Comscore Tracker

Ye Zhaoying, Rival Besar Susy Susanti yang Nasibnya Kini Merana

Sejarah Zhaoying di olahraga dihapus Pemerintah Tiongkok!

Jakarta, IDN Times - Masih ingat dengan mantan atlet bulu tangkis tunggal putri asal Tiongkok, Ye Zhaoying, yang kerap jadi rival besar Susy Susanti? Belakangan namanya santer diberitakan terancam dihilangkan dalam catatan rekor Tiongkok.

Hal ini bukan tanpa sebab, karena Ye Zhaoying disebut mengecam pemerintah Tiongkok dikuasai partai komunis. Dilansir dari South China Morning Post, Zhaoying disebut bahkan menyampaikan niatannya untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat ini.

1. Kasus ini menimpa Zhaoying dan suaminya

Ye Zhaoying, Rival Besar Susy Susanti yang Nasibnya Kini MeranaYe Zhaoying, mantan atlet tunggal putri Tiongkok (bwfbadminton.com)

Tak berkasus sendirian, isu pengapusan namanya dari catatan sejarah olahraga Tiongkok dialami Zhaoying bersama suaminya, Hao Haidong. Sosok Haidong sendiri dikenal sebagai salah satu pesepak bola dan pemegang rekor catatan gol terbanyak untuk Tiongkok.

South China Morning Post menyebutkan, Zhaoying pernah menyebutkan dalam akun Weibo-nya bahwa dia bermain untuk klub bulu tangkis di Spanyol pada 2018 lalu. Namun, akibat pandangan politik mereka, disebutkan akun Weibo keduanya sudah dihapus dari platform tersebut.

Baca Juga: Carolina Marin, Si Susy Susanti Versi Spanyol

2. Andalan Tiongkok untuk taklukkan Indonesia

Ye Zhaoying, Rival Besar Susy Susanti yang Nasibnya Kini Meranafoxsports.co

Lahir pada 7 Mei 1974, Ye Zhaoying dikenal sebagai salah satu tunggal putri andalan Tiongkok. Terutama di era 90-an hingga awal tahun 2000. Zhaoying tak jarang harus berhadapan dengan wakil-wakil Indonesia. Usai memenangkan perunggu di Olimpiade Sydney 2000, Zhaoying memutuskan untuk gantung raket.

Namun, dua tahun setelahnya, nama Zhaoying justru dikenal sebagai pelatih golf.

3. Bersaing dengan tunggal putri kebangaan Indonesia

Ye Zhaoying, Rival Besar Susy Susanti yang Nasibnya Kini Meranapbdjarum.org

Catatan prestasi Zhaoying untuk Tiongkok terbilang banyak. Dia telah menorehkan prestasi di turnamen Uber Cup, Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, hingga Sudirman Cup.

Dalam sejumlah turnamen besar, tak jarang Zhaoying harus berhadapan dengan tunggal putri terbaik Indonesia. Mulai dari Sarwendah Kusumawardhani, Mia Audina, hingga Susy Susanti. Menghadapi Susy, Zhaoying tercatat kalah sebanyak 12 kali dari lebih kurang 17 pertemuan antara keduanya.

Baca Juga: Anak Legenda Tiongkok Dipecat Klub Serbia karena Kasus Sang Ayah

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya