Comscore Tracker

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! 

Dari mendorong stabilitas ekonomi sampai kampanye anti-rokok

Sejarah umat manusia memang dipenuhi dengan diktator jahat yang memerintah melalui ketakutan dan kekerasan; sebuah momok bagi rakyatnya dan negara lain. Namun, layaknya jam yang rusak — sekalipun rusak dapat benar dua kali dalam sehari, beberapa diktator yang terkenal paling kejam pun pernah melakukan hal yang baik kepada rakyatnya.

Berikut 7 diktator kejam yang pernah melakukan hal baik untuk rakyatnya.

1. Rafael Trujillo mendorong stabilitas dan kemakmuran di negaranya

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! thoughtco.com

Rafael Trujillo naik ke tampuk kekuasaan Republik Dominika pada tahun 1930. Sejak saat itu, ia memerintah Dominika dengan tangan besi sampai ia dibunuh pada tahun 1961. Seperti semua diktator di dalam daftar ini, Trujillo adalah salah satu manusia terburuk yang pernah ada di dunia.

Menurut BBC, pasukan Trujillo akan menyiksa dan membunuh siapa saja yang menentangnya, lalu melemparkan mayatnya ke hiu. Pada tahun 1937, ia memerintahkan pembunuhan terhadap sekitar 20.000 warga Haiti yang tinggal di Republik Dominika.

Pasukan Trujillo menyebar di seluruh perbatasan, menyuruh para petani mengatakan kata "perejil" (peterseli), salah satu kata dari bahasa Spanyol yang sulit diucapkan. Siapa pun yang terdengar memiliki aksen Haiti saat mengucapkannya akan langsung dibunuh. Oleh karena itu peristiwa ini sering disebut sebagai Pembantaian Peterseli.

Namun saat masa pemerintahannya, setidaknya standar hidup dan sanitasi di Republik Dominika mengalami peningkatan. Selain itu, rezimnya juga membangun rumah sakit, jalan, dan sekolah. Selanjutnya, Trujillo melunasi semua utang, menjaga kestabilan mata uang di negaranya, dan membangun atau memperbaiki bandara dan gedung-gedung publik.

Lewat berbagai prestasinya ini, beberapa orang sampai mengatakan kalau Trujillo sangat kompeten dalam bisnis dan hebat dalam administrasi negara walau kejam dalam politik. Tak dapat disangkal kalau Trujillo telah membawa tingkat kedamaian dan kemakmuran yang belum pernah dinikmati oleh negara ini sebelumnya.

2. Augusto Pinochet masih memengaruhi ekonomi Chili sampai hari ini

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! demorgen.be

Selama masa pemerintahan Augusto Pinochet, lebih dari 3.000 orang secara permanen "menghilang." Melansir dari laman National Public Radio, rezimnya memenjarakan puluhan ribu orang dan menyiksa secara brutal setidaknya 28.000 orang yang dianggap musuh. Di antara mereka yang disiksa adalah presiden Chili tahun 2000-an, Michelle Bachelet dan ibunya.

Sebelum rezimnya, Chili diperintah oleh seorang presiden sosialis, Salvador Allende, di mana ekonomi stagnan dan inflasi mencapai 500 persen pada puncaknya. Pada tahun 1973, Pinochet — yang saat itu menjadi panglima militer Chili — melakukan kudeta berdarah yang didukung CIA untuk menggulingkan Allende.

Setelah naik ke tampuk kekuasaan, ia segera merekrut tim ekonom dari Universitas Chicago untuk mengembalikan stabilitas ekonomi Chili. Beberapa orang menyebutnya sebagai periode "Keajaiban Ekonomi Chili" terutama ketika inflasi turun dari 375 persen pada tahun 1975 menjadi 9,9 persen pada tahun 1982.

Pertumbuhan ekonomi yang terjadi memang menguntungkan sebagian besar kelas atas, sehingga meningkatkan kesenjangan pendapatan di Chili. Namun, pada akhirnya reformasi ekonomi Pinochet menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang menyeluruh dan stabil, yang terus bertahan sampai hari ini.

Baca Juga: Terkenal Kejam, 9 Diktator Ini Justru Dihormati Sebagai Pahlawan

3. Fidel Castro merevolusi sektor kesehatan dan pendidikan di Kuba

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! spokesman.com

Setelah mengambil alih kekuasaan pada tahun 1959, Fidel Castro mengubah Kuba menjadi kediktatoran satu partai, memasukkan puluhan ribu orang Kuba di pengasingan, mengeksekusi sejumlah pembangkang, dan melemparkan lebih banyak orang lagi ke penjara.

Amnesty International dan Human Rights Watch menggambarkan pemerintahannya sebagai salah satu pelanggaran HAM terburuk sepanjang sejarah. Namun ironisnya, prestasinya sebanding dengan teror yang telah ia buat.

Berdasarkan arsip dari Media Research Center, misalnya saja Amerika dan Kuba memiliki rata-rata harapan hidup yang sama, meskipun Amerika menghabiskan biaya 20 kali lebih banyak untuk perawatan kesehatan. Hal ini dapat dikaitkan dengan keberhasilan sistem kesehatan nasional Kuba yang diberlakukan oleh Castro.

Selain bidang kesehatan, ia juga berhasil memberantas buta huruf. Pada tahun 1959, hampir seperempat populasi orang dewasa Kuba buta huruf. Saat ini, hampir tidak ada orang dewasa di Kuba yang buta huruf.

Setelah Revolusi Kuba, rezim Castro memberikan tanah kepada para petani tak bertanah, menciptakan perumahan baru untuk menggantikan daerah kumuh, dan memperkenalkan sistem pendidikan universal. Kuba juga melakukan pekerjaan yang baik untuk siap siaga pada saat badai datang. Hasilnya berbicara sendiri.

Ketika Badai Gustav menghantam Kuba, tidak ada satu orang pun yang tewas. Badai yang sama kemudian menewaskan 26 orang di Louisiana, membuat diplomat Amerika, Wayne Smith, menyimpulkan bahwa "ada banyak hal yang dapat dipelajari Amerika Serikat dari sistem respon badai yang dimiliki Kuba".

4. Muammar Gaddafi membuat proyek irigasi terbesar di dunia

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! medium.com

Muammar Gaddafi mengambil alih kekuasaan Libya dalam kudeta tak berdarah pada tahun 1969. Sayang, rezimnya justru terkenal sebaliknya. Pada masa pemerintahannya, Libya menjadi negara polisi yang mengerikan, di mana musuh rezim secara teratur akan dipenjara dan dibunuh.

Bahkan melarikan diri ke luar negeri menjadi hal yang percuma, karena Gaddafi akan mengirim pembunuh kepada para pembangkang Libya yang tinggal di luar negeri. Ironisnya, dia digulingkan dengan kejam pada tahun 2011, meninggalkan Libya yang rusak oleh perang saudara.

Jadi, apakah Khadafi pernah melakukan hal yang baik untuk rakyat Libya? Di bawah kepemimpinannya, rakyat Libya mendapatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan listrik gratis, ditambah perumahan dan transportasi bersubsidi. Namun, semua hal ini dilakukan untuk menutupi para elite yang terus menyedot kekayaan yang dimiliki Libya — minyak.

Meski begitu, setidaknya Gaddafi bisa membanggakan satu proyek yang benar-benar mengesankan. Libya adalah salah satu negara paling kering di dunia, hanya bergantung pada curah hujan yang jarang di sepanjang pantai, akuifer bawah tanah, dan proyek desalinasi yang mahal.

Ketika Gaddafi mengambil alih kekuasaan pada tahun 1969, banyak akuifer pantai yang tercemar oleh air laut. Jadi, Gaddafi mengembangkan Proyek Sungai Buatan Manusia, sebuah proyek yang sangat ambisius untuk memompa air dari akuifer raksasa di wilayah selatan yang terisolasi ke wilayah utara yang berpenduduk.

Dilansir laman The Guardian, sistem pengairan ini mampu memompa lima juta meter kubik air per hari, dengan akuifer yang cukup besar untuk memasok air selama 1.000 tahun ke depan. Sempat ada rencana untuk memperluas sistem ini dan mengubah padang pasir menjadi pertanian yang besar di daerah yang tidak produktif.

Namun, proyek ini melambat di tahun 90-an karena sanksi yang diberlakukan setelah pemboman Lockerbie dan berhenti sepenuhnya selama perang saudara Libya pada tahun 2011, ketika pemboman NATO menghancurkan seluruh sistemnya.

5. Napoleon Bonaparte memelopori kode hukum Prancis

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! technicshistory.com

Pahlawan bagi sebagian orang; iblis bagi yang lain, Napoleon memimpin Prancis melalui beberapa konflik paling berdarah di Eropa selama awal abad ke-19. Diperkirakan dua juta orang tewas sebagai akibat langsung dari perangnya — Perang Napoleon, sementara satu juta warga sipil lainnya menjadi korban tidak langsung dari kampanye tersebut.

Menurut laman HistoryNet, pertempuran ini bahkan sangat brutal di Spanyol, di mana pasukan Napoleon melakukan eksekusi terhadap tersangka gerilyawan.

Terlepas dari kebrutalan tersebut, setidaknya Napoleon adalah penggemar prinsip-prinsip Pencerahan. Selain terkenal dengan "Perang Total"-nya, Napoleon juga dikenal karena telah mempromosikan sistem hukum yang dikenal sebagai Kode Napoleon, yang sekarang dianggap sebagai salah satu dokumen paling berpengaruh dalam sejarah dunia.

Kode ini menetapkan prinsip bahwa semua warga negara laki-laki harus dianggap setara, tanpa hak istimewa kelas turun-temurun, dan menjabarkan hak dan kewajiban warga negara dalam masyarakat. Kode ini juga menetapkan kebebasan beragama dan menjamin bahwa pemerintah akan menghormati milik pribadi.

Variasi dari kode tersebut akhirnya diadopsi oleh sebagian besar negara di Eropa dan Amerika Selatan, dan itu memiliki pengaruh besar bagi para reformator di Asia juga.

6. Jenghis Khan memperkenalkan hukum dan kebebasan untuk beragama

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! chinatimes.com

Jenghis Khan adalah "wabah" terburuk di muka Bumi sebelum wabah pes muncul. Muncul dari padang rumput Mongolia, pasukannya berlomba melintasi Eurasia, menghancurkan berbagai kekaisaran kuno dan membunuh sekitar 40 juta orang atau sekitar 11 persen dari populasi global pada saat itu.

Menurut Julia Pongratz dari Carnegie Institution For Science, pembantaian yang dilakukan Jenghis sampai melepaskan 700 juta ton karbon ke atmosfer. Itu benar, Jenghis Khan telah membunuh begitu banyak manusia sampai memengaruhi kandungan karbon di Bumi.

Namun Jenghis bukan hanya seorang maniak yang merusak — dia juga berniat membangun bangsa Mongol. Pada tahun 1208, ia menangkap seorang juru tulis Uygur bernama Tatar-Tonga, yang mengadaptasi alfabet Uygur untuk membuat alfabet pertama untuk menulis bahasa Mongol.

Jenghis juga menciptakan kode hukum dan menerapkannya di seluruh kerajaannya. Yang mengherankan, Jenghis bersikeras bahwa undang-undang ini harus berlaku untuk dirinya sendiri maupun rakyatnya. Di zaman di mana raja dianggap berada di atas hukum, ini adalah langkah yang luar biasa.

Jenghis bahkan menjadikan saudara adopsinya hakim tertinggi dan mendorongnya untuk menyimpan semua catatan keputusan hukum.

Jenghis juga memberikan kebebasan beragama kepada semua orang di dalam kekaisarannya dan memberikan status bebas pajak ke tempat-tempat ibadah. Dia sendiri dikenal sangat spiritual, sering berdoa sebelum kampanye perang, dan senang mendiskusikan agama dan filsafat dengan para cendekiawan seperti Tao Qiu Chuji.

7. Hitler memimpin salah satu kampanye anti-rokok pertama di dunia

Gak Selalu Kejam, 7 Diktator Ini Pernah Melakukan Hal Baik Juga Lho! upday.com

Memperkenalkan program kesehatan yang menyelamatkan nyawa 20.000 wanita adalah prestasi yang besar bagi politisi mana pun. Ya, politisi itu adalah Adolf Hitler, seorang pria yang terkenal karena memerintahkan pembunuhan massal terhadap setidaknya 11 juta orang yang tidak diinginkan, termasuk orang Yahudi, homoseksual, gipsi, komunis, dan orang cacat.

Mengutip dari laman The Atlantic, program kesehatan yang dimaksud sebenarnya adalah salah satu kampanye anti-merokok paling awal di dunia. Pada saat itu, Hitler terobsesi dengan gagasan ras "unggul" Arya dan memandang merokok sebagai ancaman terhadap kesehatan rakyat Jerman.

Hutler sering membual kalau dia telah berhenti merokok sejak tahun 1919, dan muncul di selebaran antirokok memperingatkan bahwa "setiap orang Jerman bertanggung jawab kepada seluruh orang atas semua perbuatan dan kelalaiannya, dan tidak memiliki hak untuk merusak tubuhnya sendiri dengan obat-obatan atau zat-zat terlarang."

Sementara itu, para ilmuwan Nazi didorong untuk meneliti bahaya merokok. Pada tahun 1939, Franz Muller menghasilkan studi epidemiologis pertama yang menghubungkan rokok dengan kanker. Pada 1943, para peneliti Jerman secara meyakinkan sepakat kalau merokok menyebabkan kanker paru-paru.

Sedihnya, studi-studi itu dilupakan dalam kekacauan yang terjadi setelah perang dan butuh satu dekade lagi sebelum para peneliti Amerika mulai mencapai kesimpulan yang sama. Namun, kampanye antimerokok Nazi diperkirakan telah menyelamatkan nyawa setidaknya 20.000 wanita.

Namun hal ini agak ironis mengingat fakta bahwa banyak dokter yang sama yang memimpin program antimerokok juga mengorganisasi program eutanasia yang telah menewaskan sedikitnya 200.000 orang.

Nah, itu tadi 7 diktator kejam yang pernah melakukan hal baik untuk rakyatnya juga. Daftar di atas tidak dimaksudkan untuk memaafkan kekejaman dari orang-orang yang terlibat, hanya untuk menunjukkan bahwa orang jahat sekalipun dapat melakukan hal-hal yang baik.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik tentang Joseph Stalin, Diktator dari Uni Soviet

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

Apakah kalian menyukai artikel saya? Jika iya, silahkan buka trakteer.id/shandy-pradana untuk memberikan support kepada penulis. Terima kasih!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya