Comscore Tracker

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnya

Ternyata Hitler dan Napoleon punya gangguan pencernaan lho 

Kita cenderung menganggap kalau sejarah dibentuk oleh orang penting yang membuat keputusan penting. Namun, sudah terlalu sering pula kita melupakan bagian manusiawi dari "sejarah manusia" itu sendiri. Manusia sakit dan manusia membuat sejarah. Sesekali, keduanya dapat tumpang tindih dan terjadi secara bersamaan.

Berikut 7 peristiwa penting dalam sejarah yang terbentuk karena penyakit yang diderita oleh satu orang penting.

1. Kentut membuat Hitler gila, memaksanya bunuh diri, dan mengakhiri Perang Dunia II

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyathetimes.co.uk

Sudah menjadi rahasia umum kalau Adolf Hitler menderita meteorismus, atau singkatnya ia sering kentut. Untuk mengatasinya, Hitler berkonsultasi dengan banyak dokter dan mencoba diet berbeda tetapi gagal. Baru pada tahun 1936 Theodor Morell berhasil menyembuhkan kentutnya. Resepnya sangat membantu tetapi menyebabkan kematian Hitler.

Untuk mengobati perut kembungnya, Dr. Morell meresepkan "Dr. Koester’s Anti-Gas Pills" dan suntikan amfetamin mingguan. Resep ini memang membantu membuat kentut Hitler tidak terlalu bau, tetapi pil itu mengandung ekstrak strychnine dan atropin yang akan membuatnya kecanduan dengan obat-obat psikotropika.

Mulai tahun 1940 Hitler meminum 20 pil itu setiap hari. Dia juga mengambil suntikan amfetamin dan kokain setiap harinya. Efek pada sistem sarafnya tidak terhitung. Gejala umum termasuk delirium, ledakan kekerasan, paranoia, dan halusinasi mulai ia rasakan sejak saat itu.

Diketahui juga kalau Hitler adalah seorang pecandu met (sabu-sabu). Mengutip dari laman Washington Post, pada tahun 1943 saat sedang "high" dengan met, Hitler memarahi Mussolini pada pertemuan terakhir mereka. Ketika Perang Dunia II memasuki babak akhir, Hitler semakin kehilangan pikiran warasnya.

Pada April 1945, Hitler terperangkap di dalam bunkernya sambil memakai met dan mengoceh tidak jelas. Dalam beberapa jam terakhirnya, ia minum satu dosis met lagi. Keresahan, paranoia, sampai kecenderungan agresi bertumpuk di kepalanya, dan berakhir dengan tindakan bunuh diri.

2. Hong Xiuquan menderita demam, mengira dia saudara Yesus, lalu memicu perang sipil Tiongkok

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyahistory.com

Hong Xiuquan memang kurang terkenal walau ia telah memulai perang saudara yang menewaskan lebih banyak orang daripada Perang Saudara Amerika. Faktanya, kedua perang ini terjadi pada waktu yang berdekatan — kecuali versi Tiongkok ini berlangsung selama tiga kali. Peristiwa ini juga berkontribusi terhadap keruntuhan Dinasti Qing.

Peristiwa ini, yang di kemudian hari dikenal sebagai Pemberontakan Taiping, dimulai karena Hong — seorang pegawai negeri yang tidak puas — mengalami demam. Pada saat itu, Hong terpesona oleh para misionaris Protestan di Tiongkok. Saat membaca ajaran mereka, dia tiba-tiba terserang demam dan tidak sadarkan diri selama sekitar empat hari.

Melansir dari laman Taiping Rebellion, sementara dalam keadaan tidak sadar dia mendapatkan mimpi kalau dia adalah adik Yesus Kristus dan telah diangkat ke Surga untuk melihat sosok-Nya. Hong juga melihat seorang pria berjanggut yang menyuruhnya untuk membunuh semua iblis yang ada di Tiongkok.

Mengaku sebagai putra Tuhan yang lain, Hong membentuk aliran sesat "Kerajaan Surgawi" dan berhasil mendapatkan banyak pengikut. Kata "iblis" dalam visinya pun menjelma menjadi orang-orang yang meragukan ajaran Hong. Pria gila ini punya kepala panas, pengikut, dan akhirnya memicu perang saudara yang akan meruntuhkan sebuah dinasti.

Baca Juga: Ditakuti Musuh, 6 Senjata Paling Mematikan di Perang Dunia II

3. Komunisme lahir dari penyakit kulit

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyacounterfire.org

Das Kapital yang dibuat oleh Karl Marx adalah salah satu mahakarya paling penting dalam sejarah umat manusia. Buku ini secara langsung menguraikan bagaimana komunisme dapat bekerja dan diimplementasikan. Di dalamnya, Karl Marx percaya kalau ada konspirasi besar-besaran di antara orang kaya untuk menekan orang miskin.

Menurut sebuah teori yang dibuat oleh Profesor Sam Shuster dalam British Journal of Dermatology, paranoia Marx disebabkan oleh kondisi kulit langka yang disebut hidradenitis suppurativa. Selain bisul dan nanah, penyakit ini juga menghasilkan perasaan eksploitasi dan keterasingan.

Marx pun menghubungkan penderitaan fisiknya dengan penderitaan kelas proletar. Gejolak pribadi, fisik dan mental akan membantu menumbuhkan ide di dalam pikirannya yang di kemudian hari akan menjadi cikal bakal komunisme.

4. Otot selangkangan yang robek tewaskan John F. Kennedy

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyapolitico.com

Pada bulan September 1963, kebiasaan "main serong" Presiden John F. Kennedy terbukti sudah terlalu berlebihan. Bahkan kebiasaan ini sampai merobek otot pangkal pahanya. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, ia diperintahkan oleh para dokternya untuk mengenakan penyangga punggung dari bahu sampai selangkangan.

Dilansir dari laman L.A. Times, penyangga ini mengunci tubuhnya dalam posisi tegak. Dengan kombinasi dari penyangga punggung lama yang selalu dipakainya, Kennedy tidak dapat membungkuk. Untuk orang lain, itu akan membuat gaya berjalan yang aneh. Tetapi bagi Kennedy, itu terbukti mematikan.

Ketika Kennedy mendapat tembakan pertama dalam upaya pembunuhannya, dia tidak dapat mencondongkan tubuh ke depan seperti Gubernur John Connally. Sebaliknya, dia tetap tegak. Posturnya yang kaku memungkinkan Lee Harvey Oswald untuk melepaskan tiga tembakan sebelum Kennedy bisa menunduk.

Kedua dokter yang bertugas di Rumah Sakit Parkland, Dr. Charles Carrico dan Dr. Malcolm Perry, bersaksi di Komisi Warren bahwa Kennedy bisa saja selamat dari luka-luka yang didapat dari peluru pertama andaikan dia tidak memakai penyangga badannya.

5. Martin Luther mendapatkan inspirasi dari perenungannya di toilet

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyaamericamagazine.org

Reformasi Protestan dimulai dengan tulisan-tulisan Martin Luther. Tapi, pada awalnya ide-ide revolusioner ini didapat karena dia kesulitan untuk buang air besar. Menderita sembelit kronis, Martin Luther menghabiskan banyak waktu sendiri dalam perenungannya di toilet, yang akan mengilhami banyak pemikiran teologisnya.

Mengutip dari laman resmi Radboud University, di atas "takhta" itulah Luther pertama kali menulis 95 Tesisnya, sebuah dokumen bersejarah yang akan memicu reformasi. Lebih penting lagi, penafsirannya tentang Sola fide atau "faith alone" (gagasan "hanya iman" yang menjadi perbedaan teologis pertama antara Katolik dan Lutheranisme) juga ditulis di toilet.

Ada banyak referensi tinja di seluruh tulisannya, termasuk "shitting on the Devil" dan "wind break at the Paus." Sadar akan peran yang dimainkan oleh tinja dalam hidupnya, Luther pun memuji wawasannya dengan menyebutnya sebagai "pengetahuan yang diberikan Roh Kudus [kepadanya] pada rahasia di menara".

6. Wasir yang diderita Napoleon turut melenyapkan kekaisarannya

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyahistory.com

Sebagai salah satu pertempuran yang memakan banyak korban, Pertempuran Waterloo adalah salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah. Pertempuran Waterloo terdengar lebih tragis ketika kita mengetahui kalau pertempuran ini bisa saja menjadi kemenangan bagi Napoleon jika saja dia tidak menderita wasir.

Setelah melewati berbagai pertarungan yang sangat menyakitkan, Napoleon tidak bisa memimpin tentaranya dengan menunggang kuda. Bahkan ketika dia bisa berkomunikasi dengan pasukannya, dia memberikan arahan yang tidak masuk akal. Karena tidak mampu memimpin lagi, ia mendelegasikan tugas kepada Marsekal Michel Ney yang tidak cakap.

Menurut laman Napoleon.org, beberapa hari sebelum Pertempuran Waterloo Napoleon sudah berusaha mengobati wasirnya, tetapi dokternya secara tidak sengaja meresepkan laudanum dan dia masih merasakan efeknya saat pertempuran. Akibatnya, dia mengantuk dan benar-benar tertidur selama pertempuran.

Kondisi ini memaksanya untuk menjadwal ulang pertempuran dari pukul 6 pagi hingga 9 pagi dan kemudian ke 12 siang. Penundaan ini memungkinkan pasukan Prusia untuk bergabung dengan pasukan Inggris. Wellington sendiri merasa terselamatkan dengan pasukan bantuan yang baru datang tersebut dan langsung membalikkan keadaan di Waterloo.

7. Kanker laring yang diderita Frederick III telah menyulut Perang Dunia I

Orang Sakit Bisa Mengubah Alur Sejarah, Ini 7 Contoh Kasusnyawikipedia.org

Di bawah kepemimpinan Frederick III, Kekaisaran Jerman yang awalnya bergejolak secara politik berangsur-angsur mulai membaik.

Dikarenakan banyak negara Eropa menjadi lebih nasionalistis dan imperialistik pada saat itu, Frederick lebih menyukai reformasi yang konstitusional dan akuntabilitas. Frederick juga membentuk Jerman yang lebih demokratis dengan parlemen yang kuat, dan enggan untuk menggunakan kekuatan militer. Namun, semua ini harus berakhir hanya dalam waktu 99 hari.

Sayangnya, Frederick meninggal karena kanker laring yang seharusnya dapat diobati. Melansir dari Annclinlabsci.org, penyakit ini salah didiagnosis oleh dokter Frederick sebanyak tiga kali. Ia bahkan sempat percaya kalau benjolan itu sudah sembuh.

Jika saja dokter memperlakukan Frederick dengan benar, jalan menuju Perang Dunia I akan sangat berbeda atau mungkin tidak akan pernah ada.

Ketika anaknya, Wilhelm II yang bombastis mengambil alih, ia mendorong diplomasi yang agresif dan perluasan wilayah melalui penguatan angkatan laut. Dia juga memusuhi Inggris dengan mendukung pemberontak di seluruh kekaisaran mereka dan memanggil raja mereka, George V, dengan sebutan "setan."

Situasi tegang di Eropa pada saat itu bisa diselesaikan jikalau Frederick hidup sedikit lebih lama. Prancis dan Jerman juga sedang memperbaiki hubungan mereka pada saat itu, karena Frederick III adalah satu dari sedikit orang Jerman yang dihormati di Prancis.

Jika Jerman menjadi monarki konstitusional, Parlemen akan mampu menahan Wilhelm dan rencananya untuk mendominasi Eropa dan memulai Perang Dunia I akan pupus.

Nah, itu tadi 7 peristiwa penting dalam sejarah yang terbentuk karena satu orang penting yang sakit. Dalam sejarah yang dibentuk oleh manusia, sakit adalah hal yang biasa terjadi, bahkan pada orang penting sekalipun. Contoh kasus di atas adalah bukti kalau sakit yang mereka derita dapat mengubah alur sejarah dunia.

Baca Juga: 7 Daerah di Dunia yang Berhasil Selamat dari Pandemik Flu Spanyol 1918

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

Sapere aude!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya