meskipun Jerman dan Amerika secara tidak resmi berperang, Amerika mungkin tidak ingin berkontribusi penuh pada perang di Front Eropa jika Jerman tidak secara tegas menyatakan perang terhadap mereka.

Untuk alasan yang sama, Operasi Torch — invasi Sekutu ke Afrika Utara (yang sedang berada di bawah kendali blok Poros), mungkin akan berjalan dengan partisipasi yang minimal dari Amerika, sehingga Jerman akan memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi mereka  di kemudian hari .

3. Jerman menyerbu Inggris, bukan Uni Soviet

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIthetrumpet.com

Invasi Jerman ke Uni Soviet pada tahun 1941 adalah sebuah blunder yang mengawali kehancuran kampanye militer Hitler. Hitler mengirim 4,5 juta pasukan untuk menyerang negara yang telah menandatangani pakta non-agresi dengannya. Ini adalah kesalahan fatal, karena Inggris, musuh terbesar Jerman, hampir tidak berdaya pada waktu itu.

Menyusul kekalahan Prancis, Inggris membuat keputusan pragmatis untuk menarik tentaranya dari Prancis karena serangan darat dan udara yang intensif dari Jerman. Ketika pasukan Inggris mundur, mereka harus meninggalkan sebagian besar persenjataan berat mereka.

Dilansir dari National Interest, pada saat Jerman menginvasi Uni Soviet, Angkatan Darat Inggris kekurangan persenjataan berat dan transportasi motor. Mereka juga tidak memiliki konsep dan pengalaman operasional untuk melawan invasi Jerman.

Hitler membuat kesalahan yang mahal karena tidak pergi untuk menghancurkan Inggris. Sebagai gantinya, ia malah memilih untuk menyerang Uni Soviet. Keputusan ini jelas akan mengurangi tekanan terhadap Inggris, dan memungkinkan mereka untuk memobilisasi pasukan militernya untuk terus memerangi Jerman selama Perang Dunia II.

Invasi Uni Soviet menciptakan lompatan besar dalam mesin militer Jerman karena Hitler tidak bersiap untuk perang musim dingin di wilayah Soviet. Setelahnya, pasukan Jerman tidak pernah pulih dari serangan balasan musim dingin Soviet. Pada akhir 1942, Jerman bertempur secara defensif di Uni Soviet.

4. Jerman tidak menyerang Yunani

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IImoderndiplomacy.eu

Hitler percaya bahwa jika pasukan Nazi menginvasi Uni Soviet pada Mei 1941, dia akan berhasil menyerbu Moskow sebelum musim dingin tiba. Beberapa sejarawan juga setuju bahwa rencana Hitler bisa berhasl secara akurat jika Jerman tidak menginvasi Yunani.

Menyusul kekalahan memalukan Italia di Yunani, Hitler memutuskan untuk membantu Italia dengan menginvasi Yunani. Para sejarawan percaya bahwa invasi ke Yunani malah menunda invasi Nazi ke Uni Soviet selama enam minggu.

Jika Hitler tidak memasuki Yunani pada bulan April 1941, ada kemungkinan bahwa serangan terhadap Uni Soviet akan terjadi lebih awal, dan Moskow akan jatuh ke tangan Nazi sebelum musim dingin tiba.

5. Jerman berkoordinasi dengan Jepang untuk menginvasi Uni Soviet

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIflickr.com

Jerman melakukan kesalahan serius dengan menginvasi Uni Soviet sendirian, ketika mereka bisa berkoordinasi dengan Jepang dan memaksa Soviet untuk berperang di dua front.

Salah satu alasan mengapa serangan balasan musim dingin Soviet berhasil — yang hanya beberapa kilometer dari kota Moskow — adalah bahwa Soviet mampu memperkuat militer mereka dengan divisi yang lengkap dan terlatih dari Siberia.

Pasukan yang "baru datang" ini berhasil mengusir tentara Jerman yang sedang kewalahan karena menghadapi musim dingin di wilayah Soviet. Jika Hitler berkoordinasi dengan Jepang selama kampanye Soviet, berikut skenario yang paling mungkin: ketika tentara Jerman maju dari barat, Jepang akan menginvasi Uni Soviet dari timur.

Jepang akan menyerang bala bantuan militer dari Siberia, dan melancarkan serangan Jerman ke kota Moskow. Jika Jerman dan Jepang menginvasi Uni Soviet secara bersamaan, Soviet tidak akan memiliki waktu untuk mempersiapkan pasukan sukarelawan dan membuat pertahanan di sekitar kota-kota pentingnya.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik tentang Joseph Stalin, Diktator dari Uni Soviet

6. Hitler tidak menghentikan pengejaran pasukan Sekutu di Dunkirk

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IItwitter.com

Pada bulan Mei 1940, unit infanteri Jerman dan beberapa divisi tank mengejar 350.000 tentara Inggris sampai ke Dunkirk. Divisi tank Panzer sudah mengelilingi pasukan Inggris, sementara Luftwaffe (angkatan udara Jerman) melakukan serangan pengeboman tanpa ampun pada pasukan yang terjebak di pantai Dunkirk.

Tiba-tiba, Hitler memberi perintah Halt Order, daripada membiarkan tank-tank Panzer untuk menghancurkan Pasukan Ekspedisi Inggris (BEF). Hitler juga malah memerintahkan unit-unit infantri yang bergerak lambat untuk menggantikan pekerjaan Panzer.

Komando militer Inggris memanfaatkan kesalahan Hitler dan mengerahkan semua kapal yang ada, mulai dari kapal pesiar, perahu nelayan, perahu dayung, dan sekoci untuk mengevakuasi BEF. Akhirnya, hanya 40.000 tentara Inggris yang berhasil ditangkap oleh Jerman.

Jika Hitler membiarkan divisi Panzer melanjutkan pengejaran mereka, Jerman bisa saja menangkap lebih banyak pasukan Inggris secara signifikan, dan Inggris mungkin akan menyerah pada awal perang, sama seperti Prancis.

7. Hitler tidak memerintahkan pemboman ke kota-kota Inggris

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IImentalfloss.com

Kampanye pengeboman Jerman di Inggris, awalnya terbatas pada target militer dan industri, yang bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Inggris untuk mempertahankan diri. Bahkan, Jerman membuat keuntungan yang luar biasa dalam pengeboman instalasi militer, terutama angkatan udara Inggris dan lapangan udara mereka.

Ketika Angkatan Udara Kerajaan (RAF) meluncurkan serangan pembalasan ke Berlin, Hitler kehilangan kesabaran dan mengabaikan kemajuan signifikan yang telah dibuat oleh Luftwaffe.

Pada bulan September 1940, beberapa lapangan terbang dan pangkalan angkatan udara Inggris sudah dihancurkan, dan Hitler malah mengalihkan pengeboman ke kota-kota besar di Inggris.

RAF mendapat keuntungan ketika Hitler memberikan kelonggaran dan memerintahkan pesawat tempur Jerman untuk membombardir kota-kota Inggris, terutama London. Hal ini memberi RAF cukup waktu untuk memperbaiki lapangan terbang mereka dan pangkalannya, serta kembali bertempur dengan kemampuan penuh.

8. Jerman tidak bertempur di dua Front Eropa

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIthoughtco.com

Keterlibatan Jerman dalam pertempuran di dua front Eropa memainkan peran penting dalam kekalahan mereka. Nazi berperang melawan Inggris dan Amerika di barat, sementara mereka bertempur melawan Uni Soviet di timur. Keputusan ini terbukti menjadi kesalahan fatal yang berdampak pada kekalahan Jerman.

Jika Nazi bertempur di satu front pada satu waktu, jalannya perang mungkin bisa berbeda. Invasi pada 22 Juni 1941 ke Uni Soviet mengubah pertempuran satu front melawan Inggris yang telah lelah menjadi dua front. Front Timur menyerap sekitar tiga perempat tentara Jerman dan memakan dua pertiga dari keseluruhan korban Jerman.

Banyak sejarawan bertanya-tanya mengapa Hitler melakukan kesalahan fatal dengan menginvasi Uni Soviet ketika Inggris belum benar-benar menyerah. Jika Hitler menyerbu Inggris dan menunggu dengan sabar sebelum pindah ke Front Timur, ia akan mampu mempertahankan perang dan berfokus di satu front.

Ketika Inggris dikalahkan, hampir tidak mungkin bagi Amerika untuk memiliki basis operasional di Eropa. Bahkan hal itu akan membeli Jerman cukup waktu untuk mencari cara untuk menaklukkan Amerika Serikat.

Pengalihan sumber daya militer Hitler ke Uni Soviet memberi Inggris cukup waktu untuk membangun kembali kekuatan militer mereka, dan memungkinkan Amerika untuk mendapatkan benteng di Front Barat.

Jika Hitler lebih berhati-hati dan membatasi perang dengan satu front dalam satu waktu, ada kemungkinan bahwa Perang Dunia II akan dimenangkan oleh Jerman.

Selain itu, para sejarawan percaya bahwa jika Hitler tidak melanggar pakta non-agresi dengan Soviet, dia bisa menjadikan Stalin sebagai sekutu dan bisa memaksimalkan kekuatan Poros.

9. Hitler tidak mengubah strategi pertempuran yang sudah dibuat oleh komandan perangnya

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IIlepoint.fr

Campur tangan Hitler dengan strategi pertempuran Jerman nyatanya malah menyebabkan lebih banyak kerusakan di akhir perang. Dia mengambil alih tugas jendralnya di Front Timur, dan mengambil alih komando operasional harian dari tentara yang berperang di sana.

Lebih buruk lagi, Hitler tidak pernah mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandangnya sendiri. Dia mengeluarkan perintah berdasarkan persepsinya tentang realitas. Dari markas besarnya di Jerman, Hitler mengarahkan pergerakan divisi individu di Front Timur menggunakan informasi lama.

Di lansir dari History Place, Hitler mememerintahkan pasukan Jerman untuk bertahan di Moskow dan menentang saran dari para perwira militernya di lapangan. Keputusan ini menyebabkan kematian satu juta tentara Jerman.

Selain itu, beberapa sejarawan percaya bahwa keberhasilan invasi Sekutu ke Normandia bukan hanya karena jumlah pasukan dan teknologi militer yang mereka miliki. Penolakan Hitler untuk mendengarkan nasihat dari komandan perangnya juga memainkan peran utama dalam kekalahan pasukan Jerman di Prancis.

10. Jerman lebih bersabar dan mempersiapkan diri sebelum memulai perang dunia

10 Cara yang Bisa Dilakukan Nazi untuk Menangkan Perang Dunia IInewsbomb.gr

Alasan utama mengapa Nazi kalah dalam perang adalah karena mereka memulai kampanye militer global sebelum sepenuhnya siap. Salah satu kekurangan dari keputusan ini adalah bahwa angkatan laut Jerman kurang siap untuk berperang dalam skala Perang Dunia II.

Sementara Amerika Serikat memiliki kapal induk dan beberapa kapal tempur, angkatan laut Jerman hanya bergantung pada U-boat. Setelah Perang Dunia I, Perjanjian Versailles melarang Jerman untuk membuat kekuatan militer dalam skala besar. Angkatan laut dan angkatan udara Jerman belum dibentuk sampai tahun 1935.

Anehnya, pada tahun 1939, Jerman sudah memulai perang dalam skala global, dan Hitler hanya memiliki sekitar empat tahun untuk mempersiapkannya. Jika saja dia menunggu satu dekade lebih lama, Jerman mungkin akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan kekuatan militer dalam skala besar sehingga bisa memenangkan perang.

Nah itu tadi 10 cara yang seharusnya dilakukan oleh Nazi untuk memenangkan Perang Dunia II. Bagaimana menurutmu, apakah Jerman bisa memenangkan Perang Dunia II jika melakukan keputusan-keputusan di atas?

Baca Juga: 5 Penyebab Mengapa Nazi Kalah Pada Perang Dunia II

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya