Comscore Tracker

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!

Membanggakan Indonesia nih!

Kembali lagi, anak bangsa menunjukkan prestasinya di kancah internasional. Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menorehkan prestasi di ajang “Korea International Youth Olympiad - Idea, Innovation, Invention, and Intellectual Property” (KIYO 4I) di Seoul, Korea Selatan pada Minggu (12/8). Pencapaian mereka adalah menemukan alat pendeteksi kelelahan!

1. Tiga Mahasiswa ITS menemukan alat pendeteksi kelelahan

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!Sumber istimewa

Dengan bimbingan dari Dr. Adithya Sudiarno ST. MT., tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Industri ITS berlenggang di ajang KIYO 4I yang bertempat di Seoul, Korea Selatan. Mereka adalah Reza Aulia Akbar, Rafif Nova Riantama dan M. Afif Purwandi. Selama tiga hari, mereka menunjukkan kebolehan dan inovasi dengan alat pendeteksi kelelahan.

2. Ide mereka berasal dari fenomena ratusan ribu pekerja yang meninggal dunia akibat kelelahan bekerja

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!wsj.com

Dinukil dari Organisasi Buruh Internasional, sekitar dua juta pekerja di seluruh dunia meninggal karena kecelakaan kerja. Adapun, 32,8 persen di antaranya meninggal karena faktor kelelahan. Dari fenomena tersebut, mereka berinisiatif menciptakan alat pendeteksi kelelahan melalui denyut jantung dan kedipan mata.

Baca Juga: Salut! Wiratni Masuk dalam The Most Powerful Engineers of 2018 Dunia

3. Inovasi alat pendeteksi kelelahan ini diberi nama Fatigue Detector (Fator) pada subkategori kesehatan

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!Sumber stimewa

Alat pendeteksi kelelahan pada subkategori kesehatan ini disebut Fator. “Fator memanfaatkan sensor ECG (Electrocardiogram, red) Arduino dalam rangkaiannya, skemanya adalah menghitung heart rate atau denyut jantung dari para pekerja,” kata Sudiarno.

Sudiarno menambahkan bahwa sensor elektro kardiograflah yang nantinya akan mengukur seberapa cepat jantung berdenyut. Kemudian, hasilnya dibandingkan dengan data dari jurnal untuk mengetahui tingkat kelelahan seseorang.

4. Selain itu, mereka pun membuat Masinis Fatigue Detector (Maftec) pada subkategori teknik

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!Sumber istimewa

Berbeda dengan Fator, Maftec mendeteksi kelelahan dari kedipan mata. Sudiarno menyampaikan bahwa Maftec diperuntukkan untuk mendeteksi kelelahan masinis kereta api.

Melalui image processing webcam berintensitas cahaya sebesar 16 lux, hasil jumlah kedipan mata tersebut dikonversikan dalam Skala Kantuk Karolinska. Jika masinis mengantuk, alat ini akan mengirim sinyal getaran kepada pusat komando kereta api.

5. Mereka berhasil meraih satu medali perak dan dua medali perunggu untuk kategori “Inovasi Terbaik”

Berkat Alat Pendeteksi Lelah, ITS Meraih 3 Penghargaan Internasional!Sumber istimewa

Pada perhelatan KIYO 4I di Universitas Sejong, Seoul, Korea Selatan, mereka lolos hingga babak final. Untuk inovasi Maftec, mereka meraih medali perak. Sementara, Fator mendapatkan medali perunggu. Tak hanya itu, satu lagi medali perunggu mereka dapatkan karena berhasil membuat inovasi mutakhir, yaitu Smart Winglet.

Smart Winglet adalah inovasi sayap pesawat yang lebih dinamis yang terbukti sukses menghemat biaya sebesar Rp2 juta. Adapun, sampelnya menggunakan Boeing 737-900ER dengan estimasi perjalanan Yogyakarta-Surabaya. Terbukti, kinerja pesawat meningkat sebesar 17-23 persen.

Bukan perjuangan jika tanpa masalah. Selama pameran tiga hari berturut-turut, mereka sempat mengalami kendala komunikasi karena sebagian besar pengunjung menggunakan bahasa Korea. Namun mereka mampu mengatasinya. Sudiarno merasa bangga terhadap timnya mengingat mereka masih berkuliah di tahun ketiga. Untuk ke depannya, hasil karya mereka akan diurus patennya dan akan diaplikasikan di skala industri. Semoga saja, cita-cita yang mulia ini bisa terwujud ya!

Baca Juga: Cahaya Punya Segudang Manfaat Luar Biasa bagi Umat Manusia

Topic:

  • Yudha
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya