Comscore Tracker

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah Arab

Ada negerinya para ulama dan habib? #IDNTimesScience  

Jazirah Arab adalah kawasan di Timur Tengah yang terdiri dari beberapa negara besar, seperti Arab Saudi dan Yaman. Tanpa perlu penjelasan lebih lanjut, daerah tersebut pasti sudah terkenal dengan pertumbuhan dan perkembangan agama Islam, bukan?

Sebelum adanya agama Islam, ternyata cukup banyak peradaban kuno di Jazirah Arab yang berpengaruh sehingga berhasil membentuk pemerintahan kerajaan. Mau tahu apa saja kerajaan-kerajaan kuno di sana? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dilansir berbagai sumber!

1. Kerajaan Kedar

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah ArabDumat al-Jandal, Arab Saudi (readofia.com)

Bangsa Kedar adalah suku nomaden yang tinggal di kawasan Yordania dan utara Arab Saudi. Diyakini bahwa nama bangsa ini diambil dari putra kedua Ismail yang bernama Kedar. Peradaban bangsa ini berkembang pesat setelah kejatuhan Assyria dan berhasil membentuk kerajaan pada abad ke-9 SM.

Ibukota satu-satunya, Adumattu (sekarang Dumat al-Jandal), juga ditemukan dan didirikan oleh bangsa Kedar. Selama perjalanannya, kerajaan ini memiliki relasi yang sangat kompleks dengan negeri-negeri tetangganya. Tanah Kedar kembali dijajah ketika Kekaisaran Assyria berhasil bangkit dari keterpurukan.

Ketika Assyria benar-benar hancur pada akhir abad ke-7 SM, bangsa Persia tiba dan menjadikan Kedar sebagai negara klien hingga ratusan tahun kemudian. Kerajaan ini selanjutnya dikuasai oleh Yunani Kuno, bangsa Lihyan, dan terakhir Kerajaan Nabatea pada abad ke-2 SM. 

2. Kerajaan Lihyan

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah ArabAl Ula, Arab Saudi (pixabay.com/Konevi)

Pada awalnya, orang-orang yang tinggal di Oasis Al-Ula di jantung Arab Saudi semakin maju dan berhasil membentuk kerajaan kecil. Sebuah kota di oasis tersebut, Dedan, menjadi pusat pemerintahan pada akhir abad ke-9 atau awal abad ke-8 SM. Diyakini bahwa ibukota tersebut menjadi tempat perdagangan gading gajah, kayu hitam, dan pelana.

Kerajaan Lihyan yang berdiri pada akhir abad ke-6 atau awal abad ke-5 SM adalah lanjutan dari kerajaan sebelumnya. Kerajaan ini diyakini cukup makmur dan maju karena ditemukannya koin-koin buatan lokal di dekat Al-Ula , serta ratusan prasasti dan grafiti dalam beberapa bahasa kuno (Dedan, Aram, Minaean, dan Thamudik).

Berbagai penemuan tersebut, khususnya prasasti dan grafiti, membuktikan orang-orang di sana memiliki literasi yang tinggi. Salah satu bentuk peninggalan lain Kerajaan Lihyan adalah kuil ritual keagamaan kuno. 

Pada abad pertama SM, Kerajaan Nabatea dari utara (Yordania) berhasil menguasai Kerajaan Lihyan. Hegra dijadikan pusat perkotaan mereka yang baru di dekat Oasis Al-Ula. 

Baca Juga: Bekas Kerajaan, Ini 5 Situs Warisan Dunia UNESCO di Tunisia

3. Kerajaan Saba

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah ArabKuil Mahram Bilqis di Marib, Yaman (worldhistory.org)

Kerajaan Saba yang berlokasi di bagian selatan Arab (sekarang Yaman) diyakini berkembang sejak abad ke-8 SM, meskipun ada yang menganggap sejak abad ke-12 SM. Negeri ini sangat makmur karena dilalui oleh Incense Route, jalur darat perdagangan dupa dan kemenyan yang menghubungkan Yaman dengan Gaza. Bangsa Saba berhasil mendominasi jalur ini pada abad ke-10 dan sepenuhnya menguasai pada abad ke-8 SM. 

Pemerintah membangun bendungan besar di ibukota kerajaan, Marib, yang bermanfaat dalam agrikultur sehingga tidak hanya bergantung dengan Incense Route. Hasil pertanian dan perkebunan yang dihasilkan antara lain gandum, barley/beras jali, jewawut, kurma, anggur, dan buah-buahan lainnya. Pemerintah Saba juga membangun beberapa kuil yang didedikasikan kepada dewa-dewi kuno, salah satunya adalah Mahram Bilqis yang masih berdiri hingga detik ini.

Perdagangan jalur darat andalan Saba terancam setelah dominasi Mesir sejak abad ke-4 SM yang mengutamakan perdagangan laut. Kerajaan akhirnya bubar pada tahun 275 Masehi setelah dijajah oleh bangsa Himyar yang semakin kuat pengaruhnya di kawasan Yaman.  

4. Kerajaan Hadramaut

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah ArabShibam, Yaman (misfitsarchitecture.com)

Hadrami adalah suku besar yang tinggal di bagian selatan Jazirah Arab. Mereka tinggal di wilayah Hadramaut dan dulunya berbicara dalam bahasa kuno (namun sekarang bahasa Arab). Tidak diketahui dengan pasti kapan mereka berkembang dan berhasil mendirikan kerajaan sendiri, namun para peneliti menduga Kerajaan Hadramaut sudah ada sejak abad ke-8 SM. 

Ibukota pertama bangsa Hadrami, Shabwa, dihancurkan pada sekitar abad ke-3 M sehingga Shibam menjadi ibukota penggantinya. Tidak lama kemudian, kerajaan ini dikuasai oleh Kerajaan Himyar yang semakin kuat dan berpengaruh di Yaman. Kota Shibam yang sekarang adalah warisan umat Islam nantinya yang berupa bangunan-bangunan vertikal unik dari abad ke-16 M.

Setelah agama Islam masuk ke tanah Hadramaut, daerah tersebut juga menjadi salah satu "penghasil" para ulama dan habib. Banyak orang Hadrami yang bermigrasi ke Indonesia sejak lama, menikah dengan penduduk lokal, dan ikut berperan serta dalam kemunculan tokoh-tokoh besar Muslim campuran Arab-Indonesia.   

5. Kerajaan Himyar

Jarang Terekspos, Ini 5 Kerajaan Kuno Sebelum Islam di Jazirah ArabSana'a, Yaman (akdn.org)

Himyar adalah bangsa asli yang tinggal di kawasan barat daya Yaman. Penguasa besar Himyar berhasil membentuk kerajaan ini pada akhir abad ke-2 SM. Bangsa ini dapat berkembang pesat setelah kejatuhan Kerajaan Saba, Kerajaan Hadramaut, dan yang lainnya.

Ibukota pertama kerajaan, Zafar, dipindahkan ke Sana'a (sekarang ibukota Yaman modern) pada abad ke-4 M. Sejak saat itu, agama Kristen dan Yahudi masuk dan bertumbuh di tanah Himyar.

Kerajaan ini berada di posisi yang strategis karena menjadi tempat lalu lalang kapal-kapal dagang dari India, Afrika Timur, dan negara-negara Mediterania. Hubungan bangsa Himyar dengan Kekaisaran Romawi sangat baik karena ekspor gading, barang berharga dan penting bagi para bangsawan di Roma.    

Sayangnya, berbagai permasalahan internal dan perubahan rute perdagangan menjatuhkan politik dan ekonomi Kerajaan Himyar. Pada tahun 525 M, pasukan Abyssinia dari Ethiopia menyeberang ke Yaman dan menjajah negeri ini. 

Diketahui bahwa kini, beberapa pemerintahan setempat, salah satunya Arab Saudi, kembali menghidupkan sisa-sisa peradaban tua Arab tersebut. Mereka melakukan penggalian situs arkeologi yang masih berlanjut sampai detik ini, serta pembukaan wisata bersejarah yang juga diakui UNESCO. Dengan begitu, kita bisa mempelajari kerajaan kuno itu secara lebih lanjut. 

Baca Juga: Tidak Hanya Mesir Kuno, Ini 5 Kerajaan Tua Lainnya di Afrika Utara

Juan A. Soedjatmiko Photo Verified Writer Juan A. Soedjatmiko

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi atau kata dalam artikel

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya