Comscore Tracker

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkungan

Banyak dipakai oleh kepala negara, pebisnis, dan selebriti

Jet pribadi merupakan pesawat yang dirancang untuk mengangkut segelintir orang dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Biasanya, jet pribadi digunakan oleh kepala negara, selebriti, pebisnis, milyuner, CEO perusahaan, dan semacamnya.

Terlihat mewah dan eksklusif, namun dampak jet pribadi bagi lingkungan tidak main-main. Here is the ugly truth!

1. Jam penerbangan dengan jet pribadi terus meningkat

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkunganilustrasi jet pribadi mengudara (pixabay.com/lillolillolillo)

Mengutip The Brussels Times, jumlah jam penerbangan dengan jet pribadi meningkat 15 persen pada tahun 2021 bila dibandingkan dengan tahun 2019. Ini belum puncaknya, diperkirakan akan naik sekitar 7-8 persen.

Padahal, menyewa jet pribadi tidaklah murah. Biaya yang harus dikeluarkan sekitar 3.000-4.000 Euro (Rp45 juta sampai Rp60 juta) per jam. Sepertinya uang bukan masalah bagi orang-orang super kaya tersebut, ya?

2. Jet pribadi menghasilkan emisi lebih banyak daripada penerbangan komersial

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkunganilustrasi interior jet pribadi (unsplash.com/Yaroslav Muzychenko)

Secara garis besar, emisi yang dihasilkan oleh jet pribadi lebih banyak daripada penerbangan komersial. Ini karena jumlah penumpangnya lebih sedikit, sedangkan jarak tempuh dan bahan bakar yang dikeluarkan sama.

Salah satu jet pribadi yang paling populer adalah Cessna Citation XLS. Dilansir BBC News, tipe ini menghabiskan 857 liter bahan bakar per jam.

Menurut Departemen Strategi Bisnis, Energi, dan Industri (BEIS), sekitar 2,52 kilogram karbon dioksida dikeluarkan untuk setiap liter bahan bakar. Jika penerbangan berlangsung selama 2 jam 45 menit, maka akan menghasilkan 5,9 ton karbon dioksida. Jika terdapat lima penumpang dalam penerbangan tersebut, maka setiap orang bertanggung jawab atas 1,18 ton karbon dioksida.

3. Bandingkan dengan emisi yang ditanggung penumpang dalam penerbangan komersial

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkunganilustrasi penerbangan komersial (unsplash.com/Suhyeon Choi)

Dari semua emisi gas rumah kaca, seperempat di antaranya disumbang oleh sektor transportasi. Dan dari seluruh emisi karbon dioksida terkait transportasi, sektor penerbangan berkontribusi sekitar 12 persen. Ini adalah data tahun 2018.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jejak karbon yang ditanggung oleh penumpang jet pribadi lebih besar dari penumpang pesawat komersial. Ambil contoh Boeing 737, salah satu pesawat komersial terpopuler, yang menghabiskan 3.400 liter bahan bakar per jam.

Jika penerbangan berdurasi tiga jam, maka akan menghasilkan 25,7 ton karbon dioksida. Apabila penumpang pesawat komersial berjumlah 200 orang, maka setiap orang bertanggung jawab atas 128,5 kilogram karbon dioksida. Lebih sedikit, kan?

Baca Juga: Tambang Emas Ternyata Merusak Lingkungan! Ini Buktinya

4. Dampak emisi karbon dioksida bagi lingkungan

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkunganilustrasi pemanasan global (pixabay.com/madartzgraphics)

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di MDPI pada tahun 2020, emisi karbon dioksida berperan seperti selimut di udara yang menjebak panas di atmosfer dan menghangatkan bumi. Lapisan ini mencegah bumi melakukan pendinginan dan meningkatkan suhu global.

Pemanasan global efeknya tidak main-main. Bisa memengaruhi kondisi lingkungan, persediaan makanan dan air, pola cuaca, serta permukaan laut. Bukan hanya manusia yang merasakan dampaknya, tetapi juga makhluk hidup lain.

5. Penumpang jet pribadi terbanyak berasal dari kalangan pebisnis

Kupas Tuntas Dampak Negatif Jet Pribadi bagi Lingkunganilustrasi pebisnis (unsplash.com/Ruthson Zimmerman)

Sebenarnya, ini bukan hal yang mengejutkan, mengingat para eksekutif bisnis sangat mengedepankan privasi, kenyamanan, dan efisiensi waktu. Semua itu bisa didapatkan dengan jet pribadi.

The Financial Times mengungkap bahwa 500 perusahaan Amerika menghabiskan 33,8 juta dolar AS (Rp499 milyar) di tahun 2021 untuk penerbangan pribadi bagi para eksekutif puncak. Terjadi peningkatan sebesar 35 persen jika dibandingkan dengan tahun 2012.

Siapa yang menghamburkan uang terbanyak untuk jet pribadi? Dua di antaranya ialah Mark Zuckerberg (CEO Facebook) sebesar 1,6 juta dolar AS atau Rp23 milyar, dan James Taiclet (CEO Lockheed Martin) sebesar 1,1 juta dolar AS atau Rp16 milyar.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai dampak negatif jet pribadi bagi lingkungan. Semoga kita bisa lebih bijak dalam memilih moda transportasi, ya!

Baca Juga: Benarkah Melepas Balon ke Udara Bisa Merusak Lingkungan?

Topic:

  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya