Comscore Tracker

Pengalaman Dua Bintang NBA dalam Menjalani Puasa dan Lebaran

Enes Kanter dan Tacko Fall merupakan pemain Boston Celtic

Jakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 telah mengubah cara umat Muslim di dunia dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri di pelbagai belahan dunia. Tak ada ibadah yang dilakukan bersama, mengingat pemerintah telah meniadakan kegiatan ibadah di masjid guna mengurangi penyebaran virus corona.

Hal serupa pun dirasakan dua bintang NBA yang memperkuat Boston Celtic, Enes Kanter dan Tacko Fall. Keduanya yang memeluk agama Islam, harus bisa menyesuaukan diri dengan new normal dalam menjalankan ibadah tersebut. Berbeda dengan apa yang biasa dilakukan mereka sebelumnya.

Yuk, simak beberapa hal menarik yang dibahas oleh Tacko and Enes dalam perjalanan sipritualnya pada setiap Ramadan dan Idulfitri sebelum pandemik.

1. Sekilas cerita tentang masa kecil Tacko Fall di bulan Ramadan

Pengalaman Dua Bintang NBA dalam Menjalani Puasa dan LebaranTacko Fall pemain tertinggi NBA. (bleacherreport.com).

Bagi Tacko, Ramadan selalu memberikan kisah yang sangat berkesan, termasuk ketika dirinya masih belia. Kala masih tinggal di akar, Senegal, pemain berusia 24 tahun dia menyebut situasi bulan puasa yang berbeda dan tak dapat ditemukan di tempat lain.

“Saat Ramadan tiba, kamu bisa langsung merasakannya. Suasana seketika berubah. Terutama ketika orang-orang di sekitarmu juga berpuasa,” kata pemain tertinggi NBA tersebut dalam rilis yang diterima IDN Times.

Dia mengenang suasana Ramadan di kampung halamannya di mana semua orang melakukan rutinitas yang sama, seperti bangun pagi untuk sahur, berpuasa sehari penuh, buka puasa, dan beribadah di Masjid bersama teman-teman.

Baca Juga: Perjalanan Karier LeBron James hingga Jadi Raja di NBA

2. Pengalaman dua pergulatan batin dua pemain NBA menjalankan puasa di tengah NBA

Pengalaman Dua Bintang NBA dalam Menjalani Puasa dan LebaranPemain Boston Celtic, Enes Kanter. (nba.com)

Lalu, sama halnya dengan atlet lain, seperti pemain sepak bola yang mesti menjalankan ibadah puasa di tengah kompetisi, hal serupa juga dialami oleh kedua pemain Boston tersebut. Tacko mengaku dirinya beberapa kali mengalami kesulitan dalam memutuskan untuk berpuasa di tengah musim NBA. Walhasil, dirinya memutuskan tak berpuasa.

“Tahun lalu, beberapa kali (saya menanyakan diri sendiri untuk berpuasa atau tidak). Waktu itu saya terlalu banyak berpikir karena saya harus melakukan banyak hal,” ujar Tacko.

“Sekarang, saya berpuasa dan juga berolahraga. Beberapa hari lalu, saya pun berlari dan ternyata merasa lebih baik,” lanjut dia, yang kini menyadari pentingnya pola pikir yang benar.

Lain cerita dengan yang dilakukan Enes. Dia membagikan pengalaman berpuasanya ketika ia harus bertanding pada musim playoff NBA. Menurut dia, sangat penting memusatkan perhatian dan mengalihkan fokus kita dari hal-hal kecil. Kuncinya adalah mempunyai pola pikir yang benar, bahwa kita bisa pergi, bermain, dan menunjukkan pada dunia jika kita bisa melakukannya (saat berpuasa).

3. Enes dan Tacko sarankan makan kurma saat sahur

Pengalaman Dua Bintang NBA dalam Menjalani Puasa dan LebaranPemain Boston Celtic, Enes Kanter (kiri) dan Tacko Fall (kanan). (foxsport.com.au).

Guna memastikan tubuh memiliki energi yang cukup saat Ramadan, keduanya perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Enes dan Tacko mengaku banyak mengonsumsi kurma dan minuman berprotein saat sahur agar tetap memiliki nutrisi dan energi yang cukup untuk beraktivitas.

Mereka juga menyarankan agar kita tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat saat sahur karena itu akan memaksa tubuh bekerja lebih keras dalam mencernanya. Itu yang kemudian membuat tubuh menjadi lebih mudah merasa lelah.

4. Enes dan Tacko doakan petugas medis yang jadi garda terdepan melawan COVID-19

Pengalaman Dua Bintang NBA dalam Menjalani Puasa dan Lebaranpemain Boston Celtic sedang berdoa sebelum beraksi di lapangan. (hardwoodhoudini.com).

Bulan suci tahun ini memang tak bisa dijalankan seperti biasanya oleh Enes dan Tacko, tapi keduanya tetap bersyukur, karena masih berkesempatan untuk merayakannya dalam keadaan sehat. Tak lupa Tacko mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada tim medis yang telah mengorbankan hidupnya demi menjaga kesehatan banyak orang di bulan Ramadan era pandemik ini.

“Saya hanya ingin mengatakan kepada mereka, terima kasih, dan usaha mereka sangatlah dihargai. Saat ini, pekerjaan mereka sangat sulit terutama dengan adanya pandemik yang masih tersebar. Jadi, saya harap orang-orang juga tidak melupakan jasa mereka,” kata Tacko, pemain yang menandatangani kontrak dua arah (two-way contract) dengan Maine Red Claws, di NBA G League.

Sedangkan, Enes mengajak para penonton untuk berdoa dan bekerja sama agar dapat melalui situasi sulit ini secepatnya. “Saat ini, kita tengah merayakan bulan suci Ramadan. Apa pun kepercayaan kalian, berdoalah, dunia saat ini sangat membutuhkan doa. Sehingga, dunia menjadi lebih baik dan sehat dari sebelumnya, dan kita pun bisa mempunyai masa depan yang lebih baik,” tukas dia.

Baca Juga: [EKSKLUSIF] NBA: Kami Siap Kepakkan Sayap Bisnis di Indonesia!

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya