Comscore Tracker

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbus

Salah satunya Laksamana Cheng Ho

Pada 1960-an, para arkeolog menemukan sebuah pemukiman Viking di Newfoundland, Kanada. Setelah diselidiki, ternyata pemukiman tersebut sudah eksis jauh sebelum Christopher Columbus menginjakkan kakinya ke benua Amerika. Penemuan itu pun menghancurkan fakta kalau Columbus adalah orang pertama yang menemukan "Dunia Baru."

Lalu, jika bangsa Nordik sudah melakukannya, siapa lagi yang sudah berhasil menyeberangi lautan dan menginjakkan kakinya ke benua Amerika? Artikel ini akan membahas beberapa orang dan bangsa yang sudah menemukan benua Amerika sebelum tahun 1492. Berikut daftarnya.

1. Pelaut Polinesia

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbushistorydaily.org

Kemampuan melaut bangsa Polinesia kuno mungkin telah menginspirasi film Disney yang rilis di tahun 2016 lalu, Moana. Menurut beberapa sumber sejarah, mereka sudah menginjakkan kakinya di Selandia Baru, Hawaii, Rapa Nui (Pulau Paskah), dan beberapa pulau lainnya yang ada di Samudra Pasifik.

Sejak 3.000 tahun yang lalu, jaringan pulau mereka yang disebut sebagai "Segitiga Polinesia" berukuran lebih besar dari wilayah Rusia modern. Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa sejarawan memastikan kalau pelaut Polinesia sudah mencapai Amerika Selatan sebelum Columbus melakukannya.

Bukti ini dapat dilihat dari salah satu tumbuhan endemik di sana, yaitu ubi jalar. Meski tumbuh subur di Amerika Selatan, ternyata ubi jalar telah dibudidayakan di Pulau Mangaia dan Hawaii berabad-abad sebelum mereka melakukan kontak dengan bangsa Eropa.

Pada tahun 2007, tulang ayam yang berasal dari tahun 1321 hingga 1407 ditemukan di Chili. Meskipun belum ada bukti DNA untuk membuktikannya, ada pendapat yang menyebutkan kalau orang Polinesia lah yang membawa ayam ke benua tersebut.

2. Penjelajah Tiongkok

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbusscmp.com

Pada awal 1400-an, Tiongkok memiliki angkatan laut terbesar di dunia. Jika dibandingkan, ukuran kapal "harta" mereka nyaris sama dengan USS Minnesota milik Amerika. Melihat fakta ini, tidak heran kalau mereka juga telah melakukan perjalanan ke seluruh Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia), Samudra Hindia, Teluk Persia, dan pantai timur Afrika.

Gavin Menzies, seorang mantan komandan kapal selam Inggris dan penulis buku 1421: The Year China Discovered America, percaya kalau armada Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Zheng He alias Cheng Ho sudah menjelajahi Australia, Karibia, dan bahkan membuat pemukiman di Amerika Selatan.

Sayangnya, klaim ini masih lemah sampai pengacara asal Tiongkok, Liu Gang, menemukan sebuah peta tua di toko buku bekas Shanghai yang menggambarkan wilayah Amerika Utara dan Selatan. Peta itu sendiri diterbitkan pada tahun 1763 dan disebut sebagai salinan asli dari tahun 1418, tahun ketika Cheng Ho melakukan eksplorasinya.

Namun, komunitas kartografi menganggap peta itu palsu. Menurut mereka, pasar Tiongkok dan Hong Kong dipenuhi dengan "teks kuno" yang dapat dibeli di pinggir jalan. Entah benar atau tidak, klaim tersebut masih bisa diperkuat dengan bukti baru yang lebih kredibel.

3. Nelayan Jepang

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbusarctus.livejournal.com

Pada akhir 1960-an, pengusaha asal Ekuador, Emilio Estrada, memimpin proses penggalian di Valdivia, sebuah situs arkeologi yang berusia 5.000 tahun. Di sana, ia dan timnya menemukan sejumlah besar tembikar dengan bentuk yang tidak "biasa." Demi membantu proses identifikasi, ia melaporkan temuan tersebut kepada Museum Smithsonian.

Setelah diteliti, pihak Smithsonian menjawab kalau temuan itu tampak seperti tembikar yang berasal dari dari zaman Jōmon atau zaman prasejarah Jepang. Namun yang membingungkan adalah, bagaimana orang Jepang bisa berlayar sampai ke Ekuador?

Pertama-tama, hal ini berkaitan dengan Oyashio dan Kuroshio, dua arus yang sangat terkenal di perairan Jepang. Singkatnya, Kuroshio dikenal sebagai arus yang sering "mendorong" kapal-kapal penangkap ikan Jepang ke laut lepas.

Pada tahun 1815, sebuah kapal laut Jepang terdampar di pantai dekat Santa Barbara, California dengan tiga awak yang masih hidup setelah mengambang selama 17 bulan. Memang benar kalau Kuroshio tidak tersambung secara langsung ke Ekuador. Namun, temuan di atas menunjukkan kalau nelayan Jepang sudah sampai ke Amerika sejak 5.000 tahun yang lalu.

4. Nelayan Inggris

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbusancientevidence.net

Pada tahun 1475, Liga Hansa — federasi konglomerat di Abad Pertengahan — menolak untuk menjual ikan kod ke pelabuhan Bristol, Inggris. Hal ini pun memaksa para pedagang Inggris untuk mencari solusi lainnya. Akhirnya, salah satu konglomerat Inggris bernama Thomas Croft mulai mendanai beberapa ekspedisi pencarian ikan ke wilayah asing.

Dipimpin oleh John Jay, ekspedisi itu sendiri bertujuan untuk menemukan tanah mistis di barat Irlandia yang disebut Hy-Brasil. Tak lama kemudian, pelabuhan Bristol mulai mengimpor sejumlah ikan yang mencurigakan. Thomas Croft pun ditangkap karena perdagangan ilegal, walau akhirnya bebas lewat pengadilan. Lalu, darimana ikan-ikan itu berasal?

Pada tahun 1956, sepucuk surat yang ditulis oleh mata-mata dari Inkuisisi Spanyol ditemukan di Arsip Nasional Spanyol. "Sudah pasti bahwa orang-orang dari Bristol sudah menemukan Brasil," tulis mata-mata tersebut seperti dilansir dari arsip Universitas Bristol.

Melihat bukti ini, besar kemungkinan kalau para nelayan Bristol sudah menemukan "tambang" ikan kod di Newfoundland pada saat itu.

Baca Juga: 7 Misi Jelajah Antariksa yang Membawa Perubahan Besar di Dunia Sains

5. Seorang Santo dari Irlandia

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbushistory.com

Selain nelayan Inggris, pendeta asal Irlandia juga pernah menginjakkan kakinya di Benua Amerika sebelum Columbus. Tak lama setelah kematian Santo Patrick, Santo Brendan langsung menggantikannya untuk menjadi misionaris baru di Irlandia.

Sepanjang hidupnya, ia dijuluki "Sang Navigator" karena telah melakukan perjalanan ke Skotlandia, Wales, dan Brittany untuk menyebarkan agama Kristen. Pada abad ke-9 M, catatan semi-mitos dan semi-historis tentang pelayarannya cukup digandrungi oleh para cendekiawan.

Dalam The Voyage of Saint Brendan misalnya, Santo Barinthus atau Barvitus memberi tahu Brendan kalau dia baru saja kembali dari sebuah negeri yang terletak jauh di cakrawala barat, yang ia sebut sebagai "surga." Mendengar hal ini, Brendan memutuskan untuk melihat negeri tersebut dengan mata kepalanya sendiri.

Ia pun langsung mengumpulkan kru, perahu currach, dan beberapa doa sebelum berangkat. Setelahnya, mereka melakukan perjalanan melalui dunia mistis, termasuk "neraka" di mana "setan besar melemparkan leburan logam yang berapi-api dari sebuah pulau yang memiliki sungai emas."

Untuk menguji teori ini, pada tahun 1976 sekelompok sejarawan dan penjelajah bernama Tim Severin mencoba mengarungi lautan dari Irlandia ke Amerika dengan perahu currach yang dilapisi oleh kulit. Hebatnya, mereka berhasil melakukannya. Jadi, cerita di atas sangat mungkin pernah terjadi di masa lampau.

6. Penjelajah Muslim dari Maroko

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbusancient-origins.net

Sejarawan dan ahli geografi Muslim yang hidup di Abad Pertengahan, Abu al-Hasan Ali Al-Mas'udi, menjelaskan dalam buku sejarahnya yang terkenal, The Golden Meadows, kalau seorang Moor (Muslim yang tinggal di Andalusia, Maroko dan Afrika barat) bernama Khoshkhash pernah berlayar ke Samudra Atlantik.

Para sarjana Muslim pun berpendapat kalau Khoshkhash sudah menginjak Kepulauan Karibia 600 tahun sebelum Columbus melakukannya. Klaim ini diperkuat dengan penemuan wadah berisi serenceng koin Romawi dan dua koin Arab abad ke-8 di lepas pantai Venezuela pada tahun 1960-an. Usut punya usut, dua koin ini digunakan di Eropa pada Abad Pertengahan.

7. Penjelajah Romawi

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbusbritannica.com

Pada tahun 1933, kepala patung terakota ditemukan di sebuah situs arkeologi di Calixtlahuaca, Meksiko. Setelah diteliti, ciri-cirinya tidak menggambarkan sebuah patung yang berasal dari peradaban Meksiko kuno.

Ernest Boehringer, seorang spesialis dalam Arkeologi Klasik, memeriksa kepala patung tersebut dan menyatakan kalau patung tersebut berasal dari peradaban Romawi kuno sekitar abad ke-2 atau ke-3 M. Namun, bagaimana bisa sebuah patung Romawi dapat tergeletak di situs tersebut?

Salah satu teori menyebutkan kalau patung itu adalah sebuah bukti kalau seorang penjelajah Romawi pernah pergi ke Meksiko pada masa pra-Columbus.

8. Seorang Kaisar Mali

Pionir, 8 Orang Ini Sudah 'Menginjak' Benua Amerika Sebelum Columbuslaphamsquarterly.org

Mansa Musa adalah seorang kaisar yang pernah memerintah Kekaisaran Islam Mali dan sangat terkenal karena kekayaannya. Salah satu kisahnya yang terkenal menyebutkan bahwa ketika ia pergi haji pada tahun 1324, Musa membagikan emasnya kepada orang-orang yang dilewatinya sampai menyebabkan inflasi pada masa itu.

Ketika ditanya tentang saudaranya, Abubakari II, yang menduduki takhta sebelum dirinya, Mansa Musa berkata, "Ia tidak percaya kalau dunia ini ada ujungnya. Ia pun mencoba mengelilingi Bumi dan ingin mencapai 'ujung' itu (maksudnya Samudra Atlantik). Namun ia tidak pernah kembali atau memberikan tanda kehidupan setelahnya."

Sarjana Mali, Gaoussou Diawara, percaya kalau Abubakari II tidak pernah kembali ke Mali karena dia berhasil mendarat di Brasil. Diawara juga menunjukkan analisis kimia yang menyatakan kalau emas pada tombak yang ditemukan di Amerika mungkin berasal dari Mali.

Selain itu, sebuah laporan dari Columbus mengatakan kalau dia pernah bertemu dengan pedagang kulit hitam dalam pelayarannya ke Amerika.

Apakah kalian setuju dengan daftar di atas? Jika kalian mengetahui orang atau bangsa lain yang sudah menemukan Benua Amerika sebelum Columbus, kalian bisa menulisnya di kolom komentar ya!

Baca Juga: 7 Penjelajah Perempuan yang Mengubah Pandangan Dunia

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist, and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya