Comscore Tracker

Laju Mutasi Virus Corona selama Pengembangan qRT-PCR Lokal

Bagaimana hal-hal di bawah ini bisa saling berkaitan?

Jakarta, IDN Times - Berbicara mengenai proses pembuatan qRT-PCR lokal yang tengah dikembangkan oleh Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19), tentu ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Salah satu di antaranya adalah karakter alami virus untuk terus bermutasi.

1. Virus secara umum bermutasi dengan cepat

Laju Mutasi Virus Corona selama Pengembangan qRT-PCR LokalPixabay

Virus dapat bermutasi lebih cepat dengan bantuan dari multiseluler organisme lainnya. Bahkan pada dasarnya virus akan menginfeksi host cells (sel yang diinfeksi oleh virus, pada kasus ini adalah sel manusia) karena dengan begitu mereka dapat mereplikasi diri atau berkembang biak. Tanpa adanya host cells, virus tersebut akan mati dalam hitungan jam atau hari, tergantung dari kondisi di sekitarnya. 

Mutasi virus secara umum bertujuan agar tak terdeteksi sistem imunitas host virus tersebut, sehingga ia dapat terus berkembang biak. “Karena adanya perbedaan susunan genetik dari manusia, seperti karena faktor etnisitas dan lokasi, maka ada kemungkinan Virus Corona bermutasi karena genetik host yang berbeda di lokasi yang berbeda,” jelas Revata Utama, CTO dan Co-Founder Nusantics.

2. Diperlukan test-kit termutakhir untuk uji COVID-19 secara akurat

Laju Mutasi Virus Corona selama Pengembangan qRT-PCR LokalINDONESIA TFRIC19 (Dok. Biro Hukum, Kerja Sama, dan Humas BPPT)

Setiap waktunya, kemungkinan terjadinya mutasi Virus Corona akan tetap ada. Hal ini dikonfirmasi oleh Revata Utama selaku CTO dan Co-Founder Nusantics, “Bisa saja. Apalagi, jika melihat data-data sekuens Virus Corona di GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data) yang menunjukkan mutasi COVID-19 dari Desember sampai akhir Maret lalu. Namun, kepastian hanya akan bisa diambil setelah Whole Genome Sequencing dilakukan pada representasi dari seluruh sebaran pasien COVID-19 di Indonesia. Jumlah sampel yang signifikan juga penting.” Oleh sebab itu, dibutuhkan test-kit paling mutakhir yang juga disesuaikan dengan mutasi terbaru Virus Corona.

3. Namun, Virus Corona bermutasi lebih lambat dari Virus Influenza

Laju Mutasi Virus Corona selama Pengembangan qRT-PCR LokalVirus corona menggandakan diri. Débora F. Barreto-Vieira/Fiocruz

Kendati virus secara umum bermutasi dengan cepat, Fara Rangkuti, Kepala Bioinformatika dan Analisis Data Nusantics, menyatakan bahwa laju mutasi Virus Corona lebih lambat dari Virus Influenza. Dengan begitu, kemungkinan mutasi Virus Corona selama pengembangan test-kit qRT-PCR berlangsung masih dapat ditangani dengan baik.

“Laju mutasi Virus SARS-CoV-2 berada di kisaran 23 mutasi per tahun, sedangkan laju mutasi Virus Influenza musiman berada di kisaran 46 mutasi per tahun. Perlu diketahui juga bahwa panjang genom virus SARS-CoV-2 adalah 2 kali panjang genom Virus Influenza musiman. Hal ini berarti bahwa Virus SARS-CoV-2 bermutasi kurang lebih 4 kali lebih lambat dari virus flu musiman,” jelas Fara.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya