Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa Ini

Tempat-tempat ini punya hujan yang tak biasa lho!

Planet yang kita tempati saat ini, Bumi, memiliki berbagai macam iklim dan musim. Mulai dari iklim tropis hingga dingin, dan dari musim panas hingga dingin. Hujan merupakan fenomena yang biasa terjadi di Bumi, terutama hujan air.

Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah di planet lain atau suatu tempat di luar angkasa terjadi hujan juga? Jawabannya adalah, ya. Namun, hujan yang turun di tempat-tempat ini bukanlah hujan air seperti di Bumi lho. Penasaran?

1. Venus

Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa Inidoc. NASA

Nama planet Venus diambil dari nama dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi. Planet yang memiliki kala revolusi 225 hari ini merupakan planet yang paling dekat kedua dari matahari lho, pantas saja ya, planet ini dinobatkan sebagai planet terpanas yang ada di tata surya kita. Suhu permukaan planet ini mencapai 460 derajat celcius.

Namun, tahukah kamu di planet terpanas ini juga terjadi hujan? Tentu saja bukan hujan air ya! Permukaan planet Venus yang padat dan dipenuhi asam sulfat membuat hujan asam sulfat yang panas. Sebelum berubah wujud menjadi gas, hujan yang tak biasa ini hanya akan turun hingga ketinggian 25 kilometer dari permukaan Venus. Wah, hujannya nggak jatuh dong?

2. Planet HD 189733 b

Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa IniESA/Hubble

Planet yang ditemukan pada 5 Oktober 2005 oleh Bouchy et al ini mengorbit pada bintang HD 189733 A. Planet yang memiliki jarak 63 tahun cahaya dari tata surya kita ini berada pada konstelasi yang bernama Vulpecula. Planet ini memiliki tekanan dan suhu yang cukup tinggi, suhunya mencapai 1800 Fahreinheit.

Akibat suhu dan tekanannya yang cukup tinggi tersebut, planet HD 189733 b ini sebagian besar terdiri atas silikat yang merupakan bahan alami dalam pembuatan kaca. Karena banyaknya kandungan silikat yang terdapat pada planet ini, silikat tersebut dapat turun sebagai hujan kaca. Hmm, sakit ya guys kalau seandainya kena kepala.

3. Saturnus

Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa Ininasa.gov

Planet Saturnus tentu sangat terkenal karena memiliki 'cincin' spesial yang menjadi ciri khasnya. Planet terbesar kedua di tata surya kita ini memiliki jarak yang cukup jauh dari matahari. Oleh karenanya, planet ini tidak terlalu tampak di bumi dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang juga. Kala revolusinya juga cukup lama, yaitu 29 tahun. 

Tetapi tahukah kamu? Selain spesial karena bercincin, planet ini juga mempunyai hujan berlian karena karbon yang melimpah di planet ini. Badai petir yang terjadi membuat terciptanya karbon yang mengeras dari metana sehingga menjadi berlian. Namun, di tata surya kita tak hanya planet Saturnus yang menghasilkan hujan berlian lho, planet lain seperti Neptunus dan Jupiter juga. Wow!

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Eris, Si Dwarf Planet Terbesar di Tata Surya

4. Planet COROT-7b

Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa Iniexoplanets.nasa.gov

Planet COROT-7b adalah salah satu planet yang terletak di konstelasi Monoceros yang berjarak 489 tahun cahaya dari Bumi. Planet yang sebelumnya bernama COROT-Exo-7b ini ditemukan pada 3 Februari 2009 secara fotometris oleh misi COROT. Planet yang mengorbit COROT-7 ini memiliki suhu 1000 sampai 1500 derajat celcius lho!

Tak seperti Jupiter yang kaya akan gas, planet ini justru sebagian besar terdiri atas bebatuan. Komponen-komponen dalam bebatuan di planet ini juga hampir sama seperti di bumi. Karena melimpah-ruahnya bebatuan, tak heran di planet COROT-7b ini juga terjadi hujan batu. Sehingga, planet ini mendapat julukan "Dunia Berbatu".

5. Titan

Selain di Bumi, Hujan Juga Terjadi di 5 Tempat Luar Angkasa Inisolarsystem.nasa.gov

Banyak yang salah sangka bahwa Titan adalah planet. Pada dasarnya, Titan bukanlah sebuah planet, melainkan satelit alami yang dimiliki Saturnus. Satelit alami yang satu ini memang memiliki atmosfer yang padat. Memiliki banyak kandungan metana, Titan merupakan satu-satunya objek selain bumi yang terdeteksi memiliki cairan di permukaannya.

Sama seperti bumi yang memiliki siklus bernama siklus hidrologi atau siklus air dalam terciptanya hujan, Titan juga memiliki siklus sejenis, namun yang menjadi materialnya adalah metana cair. Jika hujan di Bumi dapat turun kapan saja, hujan metana cair yang ada di satelit Titan hanya turun tiap seribu tahun sekali. Wah, lama banget ya!

Nah, itulah planet-planet dan satelit selain di Bumi yang juga punya fenomena hujan. Semoga menambah pengetahuan kamu ya!

Baca Juga: 7 Fakta Planet Neptunus, Si Biru yang Suka Membuat Masalah

Yuki Kristina Photo Community Writer Yuki Kristina

16. | Suka nulis. Nulis apa aja.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You