Comscore Tracker

SUNterra Pasang Energi Surya di Kantor Pusat BAF Kapasitas 31,86 kWp

Dukung penerapan sustainable finance perusahaan pembiayaan

Jakarta, IDN Times - Ketergantungan akan bahan bakar fosil menghasilkan jejak emisi karbon kini secara perlahan ditinggalkan para pelaku industri. Menyadari akan bahaya lingkungan diakibatkan oleh penggunaan energi fosil serta permintaan
masyarakat untuk menghadirkan produk atau jasa yang ramah lingkungan, transisi energi dengan memanfaatkan energi terbarukan mulai menjadi primadona.

Dorongan untuk mengelola emisi melalui pembangunan yang efisien serta penggunaan energi terbarukan
sebagai sumber energi alternatif, dianggap menjadi salah satu cara cepat mencapai target nol emisi karbon.

1. Instalasi PLTS di kantor pusat BAF

SUNterra Pasang 
Energi Surya di Kantor Pusat BAF Kapasitas 31,86 kWpSUNterra Pasang Energi Surya di Kantor Pusat BAF Kapasitas 31,86 kWp. (Dok. SUNterra).

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan angka bauran energi terbarukan menuju Indonesia nol emisi karbon di tahun 2060, SUNterra giat bekerja sama dengan berbagai pihak. Tujuannya, melakukan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna mengurangi
jejak karbon dari aktivitas operasional setiap perusahaan.

Semenjak berdiri 2020, SUNterra telah mencatatkan proyek PLTS lebih dari 2,5 MWp. Instalasi berfokus
pada sektor residensial, sosial, dan komersial skala menengah. PT Bussan Auto Finance (BAF) menjadi salah satu portofolio komersial membanggakan bagi SUNterra.

Instalasi PLTS dilakukan pada kantor pusat BAF, dengan kapasitas 31,86 kWp dan menjadi wujud nyata BAF menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Instalasi sistem PLTS pada kantor pusat BAF menggunakan panel surya dengan kapasitas per panel sebesar 540 Wp.

2. Dapat menurunkan emisi karbon sebanyak 380 ton

SUNterra Pasang 
Energi Surya di Kantor Pusat BAF Kapasitas 31,86 kWpilustrasi karbon (Pixabay/niekverlaan)

Menggunakan panel surya dari LONGi dilengkapi Half-Cut Technology dan Solid PID resistance, membuat sistem PLTS di BAF ini memiliki durabilitas dan performa sistem PLTS yang tangguh. Selain itu, teknologi LONGi juga memiliki tingkat degradasi yang sangat kecil sehingga efektivitas produksi energi per panel tidak
akan di bawah 80% selama 25 tahun.

Melalui instalasi ini, BAF diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon sebanyak 380 ton dan setara menanam 11.320 pohon selama 25 tahun. Di sisi teknologi lain, sistem PLTS di BAF juga diimbangi dengan menggunakan salah satu lini inverter
terbaik dari Sungrow bertipe SG33CX. Inverter seri premium Sungrow SG33CX ini dirancang untuk pengaplikasian sistem PLTS Atap di segmen komersial industrial yang mampu menghadirkan hasil daya yang lebih tinggi, sistem monitoring energi yang cerdas, serta tingkat efektivitas hingga 98,7%.

Inverter ini dilengkapi sistem keamanan IP66 dan C5. Sehingga terhindar dari korosi dan terlindung dari ancaman eksternal seperti debu atau semprotan air yang dapat menurunkan kualitas performa inverter ini.

3. Ajak pelaku bisnis gunakan energi terbarukan

SUNterra Pasang 
Energi Surya di Kantor Pusat BAF Kapasitas 31,86 kWpEnergi Baru Terbarukan di Bendungan Jatibarang Semarang_Bendungan Jatibarang_Dhana Kencana (IDN Times/Dhana Kencana)

Fanda Soesilo selaku Chief Executive Officer SUNterra mengatakan, setiap langkah nyata dilakukan para pelanggan menjadi kebanggan tersendiri bagi. "Langkah kami untuk mengajak sebanyak-banyaknya para pelaku bisnis untuk menggunakan
energi terbarukan yang mendukung aktivitas operasional perusahaan menunjukkan hasil yang signifikan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/12/2022).

Ia sangat mengapresiasi langkah BAF dalam menggunakan sistem PLTS Atap pada kantor pusatnya. SUNterra yakin pemasangan PLTS Atap ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya untuk mengambil bagian dari gerakan Indonesia bebas emisi karbon dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

"Salah satu cara yang bisa kita lakukan bersama adalah dengan beralih dari energi fosil ke energi terbarukan dengan memasang sistem energi surya," jelasnya.

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya