Comscore Tracker

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahli

Simak juga tips menghadapinya

Setelah menjalani hari penuh aktivitas yang melelahkan, kamu pastinya ingin beristirahat untuk mengisi ulang energi tubuh. Sayangnya, meskipun sempat mengantuk, otak kamu menjadi aktif saat kamu berusaha untuk tidur.

Hal ini menjadi buruk ketika apa yang ada dalam benak kamu bukanlah antusiasme dalam menghadapi hari esok, melainkan pikiran-pikiran buruk yang seketika muncul. Pernahkah kamu berpikir tentang kesalahan yang kamu lakukan bertahun-tahun lalu? Yup, itu salah satu contoh pikiran negatif yang muncul sebelum tidur.

Sebenarnya mengapa kita melakukan hal itu? Simak fakta-faktanya dilansir berbagai sumber!

1. Merupakan cara melindungi diri

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahliilustrasi berpikir negatif (unsplash.com/Jonathan Rados)

Percaya tidak percaya, ada alasan mengapa otak mendorong kita untuk berpikir negatif. Deborah Vertessy selaku psikolog klinis menjelaskan dalam ABC Everyday bahwa kita berpikir negatif karena adanya kebutuhan primitif untuk melindungi diri sendiri. Jadi, tindakan memikirkan kesalahan yang dibuat di tempat kerja bisa saja merupakan penilaian pribadi kita terhadap kinerja dan perlindungan terhadap mata pencaharian kita.

Sama halnya ketika kita memikirkan interaksi yang canggung meskipun sudah berlalu. Nah, otak kita akan menilai 'ancaman' tidak diterimanya diri kita dalam sebuah kelompok sosial.

2. Otak kita memiliki bias negatif

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahliilustrasi otak (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Pikiran negatif yang tidak ada habis-habisnya disebabkan karena kejadian yang negatif punya dampak yang lebih besar dibandingkan kejadian yang positif. Inilah yang disebut oleh psikolog sebagai bias negatif, sebagaimana dikutip Verywell Mind.

Kita malah lebih mengingat pengalaman traumatis dan ejekan daripada pengalaman positif serta pujian. Situs ini juga menyebutkan bahwa bias negatif dipercaya muncul dari sejarah manusia. Hal ini serupa dengan perspektif Deborah Vertessy pada poin pertama.

Alasan mengapa kita sering berpikir negatif sebelum tidur dapat dikaitkan dengan 'conditioned arousal'. Melansir Jade Wu PHD, apabila setiap malamnya kita terus berguling-guling, khawatir, frustrasi, dan tetap terjaga, tubuh kita akan belajar untuk tetap terbangun dan berpikir negatif ketika ingin tidur.

RNZ menyebutkan bahwa kita akan sulit tertidur apabila ada masalah, tetapi kembali normal apabila tidak ada masalah. Namun, hal ini tidak sesederhana itu bagi mereka yang mengalami insomnia kronis, kecemasan, depresi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Baca Juga: Sering Ngomong 'Um'? Ini Fakta Sains dan Cara Mengatasinya

3. Bias negatif tidak hanya terjadi sebelum tidur

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahliilustrasi berpikir negatif (unsplash.com/Nik Shuliahin)

Bias negatif memang membuat kita lebih fokus kepada aspek-aspek dan pikiran negatif ketimbang yang positif. Fenomena psikologis ini tidak hanya terjadi sebelum kita tidur.

Deborah Vertessy mengatakan bahwa bias negatif juga terjadi ketika kita menginternalisasi kritik orangtua, guru, dan teman yang membuat kita merasa tidak memenuhi standar. Alhasil, kita kerap menjatuhkan diri sendiri.

4. Diperparah kekurangan tidur

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahliilustrasi kesulitan tidur (unsplash.com/Megan te Boekhorst)

Menurut Profesor Sean Drummond, ahli saraf klinis yang berspesialisasi dalam topik tidur dan kesehatan mental, momen sebelum tidur adalah satu-satunya waktu yang dimiliki orang-orang dengan waktu kerja yang panjang untuk merenungkan harinya. Saat mereka merenung, banyak pikiran datang secara bersamaan. Pikiran ini membuat orang itu kesulitan tidur, apalagi jika dihubungkan dengan kecenderungan manusia untuk berpikir negatif.

Kesulitan tidur ini mengakibatkan sedikitnya waktu yang tersedia untuk beristirahat. Akibatnya, orang tersebut mengalami kekurangan tidur, yang dapat meningkatkan respons pusat emosional terutama terhadap rangsangan negatif. Michael C. Marino selaku direktur medis Geisinger Sleep Labs menuturkan bahwa pikiran negatif repetitif yang ditimbulkan kekurangan tidur merupakan bentuk sabotase diri yang dapat menjadi awal munculnya kecemasan dan depresi. 

5. Ada berbagai cara untuk menghadapinya

Sering Berpikir Negatif Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Ahliilustrasi journaling (unsplash.com/Daria Shevtsova)

Medibank menyarankan berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk menghadapi pikiran negatif pada malam hari, yaitu

  • Melakukan satu tindakan perawatan diri (self-care) setiap malam : Cari aktivitas yang disukai dan bermanfaat bagi kesehatan diri kemudian melakukannya, contohnya mandi dan mendengar musik yang menenangkan hati.
  • Bersiap untuk beristirahat: Mematikan lampu dan menonaktifkan smartphone setidaknya 30 menit sebelum tidur.
  • Journaling: Sebelum tidur, tulislah unek-unek yang melekat di pikiran.
  • Mencoba meditasi atau teknik pernapasan dalam: Meditasi dan sikap kesadaran penuh (mindfulness) sangat bermanfaat untuk mendapatkan tidur yang pulas.

Apakah kamu sering berpikir negatif sebelum tidur? Kalau iya, semoga tips yang tersedia tidak hanya dalam artikel ini tetapi juga pada situs tepercaya lainnya dapat membantu kamu mengalami masalah tidur tersebut.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk Pagi Hari Banyak Orang, Berbasis Ilmiah

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya