Comscore Tracker

Cerita 4 Legenda Bulu Tangkis Vaksinasi: Suntik Tak Sesakit Kekalahan

Sejumlah legenda bulu tangkis telah vaksinasi COVID-19

Jakarta, IDN Times - Sejumlah legenda bulu tangkis menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada Senin, 1 Maret 2021. Mantan elite bulu tangkis Tanah Air mulai dari Tan Joe Hok, Imelda Wigoena, Heryanto Saputra, Eddy Hartono, Hariyanto Arbi, Candra Wijaya hingga Carmelita, hingga Adriyanti Firdasari hadir di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Cibubur, Jakarta Timur, tempat dilaksanakannya vaksinasi.

“Saya mewakili para legenda, mengucapkan terima kasih kepada PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) juga KBI (Komunitas Bulutangkis Indonesia) yang telah menyelenggarakan vaksin gratis kepada kami," ujar Hariyanto Arbi mewakili legenda bulu tangkis lainnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis tim Humas dan Media PP PBSI, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Epidemiolog: Vaksinasi bagi Keluarga Anggota DPR Tak Tepat Sasaran

1. Cerita vaksinasi dari tunggal putra peraih gelar All England pertama

Cerita 4 Legenda Bulu Tangkis Vaksinasi: Suntik Tak Sesakit KekalahanSejumlah legenda bulu tangkis menerima vaksinnasi (Dok. PBSI)

Mantan tunggal putra kenamaan Indonesia, Tan Joe Hok tampak antusias menjalani vaksinasi pertamanya. Kini, Tan Joe Hok telah berusia 83 tahun. Tidak ada raut ketakutan di wajah atlet Indonesia pertama yang menjadi juara All England 1959 ini.

“Ya yang terpenting adalah COVID-19 itu memang ada. Jadi bagaimana saya melindungi bukan diri saya sendiri, tapi saya melindungi keluarga saya dan tentu masyarakat," ujar Tan Joe Hoek pada kesempatan yang sama.

"Maka saya anjurkan teman-teman, siapa saja, jangan takut. Ayo ikuti anjuran pemerintah untuk vaksin karena ini salah satu cara untuk pencegahan,” sambung Tan Joe Hok.

2. Candra Wijaya sebut suntikan vaksin tak lebih sakit dari kalah tanding

Cerita 4 Legenda Bulu Tangkis Vaksinasi: Suntik Tak Sesakit KekalahanSejumlah legenda bulu tangkis menerima vaksinnasi (Dok. PBSI)

Cerita menjalani vaskinasi pertama juga disampaikan mantan peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya. Mantan tunggal putra Indonesia ini mengatakan, rasa sakit saat vaksinasi tak seberapa dibanding rasa sakit yang dialami atlet saat kalah berlaga.

"Memang kita jarang disuntik sih, tapi saya kira sakitnya hanya sedikit lah, pasti lebih sakit kalau kita kalah dalam pertandingan. Ini soal kecil lah, sepele," kata Candra, bergurau.

Candra berharap vaksinasi bisa segera diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar seluruh masyarakat dapat segera beraktivitas secara normal, kondusif, dan tenang.

"Semua pihak bisa kembali nyaman tanpa rasa khawatir, ini yang paling penting untuk bisa mengembalikan segala hal," ujar Candra. "Termasuk ekonomi bisa pulih dan kegiatan bulutangkis di Tanah Air bisa menggeliat kembali," sambung dia.

3. Cerita dari Carmelita dan Adriyanti Firdasari

Cerita 4 Legenda Bulu Tangkis Vaksinasi: Suntik Tak Sesakit KekalahanSejumlah legenda bulu tangkis menerima vaksinnasi (Dok. PBSI)

Pengalaman lain juga disampaikan dua mantan pemain putri Indonesia, Carmelita dan Adriyanti Firdasari. Mereka mengaku sempat mengalami rasa tegang sebelum divaksinasi, tetapi akhirnya semua berjalan dengan lancar.

“Awalnya saya deg-degan tapi sudah proses tidak ada rasa apa-apa. Yang penting sarapan dulu sebelum vaksin dan tensi harus normal,” kata Carmelita.

“Tadi awalnya tegang-tegang dikit sebelum divaksin tapi prosesnya cepat banget, lancar. Sampai saat ini tidak ada reaksi apapun. Aman-aman saja,” sambung Adriyanti.

Baca Juga: [CEK FAKTA] Vaksinasi COVID-19 untuk Jomblo pada Maret

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya