Comscore Tracker

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar Alfian

Dari keluh kesah Fajar Alfian, sampai kekagumannya ke fans

Jakarta, IDN Times - Siapa yang tak kenal dengan atlet ganda putra bulu tangkis Indonesia yang satu ini. Fajar Alfian merupakan salah satu atlet ganda putra berbakat kebanggaan Tanah Air.

Prestasinya di dunia tepok bulu tak sedikit. Berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto di sektor ganda putra, Fajar berhasil mencatat sejumlah prestasi, salah satunya membawa pulang medali perak dari pesta olahraga terbesar Asia, Asian Games 2018 lalu.

Bersama Rian, Fajar kini menempati peringkat tujuh dunia di klasemen ganda putra. Fajar/Rian menjadi pasangan ganda putra terbaik ketiga yang dimiliki Indonesia. 

Selain prestasinya, Fajar Alfian juga dikenal karena sikap rendah hati, ramah, dan usilnya. Pada Kamis, 25 Februari 2021 lalu, IDN Times berkesempatan melakukan Ngobrol Seru bertajuk: 60 Menit Lebih Dekat dengan Fajar Alfian di Instagram IDN Times (@idntimes).

Berikut hasil wawancara IDN Times dengan Fajar Alfian:

1. Bagaimana awal kisah seorang Fajar Alfian bisa turun ke dunia bulu tangkis?

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianAtlet ganda putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian (Instagram.com/fajarlafian95)

Pertama, terjun ke dunia bulu tangkis mungkin karena dorongan orang tua ya. Karena orang tua juga mencintai bulu tangkis dan kakak saya juga latihan tadinya.

Jadi, mungkin dari pertamanya saya terbawa. Karena orang tua menyukai bulu tangkis, hampir setiap hari di lapangan. Lalu, kakak saya juga berlatih bulu tangkis, jadi saya mengikuti jejak mereka.

Tapi, mungkin tadinya enggakberpikir sampai ke sini. Sampai ke Pelatnas, sama sekali tak berpikir. Karena tadinya, tak tahu yang namanya Pelatnas.

Mulai asyik (bermain bulu tangkis), mungkin mulai dari SMP ya. Tapi, maksudnya, saya pribadi latihan dari SD. Mungkin dari kelas empat atau lima. Mulai menekuni, sampai melihat orang lain bagus, dan pengen seperti mereka itu dimulai dari SMP.

Kalau SD itu ikut-ikut aja orang tua, terus ya hanya meluangkan waktu biar tidak bermain saja. Biar tidak bermain ke sana sini. Jadi dimasukin ke klub.

2. Kenapa akhirnya Fajar memutuskan menjadi altet bulu tangkis profesional?

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto beraksi memperkuat tim beregu putra Indonesia dalam SEA Games 2019 (IDN Times/PBSI)

Tadinya mungkin sebatas, "tuh katanya kalau jadi pemain Pelatnas bisa mengharumkan nama bangsa", "bisa membawa merah putih". Tapi kan yang namanya dari desa, dari kampung halaman sendiri, saya pribadi nggak menyangka bisa masuk sampai di Pelatnas ini.

Kalau pribadi sih, suka itu karena mungkin sudah jadi kebiasaan setiap hari. Jadi saya mau tidak mau ditekuni aja.

Saya pribadi masuk SGS (klub bulu tangkis SGS PLN Bandung) itu kurang lebih dua sampai tiga tahun sebelum ke Pelatnas. Jadi, saya itu dari kecil pindah-pindah klub.

Klub pertama di kampung halaman. Terus, saya juga pernah berlatih di klub Tangerang. Saya juga pernah berlatih di klub Tasikmalaya. Cuma bertahan setahun, kalau tidak salah.

Akhirnya, dua tahun terakhir sebelum masuk Pelatnas, saya masuk klub SGS PLN Bandung. Jadi, saya tidak dari kecil di SGS.

3. Fajar Alfian, penepak bulu yang senang jadi striker sepak bola

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianAtlet ganda putra Indonesia, Fajar Alfian gemar bermain sepak bola bersama teman-temannya (Instagram.com/fajaralfian95)

Baca Juga: Fajar Alfian Jadikan 2 Pemain Persib Ini Sebagai Nama Kura-kuranya

Fajar suka olahraga apa selain bulu tangkis?

Memang kalau olahraga banyak disukai. Kalau olahraga yang dibilang paling suka selain bulu tangkis, sepakbola.

Kalau lagi main bola, Fajar biasanya di posisi apa?

Kalau posisi, yang penting saya main, gembira. Karena bukan minat saya sepak bola. Cuma, yang paling senang itu ya jadi striker. Bisa cetak gol kalau striker.

4. Cerita Fajar Alfian soal kesehariannya di Pelatnas PBSI Cipayung

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianInstagram.com/@fajaralfian95

Bagaimana sih keseharian seorang atlet penghuni pelatnas, terutama Pelatnas PBSI Cipayung itu? Bagaimana keseharian Fajar Alfian di sana?

Mungkin lebih ke individual saja kalau saya pribadi. Saya juga tak tahu pribadi orang lain gimana.

Kalau saya pribadi, mungkin bangun setiap pagi, salat subuh. Kalau sudah salat subuh kadang bisa tidur lagi. Karena kan, latihan jam delapan, salat jam 5. Setelah salat, kadang tidur lagi. Terkadang juga main kura-kura saya yang kecil.

Jadi saya punya kura-kura kecil di sini. Buat penghilang rasa jenuh. Karena kan setelah latihan kami tuh tidak ada aktivitas apa-apa. Biar tidak main ponsel terus nih, bukan main games terus.

Kalau saya kan memang kurang suka main game di ponsel, jadi saya apa aktivitas saya yang bisa bikin nambah waktu buat hiburan? Akhirnya, ada yang kasih kura-kura di Bandung, dan saya bawa ke sini. Kecil sih, cuma itu jadi kebiasaan saya, kalau tiap pagi sama setiap sore, sebelum dan setelah latihan sore, saya selalu main sama itu (kura-kura).

Siapa nama kura-kuranya Fajar? Terinspirasi dari mana?

Nama kura-kuranya Erwin. Kan saya punya kura-kura dua nih, namanya Erwin dan Hen Hen. Karena dua orang itu teman saya, pemain sepakbola juga di Bandung. Nah, karena saya deket sama mereka saya namakan aja kura-kuranya Erwin, gitu. Lucu-lucuan aja sih.

Jadi Fajar lebih suka melakukan aktivitas fisik ya ketimbang main game atau main media sosial?

Mungkin kalau ke medsos, sekarang itu pasti ya. Semua orang pasti larinya ke medsos. Cuma, saya tak mau menghabiskan waktu berjam-jam main medsos.

Jadi, kami lebih menginginkan aktivitas yang lebih menyegarkan pribadi. Kadang, pagi-pagi main dengan melepas kura-kura di lapangan. Kan, ada lapangan di belakang asrama tuh, saya sambil jogging, sambil apa, kura-kura juga bisa berjemur, saya juga sambil melakukan aktivitas.

5. Kata Fajar Alfian soal kedekatannya dengan Muhammad Rian Ardianto (Rian)

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianGanda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (IDN Times/PBSI)

Apakah Fajar dan Rian itu tipe pasangan yang dekat di lapangan dan juga berteman dekat di luar lapangan?

Kalau saya pribadi sama Rian dekat. Dalam arti tak hanya di lapangan, kami bermain bulu tangkis, tapi di luar juga sering komunikasi. Mau komunikasi masalah apa pun.

Kadang-kadang masalah di luar badminton. Seperti bertanya rumah, beli rumah, apa pun itu. Jadi, banyak juga hal-hal di luar lapangan yang sering dibicarakan sama Rian.

Termasuk kalau bicara urusan hati?

Nah kecuali itu. Karena kan itu pribadi ya. Itu beda. Jadi curhatnya enggak ke dia. Soalnya, orang-orang di sini itu, kalau curhat ke teman di sini, terkadang saat sedang latihan dibicarakan lagi. Kalau itu (urusan hati) kan privasi.

Apakah buka usaha bersama, Fajri Coffee, jadi bentuk usaha Fajar/Rian jaga chemistry?

Kalau saya, jaga kekompakkan sama Rian sih mungkin selalu komunikasi ya. Selalu komunikasi tidak hanya di dunia bulu tangkis. Masalah apa pun itu.

Fajar dan Rian itu teman sekamar di Pelatnas PBSI Cipayung bukan?

Tidak, beda. Saya sama senior, Mohammad Ahsan. Kalau Rian sama Kevin Sanjaya Sukamuljo.

6. Apakah ada perbedaan suasana di Pelatnas selama masa pandemik COVID-19?

Baca Juga: 5 Atlet Bulu Tangkis yang Dikagumi Fajar Alfian, Siapa Saja?

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianIDN Times/Margith Juita Damanik

Ya mungkin bedanya, misalkan kayak Sabtu dan Minggu, sekarang kami kalau keluar susah. Kadang-kadang kalau malam minggu itu, kami tidak ada latihan. Terkadang, saya kalau malam minggu itu sering pulang ke rumah, bertemu keluarga di Bandung.

Tapi kalau sekarang kan memang susah. Karena pertama, izinnya susah. Keduanya juga ya mungkin lagi dalam kondisi seperti ini, susah lah.

Terus, mungkin segi latihan juga. Pelatih semua sekarang pakai masker, kecuali pemain, kalau lagi latihan enggak pakai masker.

Jadi mungkin ada perubahan-perubahan yang tadinya tidak biasa.

7. Cerita Fajar Alfian jalani turnamen dengan aturan protokol COVID-19

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam simulasi Piala Thomas PBSI (Dok.IDN Times/PBSI)

Bagaimana sih perbedaan pertandingan di masa COVID-19 ini? Dengan protokol kesehatan, apa yang beda menurut Fajar?

Kami setelah bertanding biasanya berjabat tangan sama lawan, sekarang tidak. Terus banyak sekali. Contohnya di Thailand Open, tidak biasa.

Karena kami di sana (sistem) bubble. Aktivitas kami cuma di hotel sama di hall turnamen. Jadi kami dari hotel ke hall itu naik bus. Mau latihan, naik bus dan tak boleh ke mana-mana lagi. Bahkan kami ke kamar teman saja, bolehnya  baru di menit-menit akhir. Dua minggu pertama itu kami tak boleh ke kamar teman, karena memang susah.

Atmosfer pertandingan jadi berbeda (karena tak ada penonton). Biasanya kalau ada penonton kan jadi seru, rame kalau mau berisik kalau sekarang ya sepi, sunyi.

Fajar Alfian sudah rindu Badminton Lovers ketika jalani pertandingan tanpa penonton?

Pasti, kan karena mereka pendukung kami. Apalagi, kangen suasana atmosfer pertandingan yang ada di Indonesia. Atmosfer turnamennya berbeda.

Kalau main di Indonesia itu, kayak ini pertandingan punya kita, rasanya seperti itu.

Main di rumah sendiri kan beda. Mau mengeluarkan kemampuan terbaik, terus mau apa saja ya bodo amat, itu kan rumah kita.

8. Evaluasi performa di Thailand Open, Fajar Alfian akui permainan jelek

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianIDN Times/PBSI

Baca Juga: Profil Singkat Fajar Alfian: Si Ramah yang Terus Mengejar Prestasi

Bagaimana evaluasi pribadi Fajar Alfian untuk performa Fajar/Rian di turnamen Thailand Open kemarin?

Ya mungkin kalau saya memberikan alasan, nanti banyak komentar. Ada yang bilang "alasan nih, karena kalah,". Tapi memang tak bisa dipungkiri, kami sudah 10 bulan vakum, saya akui menurun.

Menurun dalam arti, fokusnya. Terutama fisiknya dan mungkin strategi bertandingnya. Kalau biasanya, kami sebulan sekali pasti ada turnamen. Jadi, kami benar-benar lakoni turnamen, fokus, fokus, dan fokus.

Kalau ini kan kayak mengendur karena sudah terbiasa tak terpakai. Tapi, tidak bisa dihindari, memang permainan kami tak bisa keluar dan turun sekali. Kalau dibilang kasar, jelek, ya jelek banget.

Sepanjang pertandingan Thailand Open, pertandingan melawan siapa yang Fajar paling kecewa terhadap performa sendiri?

Semuanya kurang maksimal. Tapi tidak bisa dijadikan alasan juga karena memang performa kami jelek.

Ya, tapi yang paling kecewa mungkin melawan pasangan Inggris, minggu kedua turnamen. Karena jangankan main, kami tuh mau tampil seperti apa, menerapkan pola strategi macam mana, tak bisa keluar dari tekanan.

Jadi kami memang belum lepas. Tidak bisa lepas. Di turnamen kemarin, melawan pasangan Inggris itu, memang tidak enak mainnya. Mau berbuat apa juga serba salah. Nah, itu yang jadi PR buat kami sih.

Di minggu pertama kita juga lawan pasangan Leo/Daniel (Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin) dan kita kalah juga. Cuman memang mereka lagi bagus juga. Mereka main tanpa beban juga, melawan senior.

Mereka mereka kan Junior kita nih, dan melawan senior pastikan nggak ada beban, nggak ada yang harus ditargetin. Nah malahan kita sendiri main disitu, ya mungkin gak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Tapi dari situ juga saya akui pasangan Leo/Daniel lagi bermain sangat bagus.

Tapi saya pribadi saat melawan Leo/Daniel nggak terlalu kecewa. Karena kalah nya juga kita kasih perlawanan gitu kan?iD set ketiga kita juga ngasih jus yang rame. Gak  seperti pas minggu kedua melawan pasangan Inggris. Pas menang-kalah nya itu kayak nggak ada hawanya.

9. Soal All England 2021: Persiapan hingga target Fajar Alfian

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianFajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto beraksi memperkuat tim beregu putra Indonesia dalam SEA Games 2019 (IDN Times/PBSI)

Apakah ada persiapan khusus yang Fajar dan partner lakukan menuju All England 2021?

Mungkin kalau persiapan khusus, pasti ya. Karena kami dari pertandingan sebelumnya mendulang hasil yang kurang baik, dan itu pasti dijadikan motivasi lebih. Kami mau menampilkan yang terbaik lagi buat turnamen selanjutnya.

Mungkin persiapan khusus agar bisa meningkat fokusnya. Kami benar-benar harus satu fokus, tujuan ke pertandingan, itu enggak boleh ada pikiran apa-apa. Di luar atau dalam lapangan. Kami juga harus kompak. Di luar lapangan, kami harus kubur dulu masalah apa pun itu. Itu dalam segi fokus.

Dari segi teknik, kami harus benar-benar matang dengan pukulan, melatih tenaga, dan stamina. Karena, kalau tidak salah setiap All England itu cuacanya sedang dingin. Jadi, pasti pola laju shuttlecock itu berat. Jadi benar-benar kalau pertandingan All England, itu memerlukan energi yang benar-benar kuat.

Jadi kami memang hingga pekan ini saja latihan dengan raket berat, biar tenaga makin kuat. Jadi, masih mau meningkatkan tenaganya lebih dulu.

Ada target khusus yang dipasangkan untuk Fajar Alfian?

Secara pribadi sih Ko Herry (pelatih ganda putra) belum bilang ke kami. Tapi, Ko Herry dari tadi kumpul sama semua tim ganda putra. Ko Herry mengharapkan ada yang juara. Siapa pun itu, dari tiga pasangan yang dikirim ke All England.

Ya, mudah-mudahan tahun ini jadi milik saya sama Rian lah, doakan.

10. Fajar Alfian menanggapi haters

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianPasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Indonesia Masters 2020 (IDN Times/Kevin Handoko)

Bagaimana cara seorang Fajar Alfian menanggapi haters?

Kalau saya pribadi memang kurang menghiraukan ya. Sudah lah, karena itu kan hak mereka. Mungkin kalau kritik dan saran yang mereka tata dengan kata-kata yang bagus, ya kami terima.

Mereka seperti itu, mengharapkan lebih dari si atlet. Tapi, hasilnya tidak memuaskan. Maka mereka menghujat, menghakimi kami. Tapi, ya kalau saya pribadi sih tak apa-apa, itu hak mereka. Asalkan dengan kata-kata yang benar, logis.

Kalau kami diberi masukan yang bagus, benar, terima kok. Kalau sekarang banyak hujatan-hujatan yang mungkin kurang enak didengar. Itu bukan memicu atletnya bangkit, tapi buat lebih terpuruk.

Kami membawa panji merah putih, loh. Kami nih membawa nama Indonesia. Kami juga tidak mau kalah. Siapa sih yang mau kalah? Kami juga maunya menang, membanggakan negara, dapat uang hadiah, terima bonus, maksimal. Kami sudah coba.

Ya tak apa-apa mereka kritik. Cuma, dengan menggunakan kata-kata yang mungkin lebih baik.

Kadang-kadang kalau masuk ke instagram, ada pemberitahuan yang menghujat itu kan ada tag kami, itu kelihatan. Mungkin banyak yang seperti itu. Tapi, kadang-kadang, tak saya baca. Hapus begitu saja. Tak terlalu dihiraukan.

Saya juga mengerti sih, mereka mengharapkan lebih dari atlet yang main. Kami juga mau hasil maksimal. Sebelum kalian, kami lebih kecewa ke diri ini. Kami yang pertama kecewa terhadap performa ini.

11. Tentang Badminton Lovers: Dari arti hingga ucapan terima kasih

[Wawancara Ekslusif] Lebih Dekat dengan Fajar AlfianKarikatur pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Instagram.com/fajaralfian95)

Apa arti Badminton Lovers (BL) untuk Fajar Alfian?

Pendukung, fans, tanpa mereka, bulu tangkis di Indonesia ini pasti sepi. Pasti kurang antusiasmenya di kalangan masyarakat. Jadi mereka juga, yang menurut saya, menjadikan bulu tangkis Indonesia ini yang paling populer. Olahraga di Indonesia yang populer selain sepak bola, ya bulu tangkis.

Itu berkat Badminton Lovers. Tanpa mereka bulu tangkis kurang bermasyarakat. Kurang tersebar luas.

Fajar Pernah dapat bingkisan atau hadiah lain dari fans? Apa yang paling berkesan?

Sering sih. Misal, waktu belum pandemi COVID-19, ada saja yang mengirimkan kue, makanan, foto-foto pigura. Banyak sih.

Yang berkesan, mungkin banyak ya. Di Instagram ini, kayak @galerifajarian, ini top banget. Selalu mengikuti aktivitas kami. Yang kedua, @fajaralfian.fc, itu benar-benar luar biasa. Dan masih banyak basis fans yang tak bisa saya sebutkan satu per satu, mungkin menurut saya itu luar biasa.

Tanpa kalian juga, saya ini bukan siapa-siapa. Saya ini enggak bisa dikenal banyak orang.

Apa pesan Fajar Alfian untuk Badminton Lovers dan pendukung Fajar?

Yang terutama untuk basis fans, itu luar biasa, niat banget sampai bikin macam-macam. Terutama, tentang saya sama Rian. Pribadi saya, itu yang luar biasa, Terima kasih sekali.

Waktunya kalian tuh diluangkan buat saya pribadi, partner, kesenangan, itu benar-benar (luar biasa). Apalagi, di waktu kalian juga kuliah dan kerja.

Juga, buat yang fans selain dari basis, tapi mengidolakan, terima kasih juga. Saya minta doanya buat di All England ini. Semoga penampilan kami (Fajar/Rian) bisa maksimal, kembali lagi. Mungkin, ini tahunnya agar kami lebih baik lagi.

Baca Juga: Hasil Undian Swiss Open 2021, Wakil Indonesia Ketemu Siapa?

Topic:

  • Margith Juita Damanik
  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya