Comscore Tracker

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP Terbaik

Marquez melewati 3 musim tanpa gelar juara

Selama 3 musim terakhir, Marc Marquez tak bisa tampil maksimal dalam gelaran MotoGP. Cedera yang membekapnya memaksa pembalap asal Spanyol itu absen beberapa saat, meski bisa kembali tampil menunggangi RC213V. Kondisi tersebut pula yang membuat Marc Marquez tak bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.

Walau begitu, Marc Marquez masih dinilai sebagai pembalap terbaik di kelas utama MotoGP. Salah satu yang sepakat dengan pendapat tersebut adalah Jorge Lorenzo. Bahkan, ia menyebut gelar juara MotoGP dalam 3 musim terakhir jadi terasa mudah didapat tanpa hadirnya sosok seperti Marc Marquez di atas lintasan.

1. Marc Marquez absen lama pada 2020, hanya ikut satu balapan

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP TerbaikMarc Marquez mengalami insiden di GP Spanyol 2020. (motogp.com)

Marc Marquez absen lama selama musim 2020. Hal ini terjadi setelah pemilik delapan gelar juara dunia di semua kelas MotoGP tersebut mengalami insiden saat balapan GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Saat itu, ia didiagnosis mengalami patah tulang lengan kanan. 

Alhasil, GP Spanyol jadi satu-satunya keikutsertaan Marc Marquez pada 2020. Selebihnya, ia menghabiskan waktu di ruang operasi dan fokus pada pemulihan cedera.

Marc Marquez baru kembali balapan pada GP Portugal 2021. Sepanjang musim 2021, kakak kandung Alex Marquez itu berhasil meraih tiga kemenangan di GP Jerman, Amerika, dan Emilia Romagna.

Meski begitu, Marc Marquez harus kembali melewatkan dua balapan tersisa pada 2021. Ia terjatuh saat berlatih off-road yang menyebabkan gegar otak ringan. Misinya untuk bisa finis lima besar di klasemen pembalap saat itu pupus.

2. Sempat absen setelah balapan GP Italia 2022, Marc Marquez comeback di GP Aragon

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP TerbaikMarc Marquez mengangkat trofi seusai GP Australia 2022. (motogp.com)

Pada 2022, Marc Marquez kembali berkutat dengan cedera. Ia sempat gagal start saat balapan GP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Ia mengalami highside saat sesi warm-up dan harus dibawa ke medical centre

Pemeriksaan lebih lanjut selepas insiden menyebut Marc Marquez mengalami diplopia. Sempat absen pada GP Argentina, ia kembali melanjutkan perjalanan musim 2022 dengan ikut balapan di GP Amerika.

Meski begitu, Marc Marquez memutuskan untuk absen kembali setelah GP Italia. Ia merasa tidak nyaman pada lengan kanannya. Operasi pada bagian tubuh tersebut dilakukan pada Juni 2022 sebelum Marc Marquez comeback pada GP Aragon.

Marc Marquez tahun ini sukses meraih pole position di GP Jepang. Selain itu, ia juga kembali naik podium selepas finis posisi runner-up di GP Australia.

Baca Juga: Puig Sepakat dengan Marc Marquez, Honda Harus Berbenah

3. Jorge Lorenzo masih anggap Marc Marquez pembalap terbaik di MotoGP

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP Terbaikpembalap Repsol Honda Marc Marquez (motogp.com)

Cedera yang bolak-balik dialami Marc Marquez dalam 3 musim terakhir mengganggu upayanya menambah gelar juara dunia di kelas utama. Meski begitu, Jorge Lorenzo tetap melihat mantan rekan setimnya di Repsol Honda tersebut sebagai pembalap terbaik di grid MotoGP.

"Aku pikir dia masih yang terbaik, tidak secara fisik pada saat ini karena cedera, tetapi secara teknis dan mental. Dia satu-satunya yang tidak takut terjatuh.

Hal tersebut terkadang merugikannya. Namun, saat dia bisa mengubahnya menjadi keuntungan, maka itu adalah kualitas yang luar biasa," papar Jorge Lorenzo dilansir Speedweek.

4. Lorenzo sebut juara dalam 3 musim terakhir mudah diraih karena tak ada Marc Marquez

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP TerbaikFrancesco Bagnaia berselebrasi usai meraih gelar juara MotoGP 2022. (motogp.com)

Jorge Lorenzo juga baru-baru ini menjawab pertanyaan terkait gelar juara mana yang menurutnya memiliki nilai terbesar dalam kurun waktu 2020 hingga 2022. Menurut pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu, gelar juara yang didapat Joan Mir, Fabio Quartararo, dan Francesco Bagnaia lebih mudah didapat karena tak ada sosok Marc Marquez yang ikut bersaing.

"Bagiku, tiga gelar juara terakhir dimenangi tanpa adanya pembalap terbaik di trek, yaitu Marc Marquez. Tanpa kehadirannya atau adanya dia dalam kondisi 50 persen, segalanya sangat lebih mudah. 

Aku tak tahu apakah dia (Marc Marquez) akan memenangi ketiga gelar tersebut. Mungkin salah satunya akan lepas dari genggamannya. Jika dia dalam kondisi 100 persen, aku percaya dia akan memenangi gelar juara 3 musim terakhir," jelas Lorenzo dikutip Motorcycle Sports.

5. Jorge Lorenzo optimistis Marc Marquez tampil oke musim depan asal kondisi lengan juga oke

Jorge Lorenzo Masih Nilai Marc Marquez sebagai Pembalap MotoGP TerbaikMarc Marquez memacu motor pada pekan balap GP Australia 2022. (motogp.com)

Jorge Lorenzo masih optimistis Marc Marquez bakal tampil oke musim depan. Namun, X-Fuera menggarisbawahi kondisi seperti itu bisa terjadi jika lengan kanan Marc Marquez dalam kondisi baik.

"Satu-satunya hal adalah umur dan cedera yang makin parah. Saat aku berumur 20 tahun, aku tak takut terjatuh, bahkan di trek setengah basah. Ini adalah kondisi paling berbahaya yang seseorang bisa temukan," kata Lorenzo.

Aku balapan dalam kondisi tersebut, contohnya di GP Prancis 2009. Aku memulai dalam kondisi campur aduk dengan ban slick dalam balapan flag-to-flag dan memenangi balapan," tambahnya.

Dalam beberapa tahun setelah, banyaknya cedera yang dialaminya. Ia mengaku tidak ingin jatuh dan menyakiti diri. Itu lantas berpengaruh pada performanya.

MotoGP 2023 tentu akan dinantikan oleh semua orang, termasuk Marc Marquez dan Repsol Honda. Setelah 3 musim terseok-seok, mereka berharap tuah bagus kembali menghampiri mereka.

Baca Juga: Jorge Lorenzo: Honda, Tolong Bantu Marc Marquez

Dewa Putu Ardita Darma Putera Photo Verified Writer Dewa Putu Ardita Darma Putera

Penggemar olahraga khususnya Motorsport. Untuk pertanyaan dan keperluan bisnis: dewaputu.ardita@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya