Comscore Tracker

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Ini

Otak kita juga bisa bergeser ketika berada di luar angkasa

Ada banyak keanehan yang terjadi di luar angkasa. Disebut “aneh” karena hal itu tidak wajar atau tidak pernah terjadi di tempat tinggal kita, Bumi. Salah satunya adalah bagaimana tempat tersebut mengubah tubuh manusia, yang dalam kasus ini tercermin pada astronaut. 

Perubahan yang terjadi bukan hanya aneh, tapi juga berbahaya untuk mereka. Pada umumnya, semua hal itu terjadi karena gravitasi yang sangat minim serta paparan radiasi yang tak bisa dihindari. Selain itu, astronaut juga mengalami pergeseran gaya hidup yang 180 derajat di luar sana.

Penasaran apa saja perubahan yang dimaksud? Seberbahaya apakah itu? Simak berikut ini!

1. Otak “mengapung” di dalam tengkorak

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh IniKeadaan otak astronaut sebelum (kiri) dan setelah berada di luar angkasa/The New England Journal of Medicine

Studi dari New England Journal of Medicine tahun 2017 meneliti bagaimana kondisi otak astronaut setelah menghabiskan waktu beberapa minggu di pesawat luar angkasa. Melalui MRI scan, hasil pun tampak mengejutkan.

Otak terlihat bergeser sedikit ke permukaan tempurung kepala, seakan-akan ia mengapung di dalam sana. Entah kenapa ini terjadi, namun para peneliti berasumsi bahwa gravitasi nol di luar angkasa membuat cairan tubuh mengalami perubahan. Akhirnya cairan tersebut menekan otak hingga bergeser ke atas.

2. Otot tulang belakang melemah, tinggi badan bertambah

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Iniwired.com

Sebuah penelitian dari Wolters Kluwer yang didanai oleh NASA mengatakan bahwa gravitasi nol di sana justru melemahkan otot tulang belakang. Kondisi ini tidak hanya terjadi saat mereka berada di luar angkasa. Satu hingga dua bulan setelah kembali ke Bumi, kekuatan tulang belakang pun belum kembali.

Uniknya, perubahan ini diikuti pula dengan pertambahan tinggi badan hingga dua inci. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ketika tubuh berada di gravitasi nol, tulang belakang tidak mengalami tekanan ke bawah. Akhirnya, tulang rawan yang terdapat di setiap ruas pun memanjang.

3. Risiko gangguan penglihatan

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Inifuturecdn.net

Dilansir dari Popular Mechanics, setidaknya 80 persen astronaut mengeluhkan adanya gangguan penglihatan setelah kembali dari luar angkasa. Kondisi yang dialami bernama visual impairment intracranial pressure syndrome (VIIP). 

Melalui MRI scan, para ahli menemukan bahwa VIIP membuat retina para astronaut bergeser ke depan karena bola mata yang memipih selama di luar angkasa. Kemungkinan besar, perubahan ini terjadi karena tekanan pada otak yang terjadi selama di pesawat.

4. Pembuluh arteri mengalami penebalan

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Iniesa.int

NASA memiliki sepasang astronaut kembar, yaitu Scott dan Mark Kelly. Keduanya terlibat dalam NASA’S Twins Study tahun 2016, sebuah penelitian yang dilakukan untuk melihat bagaimana luar angkasa memengaruhi tubuh astronaut. Scott dikirim ke International Space Station, sementara Mark tetap di Bumi sebagai subjek kontrol

Salah satu penemuan dari studi tersebut mengatakan bahwa luar angkasa bisa menyebabkan penebalan pembuluh arteri. Hal inilah yang dialami oleh Scott.

Namun mereka masih belum mengetahui apa alasan dari perubahan tersebut. Yang jelas, menebalnya pembuluh darah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena ini membuat aliran darah tidak lancar.

Baca Juga: Angkasa dalam Lensa #5: Nebula Terindah hingga Letusan Anak Krakatau

5. Bisa memicu mutasi gen

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Ininbcnews.com

Masih dari NASA’s Twins Study, peneliti menemukan bahwa tinggal di luar angkasa juga bisa memicu mutasi genetis. Tercatat bahwa Scott mengalami ratusan perubahan gen yang unik. Berikut ini beberapa di antaranya yang penting diwaspadai, dilansir dari Astronomy.com:

  • Hipoksia, dipicu oleh kurangnya oksigen dan berlebihnya karbon dioksida dalam pesawat;
  • Bertambahnya jumlah mitokondria (organel sel tempat berlangsungnya fungsi respirasi)  di dalam darah;
  • Memanjangnya telomere (bisa meningkatkan ketahanan sel) dan perbaikan DNA karena gaya hidup yang relatif sehat di luar angkasa;
  • Rusaknya sebagian DNA akibat paparan radiasi;
  • Berkurangnya produksi kolagen, menggumpalnya darah, dan pembentukan tulang karena gravitasi yang sangat kecil;
  • Sistem imun menjadi hiperaktif.

Meskipun sebagian perubahan kembali normal setelah kembali ke Bumi. Sebagian lainnya ternyata bersifat permanen.

6. Sistem imun menjadi kacau

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Inibritannica.com

Sempat disinggung di poin sebelumnya bahwa tinggal di luar angkasa membuat sistem imun menjadi hiperaktif. Apa maksudnya? Ternyata lingkungan luar angkasa dapat memicu sistem imun untuk menjadi jauh lebih sensitif daripada biasanya.

Hal ini akan memicu penyakit autoimun, di mana sel imun terlalu aktif sehingga berbalik menyerang sel-sel yang sehat. Ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti radiasi, perubahan mikroba, stres, gravitasi mikro, hingga pergeseran gaya hidup.

7. Wajah membengkak sedangkan kaki menyusut

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Inimetro.co.uk

Oke, sebenarnya perubahan yang satu ini tidak semengerikan yang kamu bayangkan kok. Seperti yang kita ketahui, sekitar 70 persen tubuh manusia terbuat dari air. Ketika kita berada di Bumi, terdapat gravitasi yang menjaga agar cairan tersebut seimbang di seluruh tubuh. 

Namun lain halnya ketika kita berada di luar angkasa yang gravitasinya sangat kecil. Karena tidak ada gaya penyeimbang, cairan pun secara alami bergerak ke kepala kita. Itulah kenapa wajah pun membengkak, sementara kaki menyusut.

8. Paparan radiasi meningkatkan berbagai risiko penyakit

Tinggal di Luar Angkasa Picu Mutasi Gen dan 7 Perubahan Tubuh Ininewatlas.com

Di luar angkasa, tidak ada lapisan ozon yang melindungi kita dari sinar matahari. Itulah kenapa, paparan radiasi yang didapatkan di sana pun sangat besar. Dalam jangka pendek, hal ini akan menyebabkan mual, muntah, hingga bahkan diare berdarah. 

Sementara itu, dalam jangka panjang, paparan radiasi dapat berakibat sangat fatal. Mulai dari kanker, mutasi genetis, hingga bahkan menjadi steril, tidak dapat bereproduksi lagi. Itulah kenapa astronaut dipantau selama 24 jam oleh badan bernama Space Radiation Analysis Group (SRAG) untuk menjamin keselamatannya.

Ternyata cukup menyeramkan, ya, bagaimana luar angkasa bisa mengubah tubuh kita. Itulah kenapa astronaut adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. Salut, ya, untuk mereka!

Baca Juga: Ini 9 Hal Normal yang Gak Bisa Dilakukan Astronaut di Luar Angkasa

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya