Comscore Tracker

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektif

Ada alasan konkritnya kok

Bagi kamu yang sudah bekerja atau menjalani sebuah proyek, pernahkah kamu merasa bosmu kok gak nyambung melulu? Atau terasa gak bisa mengerti pemahaman dasar pekerjaanmu, atau bahkan seakan hidup di dunia lain.

Apakah kamu pernah berharap bosmu setidaknya sedikit lebih pintar? Hati-hati dengan yang kamu harapkan ya, karena ternyata punya bos pintar itu gak selalu lebih baik. Berdasarkan penelitian yang dilansir dari berbagai sumber, ini alasan kenapa pemimpin yang terlalu pintar itu dianggap kurang efektif!

1. Pemimpin yang pintar itu bagus, tapi tunggu dulu, itu tergantung bidangnya

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektifimdb.com/Chuck Zlotnick

Jika berbicara tentang beberapa urusan kerja, perihal pendidikan atau politik internasional, pemimpin yang lebih pintar memang lebih efektif. Masuk akal sih. Karena bagaimana bisa memimpin dengan baik kalau gak cukup pintar?

Namun beberapa dekade lalu, dilansir dari curiousity.com, seorang psikolog bernama Dean Simonton memunculkan hipotesis yang berlawanan. Menurutnya, pemimpin yang pintar memang lebih baik, tapi selama tidak terlalu pintar. Ternyata penelitian tersebut dibuktikan nyata setelah didukung oleh penelitian-penelitian terbaru.

2. Secara umum kita tahu bahwa tes IQ tidak bisa mewakili keseluruhan parameter pemimpin yang baik

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektifimdb.com

Didukung dengan dua penelitian lainnya, Simonton melakukan observasi tahun 2017 pada 379 pemimpin dari 30 negara berbeda, pada berbagai bidang termasuk ritel, perbankan dan teknologi. Semua partisipan diberikan tes IQ dan tiap pemimpin tersebut harus dirating oleh 8 anggota kelompok mereka.

Tes IQ sebenarnya gak bisa dijadikan patokan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan rating yang diberikan oleh tiap individu itu cenderung subjektif. Meskipun begitu, tetap terlihat ada pola jelas yang bisa terbaca dari hasil datanya.

Baca juga: Mencium Bau Badan Orang Bisa Menandakan Seberapa Otoriternya Kamu Lho!

3. Namun tingkat IQ tetap dipertimbangkan karena pada batasan tertentu, IQ seseorang cenderung menggambarkan efektivitasnya sebagai pemimpin

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektifimdb.com

Secara umum, semakin bagus hasil tes IQ seorang manajer, semakin baik para karyawannya meratingnya. Namun ada batasan khusus: manajer dengan IQ mulai dari 120 ke atas langsung mengalami penurunan rating drastis dari para bawahannya.

Ada beberapa alasan kenapa ini bisa terjadi. Mungkin rencana dan pengajaran yang dilakukan oleh para manajer pintar ini susah dipahami para bawahannya. Mungkin strateginya terlalu rumit sampai susah diimplementasikan. Atau bisa jadi memang ia kesulitan berurusan dengan orang. Yang jelas, susah untuk menjadikan diri terinspirasi dari seseorang yang gak kamu mengerti.

4. Sebenarnya IQ yang tinggi bisa sangat bagus sebagai pemimpin, jika ada empati dan simpati yang mendukung dalam dirinya

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektifimdb.com/Zade Rosenthal

Para ahli tetap menekankan bahwa perusahaan jangan berhenti untuk merekrut orang pintar dan menjadikan mereka pemimpin. Batasan IQ yang telah dibahas itu hanya berlaku untuk bidang tertentu saja.

Yang terpenting adalah para pemimpin pintar itu harus menemukan cara untuk menjembatani gap sosial yang ada. Kalau pemimpin berintelektualitas tinggi bermasalah dalam dipahami bawahannya, yang perlu ia asah adalah karismanya, bukan lagi fokus ke otaknya.

Ternyata Pemimpin yang Terlalu Pintar Itu Dianggap Kurang Efektifimdb.com

Kecerdasan intelektual itu bukan satu-satunya hal yang mendefinisikan seorang pemimpin. Ada banyak sumber yang bisa dijadikan inspirasi dalam membentuk tim yang baik. Setiap orang bisa menjadi pemimpin, asal ia mau terus belajar dan memperbaiki kekurangannya.

Baca juga: Bahasa Gak Bakal Efektif Tanpa Ada Kata-kata Menyebalkan Ini

Topic:

Just For You