Comscore Tracker

9 Gagasan di Ruang Angkasa yang Sedang Dikembangkan

Bahkan ada DNA manusia yang ditempatkan di Antariksa, lho

Ruang angkasa adalah semesta yang terbentang luas dan memiliki banyak misteri. Di ruang angkasa, ada ruang bagi manusia untuk mengembangkan idenya dan mencapai potensi sejati yang sedang mereka kerjakan. Ada banyak hal yang sangat berharga di sana yang tidak dimiliki oleh siapa pun.

Oleh karena itu, banyak orang yang memiliki beberapa ide gila dan tidak konvensional untuk mendapatkan semua sumber daya di sana. Apa saja ide ambisius itu? 

1. Robot bulan milik Jepang

https://www.youtube.com/embed/TUL_rDeKIeU

Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA), menempatkan sekelompok robot di bulan. Rencana Jepang ini sering kali dianggap ambisius dan gila. Fase pertama dari rencana mereka melibatkan pengiriman pasukan robot seberat 600 pon yang dilengkapi dengan printer 3D ke Bulan. Rencananya adalah robot akan menggunakan sumber daya yang tersedia di bulan untuk membangun basis. JAXA berharap fase ini selesai pada tahun 2020, tetapi jadwal mereka sedikit tertunda.

Kemudian, fase dua sedikit lebih ambisius. Shimizu Corporation berharap di tahun 2030, pasukan pekerja robot itu akan selesai membangun cincin panel surya di sekitar khatulistiwa Bulan. LUNA RING, begitulah sebutannya. Mereka akan mengumpulkan dan mengembalikan energi matahari ke Bumi. Dan untuk fase tiga belum diumumkan secara publik.

2. Cermin di orbit planet

9 Gagasan di Ruang Angkasa yang Sedang Dikembangkannewscientist.com

Tanahnya yang luas dan jaraknya yang relatif dekat dengan Bumi menjadikan Mars tempat yang ideal untuk kolonisasi manusia. Sayangnya, ramalan cuaca untuk Mars memprediksi beberapa juta tahun lagi suhu di sana akan berkisar antara -220 dan -76 derajat Fahrenheit.

Dalam istilah awam, cuaca di Mars akan sangat dingin. Namun para ilmuan sudah mengembangkan penelitiannya dalam masalah ini. Salah satu ide yang bisa dibilang tidak konvensional untuk memanaskan Mars ini melibatkan serangkaian cermin selebar 500 kaki persegi di orbit planet.

Rencana ini sudah mendapat perhatian dan pendanaan dari NASA. Cermin-cermin ini akan dikelompokan di orbit. Pengelompokan cermin yang menyerupai Voltron tersebut akan mengumpulkan dan memfokuskan energi matahari ke bidang kecil Mars, dan suhu diharapkan akan naik di area tersebut. Begitu suhu naik, endapan air beku akan menjadi lebih mudah diakses. 

3. Proyek HAVOC Nasa

https://www.youtube.com/embed/0az7DEwG68A

Venus memiliki banyak hal untuk menjadikannya sebagai situs kolonisasi yang potensial. Venus lebih dekat ke Bumi daripada Mars, ia memiliki atmosfer, medan magnetnya akan membantu navigasi terestrial. Sayangnya, atmosfer Venus sedikit korosif terhadap daging manusia, suhu rata-rata di sana mencapai 800 derajat Fahrenheit, dan tekanan atmosfernya cenderung menghancurkan apapun menjadi serpihan debu.

Tetapi meskipun kondisi permukaan di Venus sangat tidak memungkinkan, manusia masih saja mengakali planet tersebut. Para ilmuwan NASA yang bekerja pada proyek HAVOC, menempatkan serangkaian balon udara di tempat tertinggi di atmosfer Venus.

Balon ini akan tertutup panel surya dan dirancang untuk menangkal beberapa ratus sambaran petir yang akan menghantam mereka setiap hari. Para ilmuwan yang hidup di balon mengapung ini akan menghabiskan beberapa generasi untuk mengerjakan berbagai proyek terraforming. 

4. DNA manusia di Antariksa

9 Gagasan di Ruang Angkasa yang Sedang Dikembangkannasa.gov

Tata surya terdekat dengan kita adalah sekitar 40 triliun mil jauhnya. Oleh sebab itu, beberapa ilmuwan membuang materi genetik kita di planet lain dan berharap akan adanya kehidupan yang menyerupai manusia untuk berevolusi. Teori di balik gagasan ini disebut Embrio Space Colonization. 

Ide kolonisasi embrio ini adalah untuk mendesain bakteri yang dikodekan dengan DNA manusia yang bisa selamat dari ruang hampa udara, dan kemudian mengirimkan bakteri itu ke segala arah yang memungkinkan. Variasi lain dari rencana ini melibatkan penggunaan laser untuk mengarahkan bom-bom genetik tersebut ke sasaran yang lebih spesifik.

Baca Juga: 7 Fakta Misi M2O2O Rover: NASA Tawarkan Tiket Gratis ke Mars!

5. Elevator ruang angkasa sejauh 15 mil

https://www.youtube.com/embed/RSRoWVPUbHA

Atmosfer bumi menjadi ketidaknyamanan bagi perjalanan ruang angkasa. Mayoritas bahan bakar yang digunakan oleh pesawat ruang angkasa terbakar ketika mencapai orbit. Satu gagasan yang diteorikan pada tahun 1800-an, mengatakan bahwa akan menggantikan roket dengan elevator ruang angkasa.

Ide ini bertujuan untuk membangun lift yang akan menjalankan kabel sepanjang 15 mil dari permukaan ke fasilitas di orbit geostasioner. Sebuah komponen akan melekat pada kabel ini. Secara teoritis, benda-benda itu akan menggunakan kombinasi motor dan beberapa gaya sentripetal yang dipinjam dari Bumi untuk menciptakan gaya angkat sambil menggunakan sebagian kecil energi yang akan digunakan roket konvensional.

NASA dan SpaceX, mendukung gagasan tersebut dan memberikan pendanaan untuk ide itu. Sebuah perusahaan Kanada, Thoth Technology, telah mendapatkan hak paten dari AS untuk membangun elevator ruang angkasa mereka, yang akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang Kanada. 

6. Layar matahari

https://www.youtube.com/embed/bI_FH_2Cqr8

NASA telah menghidupkan sebuah ide dengan menggunakan layar matahari selama beberapa dekade terakhir. Layar surya bekerja dengan dorongan energi matahari. Gagasannya adalah energi cahaya yang dibawa oleh foton akan bertabrakan menjadi layar matahari, dan tabrakan itu akan menghasilkan momentum untuk mendorong pesawat. Layar dibangun dari bahan super tipis dan mudah menyerap, serta memiliki luas permukaan beberapa ratus kaki persegi. 

7. 3D Spacecraft

9 Gagasan di Ruang Angkasa yang Sedang Dikembangkanvofoundation.org

Sekelompok komponen yang diproduksi secara terestrial, menempatkan printer 3D raksasa ke dalam orbit untuk mencetak pesawat ruang angkasa. Orang-orang di NASA ini mengira bahwa gagasan itu merupakan ide yang bagus dan memang sedang dikembangkan. Tanpa adanya gravitasi, printer 3D bisa memproduksi lebih banyak pesawat ruang angkasa. Adanya fasilitas pencetakan 3D orbital juga bisa mengurangi pekerja manusia. 

8. Elon Musk memiliki rencana gila untuk meledakkan nuklir di Mars

https://www.youtube.com/embed/gV6hP9wpMW8

Miliarder dan pengusaha teknologi, Elon Musk, mendirikan SpaceX untuk merancang ruang teknologi generasi baru dan ia juga mengatakan bahwa ia ingin mati di Mars. Baru-baru ini, Musk menggegerkan dunia dengan mengatakan, "cara cepat untuk membuat Mars layak huni bagi umat manusia adalah dengan menjatuhkan senjata termonuklir di atas kutub untuk menghangatkan planet ini."

Musk kemudian menjelaskan secara detail dari maksud ucapannya itu. Ia ingin meledakkan beberapa perangkat nuklir di atas kutub gletser Mars. Dia berharap radiasi itu tetap berada di luar angkasa sementara panas dari ledakan akan mencairkan lapisan es kutub dan memulai proses pemanasan Mars.

9. Pesawat ruang angkasa X-37B

https://www.youtube.com/embed/-cvrjzoHZg4

X-37B adalah kendaraan luar angkasa otonom yang baru saja diakui oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Dibangun oleh Boeing dan menelan biaya PDB negara, X-37B memang terbilang sangat mengesankan. X-37B baru-baru ini memecahkan rekor sebagai pesawat ruang angkasa yang memiliki waktu terlama di orbit. Sampai saat ini, pesawat itu berada di orbit selama 678 hari. Mengorbit planet pada 18.000 mil per jam. 

Manusia selalu memiliki inovasi, gagasan, dan ambisius yang bisa saja tidak dipikirkan oleh siapapun. Namun dari sembilan gagasan di atas, kita jadi tahu kalau gagasan terkait ruang angkasa itu bisa saja dilakukan, meski dianggap gila atau tidak masuk akal sekalipun.

Baca Juga: 7 Bintang Paling Terang di Luar Angkasa, Bukan Matahari Lho!

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya