Comscore Tracker

10 Cara Budi Daya Gurami, Ikan Air Tawar Bernilai Ekonomi Tinggi

Rasanya yang lezat membuatnya laris manis di pasaran

Gurami adalah salah satu spesies ikan air tawar yang banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak dan bernutrisi lengkap. Nah, ikan ini pun kerap dijadikan salah satu komoditas utama dari petambak karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Membudidayakan gurami tentu bisa dijadikan pilihan jika kamu memiliki lahan yang cukup.

Dilansir laman Animals Network, sebetulnya gurami merupakan ikan yang memiliki banyak kerabat dan subspesies berbeda. Semua ikan yang tergolong famili Osphronemidae termasuk kerabat dekat dari gurami meskipun cirinya bisa dibedakan. Habitat terluas dari ikan gurami adalah perairan tawar di Asia dan Afrika.

So, mau tahu cara budi daya gurami yang bernilai ekonomi tinggi? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 9 Cara Budi Daya Itik Petelur, Jadi Komoditas Menguntungkan

Membudidayakan ikan gurami sebagai komoditas utama

10 Cara Budi Daya Gurami, Ikan Air Tawar Bernilai Ekonomi Tinggiilustrasi ikan gurami di tambak (wikimedia.org/Deepugn)

Sama seperti ikan lainnya, membudidayakan gurami juga harus dilakukan dengan benar supaya usaha yang dijalankan bisa berhasil dan tidak merugi. Jadi, kamu bisa praktikkan cara-cara dan langkah pembudidayaan ikan gurami di bawah ini.

  1. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah penyediaan lahan untuk tambak, kolam, atau bak beton. Ukuran untuk tambak dan kolam gurami bisa memakan tempat yang cukup luas.
  2. Tambak atau kolam harus terkena sinar Matahari dan perhatikan suhu air supaya tetap dalam rentang 25—28 derajat celsius. Sebetulnya, gurami adalah ikan yang cukup tahan banting. Namun, lokasi tambak atau kolam tetap wajib jauh dari polusi agar gurami bisa tumbuh sehat.
  3. Pilih dan beli bibit ikan gurami untuk dijadikan modal pembudidayaan. Cari bibit dari petambak profesional dan tentukan ukuran bibitnya.
  4. Menurut laman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, benih gurami yang sudah jadi akan membuat masa panen menjadi lebih cepat dibandingkan benih dari telur. Nah, pastikan bahwa kamu mendapatkan benih gurami yang sudah jadi (seukuran bungkus rokok) supaya perputaran modal tidak begitu lama.
  5. Berikan pakan yang tepat sesuai jadwalnya. Gurami bisa diberikan pakan alami berupa bekatul, ampas kedelai, daun singkong, bekicot, keong, dan cacing tanah. Di sisi lain, pakan pelet buatan juga bisa diberikan untuk gurami.
  6. Perhatikan kebersihan tambak atau kolam. Pakan berlebihan bisa saja membuat kolam kotor dan tercemar. Nah, untuk membuat gurami betah di kolam, berikan tanaman eceng gondok di permukaan air.
  7. Jangan lupakan sirkulasi air dan udara di dalam kolam. Pasalnya, ikan air tawar cukup rentan dengan minimnya oksigen dan sirkulasi air yang buruk.
  8. Penyakit dari bakteri dan virus bisa menyerang gurami dan bahkan membuat populasi ikan berkurang akibat banyak yang mati. Konsultasikan dengan petambak senior supaya mendapat solusi terbaik untuk membuat ikan-ikanmu tetap sehat.
  9. Predator ikan, seperti ular, biawak, kadal, dan burung, juga harus diperhatikan. Hewan predator ini bisa memangsa ikan gurami kapan saja, terutama biawak dan ular yang habitatnya berdampingan dengan tambak ikan air tawar.
  10. Jika berhasil membudidayakan gurami dari bibit yang sudah jadi, masa panen akan diraih dalam kurun waktu 4 atau 5 bulan. Pada beberapa kasus, masa panen bisa berjalan lebih lama akibat banyak faktor.

Membudidayakan gurami memang membutuhkan modal dan waktu yang tidak sedikit. Itu sebabnya, dibutuhkan komitmen dan keseriusan dari kamu agar budi daya yang dijalankan tidak berujung pada gagal panen. So, semoga artikel ini dapat menjadi informasi buat kamu yang berencana berbudi daya ikan gurami, ya!

Baca Juga: 8 Cara Budi Daya Ayam Broiler, Jadi Sumber Pangan Andalan

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya