Comscore Tracker

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di Pesisir

Masyarakat perkotaan turut andil buat jaga ekosistem pesisir

Kehidupan masyarakat perkotaan kerap dimanjakan dengan teknologi dan berbagai fasilitas terkini. Fakta tersebut seringkali membuat sebagian orang lupa pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Hal ini juga ditambah dengan regulasi tumpang tindih yang berujung alih fungsi lahan.

Contohnya kasus memprihatinkan yang terjadi di kawasan pesisir Surabaya, tepatnya ekowisata mangrove Wonorejo. Perumahan terus menerus dibangun sampai lokasinya bersinggungan langsung dengan hutan mangrove tersebut. Hal ini pun mendapatkan perhatian dari para pemerhati lingkungan, salah satunya komunitas Earth Hour Surabaya.

Tunjukkan kepedulian melalui aksi nyata, komunitas yang sudah berdiri sejak tahun 2011 tersebut rutin melakukan tanam mangrove. Tidak sendirian, anak muda dan beberapa instansi diajak kolaborasi. Memangnya seberapa penting sih peran mangrove, khususnya bagi masyarakat perkotaan? Berikut ini ulasan selengkapnya!

1. Penting dijaga, kawasan pesisir Surabaya jadi rumah bagi berbagai macam satwa

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di PesisirMongabay Indonesia/Petrus Riski

Hutan mangrove Wonorejo lebih dikenal melalui sektor wisata, seiring berkembangnya gaya hidup traveling. Namun, ada hal penting yang kurang diperhatikan oleh masyarakat perkotaan, yaitu peran hutan mangrove sebagai rumah berbagai macam satwa.

Lebih lanjut, Adriani Valianda Tobing selaku Koordinator Earth Hour Surabaya menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Habitat atau rumah singgah adalah salah satunya. Di kawasan tersebut banyak satwa yang menopang kehidupannya.

Di antaranya adalah kera, kepiting serta satwa yang sedang melakukan migrasi, baik di air atau di darat. Yang sering dijumpai adalah migrasi burung secara berkelompok yang menjadikan hutan mangrove sebagai tempat persinggahan.

2. Selain berfungsi sebagai pelindung dari abrasi, mangrove juga dapat mengurai limbah domestik

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di PesisirEarth Hour Surabaya/Dini D. Safitri

Selain menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, masih ada loh peran penting hutan mangrove yang lain. Sebut saja pelindung abrasi. Coba bayangkan gimana jadinya kalau ada gelombang pasang dan suatu daerah pesisir gak punya hutan mangrove?

Di samping itu, mangrove juga berperan sebagai pengurai limbah domestik, pertanian, maupun limbah industri. Limbah-limbah tersebut dapat diakumulasi mangrove kemudian dijadikan nutrien bagi mangrove itu sendiri.  

Baca Juga: Mengenai Earth Hour, Peran & Aksinya Demi Lingkungan yang Lebih Baik

3. Sayangnya, aktivitas masyarakat perkotaan memicu gangguan terhadap hutan mangrove

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di PesisirMongabay Indonesia/Petrus Riski

Sayangnya, peran penting tersebut belum disadari oleh masyarakat perkotaan. Bukannya menekan aktivitas yang dapat memicu gangguan terhadap hutan mangrove, justru semakin banyak aktivitas mengkhawatirkan yang ditimbulkan.

Pembangunan perumahan yang sudah disebutkan di bagian awal adalah salah satu contohnya. Faktor lainnya adalah gaya hidup yang tidak ramah lingkungan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan mangrove, seperti banyak memproduksi sampah plastik lalu membuangnya secara sembarangan.

Kalau sudah tahu seperti ini masih mau nyangkal kalau masyarakat perkotaan gak turut andil dengan kerusakan lingkungan?

4. Ini alasan kolaborasi jadi kunci agar hutan mangrove dapat berfungsi sebagaimana mestinya

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di PesisirEarth Hour Surabaya/Putri Isabella

Sadar mengenai hal tersebut, Earth Hour Surabaya rutin melakukan konservasi mangrove di pesisir Surabaya. Dimulai sejak tahun 2015, minggu lalu (20/1) komunitas ini kembali mengadakan aksi tanam mangrove di pesisir Surabaya bertajuk Mangrove Green Concert (MAGER) 3.0. Tidak lagi bertempat di Wonorejo, mereka beralih untuk melakukan konservasi mangrove di Gunung Anyar.

Gak sendirian, mereka melakukannya bersama puluhan anak muda Surabaya, serta menggandeng beberapa instansi dari berbagai bidang, yaitu GDM Organik, Yello Hotel, Lapis Kukus Pahlawan dan juga M Radio Surabaya. Dimas Wangsa dari Divisi Korporasi menegaskan bahwa mereka menyadari kolaborasi jadi kunci agar pesan yang dibawa dapat tersampaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

5. Reduksi sampah plastik, aksi sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Sadar Penting, Earth Hour Surabaya Mengajak Tanam Mangrove di PesisirIDN Times/Sumber istimewa

Nah, buat kamu yang belum bisa ikut tanam mangrove gak perlu khawatir. Ada aksi sederhana yang dapat kamu lakukan di rumah, yaitu reduksi sampah plastik. Mulai dengan membawa tumbler, gunakan reusable bag dan membawa bekal saat lakukan aktivitas sehari-hari.

Reduksi sampah plastik menjadi aktivitas penting karena dapat membantu masa purifikasi mangrove. Lebih lanjut, Elis Safitri selaku PIC Mager 3.0 menjelaskan bahwa ini adalah masa di mana ekosistem mangrove sedang melakukan filtrasi terhadap limbah domestik. Namun, jika dalam masa tersebut terjadi pencemaran lingkungan karena sampah plastik, ini dapat sebabkan mangrove mati dan purifikasi pun akan gagal.

Agar hal tersebut tidak terjadi, jangan lupa untuk lakukan pengurangan sampah plastik, dengan meminimalisir ataupun menghentikan penggunaannya. Meskipun sederhana, aksi tersebut sangat membantu loh untuk kelestarian mangrove di pesisir Surabaya. Kamu sudah siap menerapkannya?

Baca Juga: Tersesat di Hutan? 10 Tumbuhan Ini Bisa Dimakan untuk Bertahan Hidup

Chalimatus Sa'diyah Photo Community Writer Chalimatus Sa'diyah

We only live once. Makes it worth and useful! Don't forget to be yourself. If you love content, then you can find out more about my stories here : www.instagram.com/diyah.dii_

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Just For You