Comscore Tracker

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!

Dari Edgar Allan Poe sampai Arthur Conan Doyle

Penulis terkenal adalah sumber daya tarik dan intrik bagi para penggemarnya. Mereka juga sering memberikan "pencerahan" kepada kita lewat karyanya, yang terkadang membuat kita merasa seolah-olah telah mengenal mereka. Meskipun begitu, para penulis tetap menjadi sosok yang tertutup dan terkadang misterius.

Ketika kita mencoba menyelidiki seperti apa kehidupan mereka yang sebenarnya, kita seringkali menemukan kebenaran yang mengejutkan. Seringkali, pikiran kreatif dan terliar mereka justru mengarahkan mereka untuk melakukan dan meyakini hal-hal yang gila pula. Berikut 7 fakta mengejutkan dari para penulis terkenal.

1. William S. Burroughs menembak istrinya sendiri

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!Getty Images via longreads.com

Sebagai salah satu penulis tersukses di zamannya, bisa dibilang kalau William S. Burroughs adalah sosok yang kontroversial. Dia adalah seorang penulis yang memanfaatkan tema postmodernis, di mana novelnya, Naked Lunch, telah keluar-masuk daftar buku terlarang sejak diterbitkan pada tahun 1959.

Sebagai pecandu narkoba, Burroughs seringkali sangat konservatif ketika membahas tentang reproduksi dan hak-hak perempuan. Dia juga adalah seorang homoseksual meskipun memiliki seorang istri dan putra. Namun, fakta paling kontroversial mengenai Burroughs adalah bahwa ia pernah menembak istrinya sendiri pada tahun 1951.

Pada saat itu, tidak ada catatan yang menunjukkan kalau Burroughs pernah melakukan kekerasan terhadap istrinya, Joan Vollmer, sebelumnya. Sebagaimana dilansir dari New Yorker, Burroughs menembak Vollmer tepat di kepalanya ketika ia menerima tantangan untuk menembak gelas di atas kepalanya. Vollmer pun meninggal pada usia 28 tahun.

Meskipun bingung, Burroughs kemudian menggambarkan kalau peristiwa itu menjadi pemicu keberhasilannya sebagai penulis. Burroughs pun dihukum karena pembunuhan in absentia oleh pengadilan setelah ia melewatkan jaminan dan menerima hukuman percobaan selama dua tahun.

2. Edgar Allan Poe menikahi sepupunya yang berusia 13 tahun

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!lostworlds.mirtesen.ru

Edgar Allan Poe memang sering digembar-gemborkan sebagai salah satu penulis gothic terbaik sepanjang masa. Namun selama hidupnya, dia dikenal karena memiliki karakter yang sangat rumit. Tulisannya sering dikritik, ia adalah seorang pecandu alkohol, dan ia terkadang kesulitan untuk menerbitkan karyanya karena musuh-musuhnya di dunia literasi. 

Namun Poe dapat menemukan kebahagiaan romantis ketika dia mengajukan izin untuk menikahi sepupunya sendiri, Virginia Eliza Clemm, pada 22 September 1835. Pada saat itu, Poe berusia 27 sedangkan Clemm berusia 13 tahun. Poe dan Clemm menikah dengan bahagia selama 11 tahun sampai Clemm meninggal mendadak pada 30 Januari 1847.

Setelahnya, karya Poe lebih cenderung ke gambaran wanita mati dan mayat hidup, terutama dalam puisi-puisi seperti Annabel Lee (1849), yang menggambarkan tanda keputusasaannya yang terus berlanjut karena kehilangan istrinya. 

Mengutip dari laman American National Biography, kehadiran darah juga menjadi motif yang berulang dalam tulisan Poe sebagai referensi dari penyakit yang merenggut nyawa Clemm, khususnya dalam The Masque of the Red Death (1842).

Jenazah Clemm awalnya dimakamkan di pemakaman lokal di dekat tempat tinggal mereka. Namun, jasadnya kemudian digali dan dimakamkan kembali bersama dengan Poe sendiri di Gereja Westminster di Baltimore. Di sana, sebuah monumen untuk mereka dan ibu Clemm (bibi Poe) tetap berdiri sampai hari ini.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik dari Penulis Terkenal, Punya Sisi Nyentrik Juga Lho!

3. Charles Dickens dapat melakukan hipnosis

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!independent.co.uk

Charles Dickens adalah salah satu penulis Victoria yang paling terkenal dan paling sukses. Tidak ada novel atau cerpennya yang tidak pernah dicetak. Sebagian besar tulisannya melibatkan pemeriksaan sistem kelas Victoria, perjuangan orang miskin, dan industrialisasi yang berkembang di kota-kota Inggris selama masa hidupnya.

Namun terlepas dari kejeniusannya, Dickens juga sangat tertarik dengan hal-hal gaib. Hal ini terbukti dalam karyanya seperti A Christmas Carol (1843) dan banyak cerita pendeknya yang melibatkan makhluk supernatural. Dickens juga sangat tertarik dan mengaku sangat ahli dalam seni hipnosis.

Seperti dilansir dari Charles Dickens Info, saat itu dia menjadi anggota audiensi reguler di acara yang diadakan oleh John Elliotson, seorang ahli hipnosis dan dokter di London. Elliotson mengklaim kalau penyakit seperti kanker dapat disembuhkan melalui hipnosis (biasa disebut mesmerisme pada saat itu).

Terinspirasi oleh apa yang dilihatnya, Dickens mulai belajar dan mempraktikkan hipnosis pada teman dan keluarganya. Diaktakan kalau Dickens telah menyembuhkan gejala gegar otak John Leech, ilustrator A Christmas Carol, pada tahun 1849. Dickens juga sering menghipnotis istrinya sendiri, Catherine, yang mengidap hipokondria.

4. Ernest Hemingway pernah menjadi matador

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!nbcnews.com

Ernest Hemingway dikenal sebagai salah satu penulis terbesar Amerika di abad ke-20. Ia dihormati karena menulis tentang hal-hal yang menarik dan penuh maskulinitas baginya: perang, memancing, tinju, minum, dan berkelahi melawan banteng. Nyatanya, semua hal ini memang mencerminkan beberapa aspek kehidupan Hemingway.

Hemingway memang dikenal sebagai peminum berat. Melansir dari History, dia juga pernah bertugas sebagai pengemudi ambulans di Italia selama Perang Dunia I, menjadi petinju di tingkat amatir demi uang hadiah, dan pernah menangkap ikan marlin seberat 530 kilogram saat berlayar di atas kapalnya, Pilar, pada tahun 1935.

Namun kebanyakan orang percaya kalau rujukannya pada perkelahian manusia melawan banteng berasal dari ketertarikan pasif, bukan dari pengalaman pribadinya. Memang, hal ini benar, tepatnya sampai tahun 1920-an ketika Hemingway dan istrinya, Hadley, pergi berlibur ke Pamplona, ​​Spanyol. 

Di sana, mereka menyaksikan perkelahian manusia melawan banteng dengan harapan kalau hal itu akan memberikan pengaruh maskulinisasi pada putra mereka yang belum lahir. Pada saat itu, Hemingway terpesona dan menghabiskan lebih banyak waktu di Pamplona untuk bersosialisasi dengan para matador dan akhirnya mengambil bagian dalam kompetisi amatir.

Adu banteng pun muncul dalam sejumlah karya fiksinya seperti The Sun Also Rises (1926). Namun, Hemingway juga menggunakan pengalamannya tersebut sebagai penelitian untuk menyusun Death in the Afternoon (1932), sebuah teks yang sekarang dianggap sebagai "kitab" perkelahian manusia melawan banteng.

5. Lewis Carroll hampir menikahi 'Alice' yang asli

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!oxfordhigh.gdst.net

Lewis Carroll, yang nama aslinya adalah Charles Lutwidge Dodgson, adalah seorang penulis puisi dan cerita yang produktif. Dia mungkin dikenal lewat karya-karyanya seperti Alice's Adventures in Wonderland (1865), Through the Looking-Glass, dan What Alice Found There (1871).

Sama seperti penulis terkenal lainnya, karya Carroll memang sulit dipisahkan dari kepribadiannya, terutama perasaannya (yang berpotensi tidak pantas) terhadap anak-anak. Meskipun tidak ada pelecehan fisik yang pernah dilaporkan, Carroll pernah ditanyai oleh teman-temannya tentang sejumlah foto gadis yang telanjang dalam koleksi pribadinya.

Melansir dari Smithsonian Magazine, Carroll memang dikenal mudah risih di sekitar orang dewasa dan lebih suka ditemani oleh anak-anak kecil, khususnya perempuan. Dia juga tetap bujangan seumur hidupnya. Tentu saja, fakta-fakta ini membuatnya dicurigai di mata sejarawan dan publik.

Seperti yang diketahui, Carroll menjalin persahabatan yang kuat dan produktif dengan keluarga Henry Liddell pada tahun 1855. Putri bungsu Liddell, Alice, yang saat itu berusia tiga tahun, menjadi inspirasi bagi karya-karyanya dan menjadi cinta romantisnya. Beberapa orang percaya kalau Carroll melamar Alice pada tahun 1863 ketika dia berusia 11 tahun.

Jelas sekali kalau proposal itu ditolak oleh orang tuanya, di mana persahabatan antara Carroll dengan Liddell tiba-tiba berhenti pada tahun yang sama. Halaman-halaman dalam buku harian Carroll pun mulai dicabut di tahun ini. Meskipun begitu, Carroll masih diizinkan untuk memberi Alice salinan naskah Alice's Adventures in Wonderland pada tahun 1864.

6. Arthur Conan Doyle percaya kalau peri itu ada

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!thetimes.co.uk

Arthur Conan Doyle adalah salah satu tokoh terkenal dalam sejarah sastra lewat karyanya yang legendaris, Sherlock Holmes. Selain itu, Doyle juga dikenal sebagai seorang penulis fiksi sejarah yang produktif, seorang dokter mata, dan sangat percaya pada spiritualisme Victoria.

Selama era Victoria, penemuan-penemuan baru seperti kamera, teknologi sinar-X, dan fonograf mengubah cara orang melihat dunia dan mempromosikan diskusi tentang fenomena yang sebelumnya tidak dipahami. Namun bagi Doyle, spiritualisme lebih dari sekadar minat musiman.

Pada tahun 1917, Elsie Wright dan Frances Griffiths, berusia 16 dan 9, mengambil serangkaian foto yang memperlihatkan diri mereka yang sedang menari bersama dengan sekelompok peri di hutan dekat rumah mereka di Cottingley, Inggris. Foto-foto itu pun segera menjadi perhatian Doyle pada tahun 1920.

Sebagaimana dikutip dari Open Culture, pada saat itu ia menulis tentang keberadaan peri dalam The Coming of the Fairies yang akan diterbitkan pada tahun 1922. Doyle percaya kalau foto-foto itu secara meyakinkan membuktikan kalau peri itu nyata.

Dia pun menghadapi banyak ejekan karena menggunakan foto-foto itu sebagai penyelidikan terhadap dunia spiritual. Banyak orang menyimpulkan kalau kepercayaan Doyle pada peri adalah bukti bahwa ia mulai kehilangan akal, terutama ketika Elsie mengaku pada tahun 1983 kalau foto-foto itu hanya rekayasa belaka.

7. Stephen King takut dengan angka 13

7 Fakta Mengejutkan Penulis Terkenal, Ada yang Jadi Matador Lho!bostonglobe.com

Stephen King adalah penulis horor kontemporer yang paling populer dan sukses di Amerika Serikat. Dia telah menerbitkan lebih dari 260 judul tulisan, menjual lebih dari 350 juta kopi di seluruh dunia dan terus menghasilkan literatur terlaris dengan laju sekitar satu buku per tahun.

Sebagai pencipta The Shining (1977), Cujo (1981), Pet Sematary (1983), IT (1986), dan Misery (1987), King telah membangun reputasi sebagai ayah baptis horor modern, baik psikologis maupun supernatural. Banyak yang percaya kalau selera King terhadap hal-hal horor didapatkannya dari rasa nyaman dengan sisi gelap sastra dan kehidupannya sendiri.

Namun seperti yang dijelaskan King pada tahun 1984, dia rupanya sangat takut dengan angka 13. Melansir dari laman Triskaidekaphobia, ketakutan pada angka 13 (alias triskaidekafobia) dapat mengakibatkan gejala fisik, seperti serangan panik, dan memengaruhi hingga 10 persen dari populasi Amerika.

Bagi King, fobia ini memanifestasikan dirinya dengan cara hidup yang tidak praktis. Misalnya, ia harus langsung melewati anak tangga ke-13, yang berarti bahwa ia harus mengambil satu langkah besar demi melewati satu anak tangga tersebut.

King juga sangat takut dengan apa yang disebutnya "tahun triple-whammy," di mana Friday the 13th terjadi sebanyak tiga kali. Di tahun 1984, King menyatakan kalau ia sangat takut karena ia telah menikah selama 13 tahun, memiliki anak perempuan berusia 13 tahun, dan telah menerbitkan 13 buku hingga saat itu.

Nah, itu tadi 7 fakta mengejutkan dari penulis terkenal. Ternyata, mereka juga memiliki ketakutan dan sifat nyentrik seperti kita. Namun, terkadang sisi itu lebih "gelap" dan intens dari yang kita miliki.

Baca Juga: 11 Tokoh Sejarah Dunia Ini Ternyata Pernah Terisolasi, Lho

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

For further reading: trakteer.id/shandy-pradana, qureta.com/next/profile/Shandy_Pradana49003 and jurnalshandy.blogspot.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya