Comscore Tracker

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?

Apa yang akan kamu lakukan saat bertemu ular?

Sebuah tips atau saran umumnya diturunkan dari satu generasi ke generasi. Beberapa berisi kiat paling mudah untuk bertahan hidup dalam situasi paling menantang yang mungkin akan hadapi.

Meskipun banyak dari informasi tersebut dapat menjadi penyelamat dalam kehidupan, tetapi beberapa di antaranya benar-benar nasihat yang berbahaya dan harus dihindari karena dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan dan tidak lebih dari mitos belaka. Apa saja? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. "Tetap diam dan tenang saat berhadapan dengan ular."

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?unsplash.com/davidclode

Ternyata bergerak dengan tenang di tempat yang penuh ular agar tidak memicu mereka dapat menjadi bumerang. Oleh karena itu, menjadi berisik sebenarnya adalah pilihan terbaik untuk menakuti ular. Ular tidak dapat mendengar suara karena mereka tidak memiliki organ pendengaran eksternal, tetapi mereka dapat merasakan getaran yang dihasilkan suara, dan itu sudah cukup bagi mereka untuk merasa khawatir dan pergi.

2. "Tunggu 24 jam untuk mengajukan keluhan orang hilang."

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?abc.net.au

Pernyataan yang populer di kalangan masyarakat adalah seseorang harus hilang setidaknya 24 hingga 48 jam sebelum pengaduan orang hilang dapat diajukan ke pihak berwenang. Sementara pendekatan hukum bervariasi di seluruh dunia dan keluhan orang hilang dapat diajukan tanpa menunggu selang 24 jam.

Dan faktanya, 48 jam pertama sangat penting setelah seseorang hilang bagi polisi untuk melacak keberadaan mereka. Semakin banyak waktu yang hilang, semakin sulit kasus-kasus ini.

3. "Mengisap racun ular untuk menghentikan penyebarannya."

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?flickr.com/tonyalter

Mengisap racun dari gigitan ular untuk menyelamatkan seseorang sebenarnya dapat membuat segalanya menjadi lebih buruk baik bagi orang yang telah digigit maupun bagi orang yang mencoba menyelamatkan yang lain. Racun ular menyebar sangat cepat di tubuh korban, dan sia-sia untuk mencoba menyedot racun.

Bahkan memotong luka sebelum mengisap menyebabkan banyak kerusakan pada jaringan, dan jika orang yang mencoba menyelamatkan yang lain memiliki luka di mulutnya, racunnya dapat mencapai darahnya juga, dan hal tersebut sangat fatal. Yang terbaik adalah tidak menyentuh luka dan mencari bantuan ahli medis segera.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Terapi Instagram, Konten Kekinian yang Bikin Lega

4. "Tarik keluar peluru dari tubuh untuk meminimalkan kerusakan."

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?unsplash.com/will0629

Menarik keluar peluru dari tubuh adalah risiko berbahaya. Ketika peluru memasuki tubuh, sulit untuk menemukan, dan jika melampaui daging berisiko tidak dapat dicapai tanpa bantuan profesional. Hal ini adalah situasi yang berbeda jika peluru dapat dilihat atau ditarik dengan mudah, tetapi jika tidak, jauh lebih baik untuk membiarkan peluru tidak tersentuh.

Bahkan, ada kalanya para dokter sengaja meninggalkan peluru di dalam tubuh, dan orang yang telah tertembak menjalani kehidupan yang sehat dan normal. Mencoba mengeluarkan peluru untuk meminimalkan kerusakan dapat menyebabkan pendarahan hebat, dan hal-hal lain dapat dengan cepat lepas kendali.

5. "Hal pertama yang harus dicari ketika hilang atau terjebak di hutan adalah menemukan air dan makanan."

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?unsplash.com/heftiba

Makanan dan air tidak boleh berada di urutan teratas daftar prioritas jika seseorang tersesat di hutan. Segalanya akan menjadi sangat buruk dengan sangat cepat, dan untuk bertahan, hal pertama yang harus dicari bukanlah makanan atau air tetapi tempat berlindung. Prioritas pertama adalah tempat berlindung, air, api, dan akhirnya makanan.

Diperkirakan bahwa seseorang dapat hidup tanpa makanan selama tiga minggu dan tanpa air selama tiga hari hingga seminggu, tetapi tanpa tempat berlindung yang aman, keadaan dapat berakhir dalam beberapa jam karena kerentanan yang disebabkan oleh hutan belantara dan cuaca buruk. Perlindungan tidak hanya penting untuk menjauh dari cengkeraman hewan liar tetapi juga untuk menjaga agar tetap hangat dan menghindari kondisi seperti hipotermia.

6. “Bak mandi air panas dapat menyembuhkan hipotermia.”

6 Tips yang Biasa Didengar Ini Ternyata Salah dan Berbahaya, Apa Saja?unsplash.com/robsonhmorgan

Penderita hipotermia yang mandi dengan air panas untuk menghangatkan tubuh dengan cepat sebenarnya sangat berbahaya. Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh seseorang turun di bawah 35 derajat Celcius dan otot-ototnya menjadi kaku. Mandi air panas di titik kritis ini dapat menyebabkan syok dan penurunan tekanan darah yang cepat sehingga dapat menyebabkan serangan jantung.

Itulah beberapa tips yang sering kita dengar tetapi ternyata sangat berbahaya dan merugikan. Semoga bermanfaat ya!

Baca Juga: Ini 10 Fakta Soal Fashion & Beauty yang Perlu Kamu Ketahui

Siti Anisah Photo Verified Writer Siti Anisah

من صبر ظفر

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya