Comscore Tracker

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan Sejarahnya

Cerita soal induk bulu tangkis Tanah Air yang jadi andalan

Jakarta, IDN Times - Induk cabang olahraga bulu tangkis di tanah air, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), memperingati hari jadi ke-70 hari ini, Rabu (5/5/2021).

Didirikan pada 1951, PBSI hingga kini masih terus menjadi unggulan dan kebangaan negeri. Putra-putri terbaiknya kerap menyumbang prestasi dan membawa merah-putih berkibar di tiang tertinggi.

Berikut 5 fakta PBSI:

1. PBSI lahir di Bandung

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan SejarahnyaAcara penyambutan Ketum baru PBSI Agung Firman Sampurna (Dok.IDN Times/PBSI)

Pada masa penjajahan hingga awal Indonesia merdeka, belum ada arah yang jelas bagi cabang olahraga satu ini di Indonesia.

Melansir dari laman resmi PBSI (badmintonindonesia.org), demi membentuk satu wadah organisasi maka tokoh perbulu tangkis dipertemukan dalam satu kongres.

Pertemuan dilakukan setelah Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) terbentuk, itu pun baru peremuan di Pulau Jawa saja.

PBSI lahir di Bandung dalam sebuah pertemuan pada 5 Mei 1951. Pertemuan tersebut lantas tercatat sebagai Kongres PBSI yang pertama.

Baca Juga: Pengurus PBSI Resmi Dilantik, Kapolri Listyo Sigit Tetap Jadi Sekjen

2. Pengurus PBSI pertama

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan SejarahnyaAcara penyambutan Ketum baru PBSI Agung Firman Sampurna (Dok.IDN Times/PBSI)

Dalam kongres pertama PBSI, nama A. Rochdi Partaatmadja tercatat sebagai Ketua Umum pertama. Sedangkan nama Sudirman sebagai Ketua I.

Sudirman dibantu Tri Tjondrokoesoemo sebagai Ketua II. Jabatan Sekretaris I dipegang oleh Amir saat itu dan Sekretaris II dijabat oleh E. Soemantri.

Posisi Bendaraha I dan Bendahara II masing-masing diisi oleh Rachim dan Liem Soei Liong. Pada 1977, PBSI memiliki 26 Pengurus Daerah dan 224 Pengurus Cabang dengan perkiraan perkumpulan mencapai 2000.

3. PBSI dan Dick Sudirman

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan SejarahnyaInstagram.com/@badminton.ina

Bicara soal PBSI, pantang untuk melupakan sosok Dick Sudirman. Sosok yang satu ini paling sering disebut-sebut sebagai pendiri dari induk bulu tangkis tanah air.

Selama 22 tahun Dick Sudirman juga pernah menjadi Ketua Umum PBSI. Bahkan pada 1975, Sudirman menjabat sebagai presiden Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) atau yang sekarang disebut dengan BWF.

Nama Sudirman memang menjadi salah satu nama legenda dalam cabang olahraga tepok bulu. Oleh IBF bahkan namanya diabadikan menjadi nama turnamen, Piala Sudirman.

Hingga kini Piala Sudirman selalu digelar untuk mempertandingkan laga beregu campuran (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putir, dan ganda campuran) demi memperebutkan gelar juara dan peringkat BWF tanpa ada hadiah uang.

4. Pelatnas PBSI Cipayung

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan SejarahnyaIDN Times/PBSI

Bicara soal PBSI juga rasanya belum lengkap jika tak mengintip sedikit ke Pelatnas PBSI. Berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur, Pelatnas PBSI diisi putra-putri terbaik negeri yang siap berprestasi lewat bulu tangkis bagi negeri.

Pada 2021 ini, melalui Surat Keputusan nomor SKEP/006/1.3/III/2021, PBSI memanggil 87 atlet terbaik untuk menjadi penghuni Pelatnas PBSI.

Tak tanggung-tanggung, elite bulu tangkis dunia kebanggaan Indonesia juga mejadi penghuni Pelatnas ini. Sebut saja pasangan ganda putra terbaik dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Juga tunggal putra kebanggaan Indonesia yang kerap jadi ancaman pemain level dunia, Anthony Sinisuka Ginting.

5. Masih jadi andalan dan kebanggaan

HUT ke-70 PBSI Hari Ini, Berikut Fakta dan Sejarahnyabwfworldtour.bwfbadminton.com

Hingga saat ini PBSI masih menjadi organisasi keolahragaan kebanggaan tanah air. Melalui para penghuni yang dibinanya, PBSI kerap menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Bahkan sejak bulu tangkis dipertandingkan di perhelatan olahraga akbar dunia, Olimpiade pada 1992, Indonesia punya tradisi membawa pulang medali emas. Termasuk dari gelaran Olimpiade terakhir di Rio de Janeiro 2016 lewat pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Olimpiade London 2012 hingga saat ini tercatat menjadi satu-satunya gelaran Olimpiade yang medali emas bulu tangkisnya tak berhasil dibawa pulang penepok bulu andalan Indonesia.

Bahkan, untuk gelaran Olimpiade Tokyo 2020 pada Juli mendatang, pemerintah terang-terangan mengatakan PBSI dan bulu tangkis menjadi andalan utama Indonesia untuk bawa pulang medali dari negeri sakura.

Baca Juga: Line Up Terbaru Pelatih PBSI, Ada Perubahan

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya