Comscore Tracker

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All England

Akan jadi sejarah, nih!

Kabar kurang baik datang dari Birmingham, Inggris, hari ini (18/3). Seluruh tim Indonesia "dipaksa" harus mengundurkan diri dari turnamen All England 2021. Kejadian seperti ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi seluruh tim dan juga masyarakat Indonesia.

Pasalnya, sampai saat ini, BWF belum memberikan kejelasan tentang kasus ini. Tim Indonesia harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari karena pesawat yang ditumpangi terdapat orang yang positif COVID-19.

Masih menimbulkan banyak pertanyaan, berikut 5 kejanggalan yang dialami pemain Indonesia di All England 2021.

1. Tanpa konfirmasi yang jelas, seluruh tim Indonesia dipaksa keluar dari area

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All Englandinstagram.com/bwf.official

Berdasarkan keterangan dari para atlet di akun instagram mereka masing-masing, seluruh tim Indonesia yang saat itu sedang berada di area pertandingan dipaksa keluar area pertandingan. Bahkan, ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang baru saja menyelesaikan pertandingan mereka harus secepatnya meninggalkan area.

Atlet Indonesia lain yang sedang menunggu giliran bertanding juga langsung disuruh keluar dan nama mereka segea dicoret dari daftar pemain All England. Ketiga pemain tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

2. Sudah divaksin dan hasil jelas negatif

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All Englandinstagram.com/badminton.ina

Sebelum berangkat ke Birmingham, Inggris, semua tim dan pemain Indonesia sudah disuntik vaksin. Penyuntikan vaksin tersebut juga sudah dilakukan kedua kalinya bagi tim Indonesia.

Bahkan, sebelum masuk hotel, semua juga melakukan tes COVID-19 dan hasil yang keluar semuanya negatif. Tidak ada satu pun tim Indonesia yang teridentifikasi virus tersebut. Semua tim Indonesia dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Baca Juga: Satu Pesawat dengan Indonesia, Jagoan Turki Dicoret dari All England

3. Tidak ada tes ulang dan langsung melakukan isolasi mandiri

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All Englandinstagram.com/badminton.ina

Berbeda dari kejadian sebelumnya, BWF terpaksa menunda babak pertama selama 5 jam demi menunggu hasil tes kedua dari 7 orang yang sudah dinyatakan positif COVID-19 sebelum pertandingan dimulai.

Namun, tidak untuk tim Indonesia. Tidak ada tes kedua bagi Indonesia, melainkan harus melakukan isolasi mandiri langsung selama 10 hari ke depan terhitung sejak tim Indonesia sampai di Birmingham pada tanggal 13 Maret lalu.

4. Sikap BWF yang terlalu abai

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All Englandinstagram.com/bwf.official

Peraturan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah Inggris memang sudah jelas. Namun, untuk hal ini, BWF dinilai terlalu lamban dalam menangani kasus seperti ini.

Tidak adanya sistem bubble sebelum melaksanakan pertandingan sungguh sangat merugikan semua pihak yang terkait. Dalam turnamen sekelas All England, seharusnya BWF lebih memperketat protokol kesehatan agar tidak ada kesalahan seperti ini.

5. Seluruh atlet dan tim merasa tidak ada keadilan

Dipaksa WO, Ini 5 Kejanggalan bagi Pemain Indonesia di All Englandinstagram.com/badminton.ina

Ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan rasa kecewanya pada turnamen All England tahun ini. Dalam akun instagram pribadinya, Marcus menjelaskan tidak adanya keadilan bagi tim Indonesia di ajang All England ini.

BWF seakan membeda-bedakan tim Indonesia dengan negara lain karena tidak diberi kesempatan untuk melakukan tes ulang sebelum dicoret dari daftar pemain.

 

Itulah 5 kejanggalan atas kasus All England ini. Bukan hanya tim Indonesia, melainkan juga seluruh warga Indonesia dan para pencinta bulu tangkis sangat kecewa dengan hal seperti ini. Semoga ada titik terang yang baik. Semua tim Indonesia tetap dalam keadaan yang sehat dan baik-baik saja, ya.

Baca Juga: Tim Indonesia Dipaksa Mundur di All England, PBSI: Sangat Menyakitkan

Rizna Hidayah Photo Verified Writer Rizna Hidayah

Sharing | Travelling | Writing Antara menulis dan bulutangkis, namun bukan seorang jurnalis!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya