Comscore Tracker

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang Sama

Masih ingin bersama Suzuki dan konsisten seperti Joan Mir

Tahun 2021 menjadi tahun yang sulit bagi Alex Rins. Pembalap MotoGP asal Catalan ini dirundung masalah ketidakteraturan. Kadang bisa tampil baik, tetapi seringnya tidak.

Masa depannya di Suzuki bisa saja terancam. Kontraknya akan habis pada akhir tahun ini. Meski ia masih beharap ingin tetap berada di tim pabrikan Hammamatsu, hasil musim inilah yang akan jadi penentu.

1. Musim 2021 menjadi musim tersulitnya di MotoGP

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang SamaAlex Rins (motogp.com)

Alex Rins mengakui bahwa tahun lalu menjadi salah satu musim tersulitnya di MotoGP. Ia tak mendapatkan hasil yang ia inginkan karena sering terjatuh saat balapan. Penampilan yang tak konsisten inilah penyebabnya.

“Aku tidak mendapatkan posisi yang aku inginkan padahal aku ingin ada di depan dan menang balapan. Seharusnya aku menemukan sesuatu yang baik pada motor dan memungkinkanku menyelesaikan musim dengan lebih baik,” ungkap Rins kepada Motosprint.

2. Sering terjatuh karena kesalahan sendiri

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang SamaAlex Rins (motogp.com)

Pada 2021, Rins hanya satu kali meraih podium saat di GP Inggris. Jika pada 2020 ia menduduki posisi ke-3 di akhir klasemen, musim lalu ia harus puas di urutan ke-13 dengan raihan 99 poin.

Rins tercatat tujuh kali terjatuh. Empat di antaranya secara beruntun, yaitu di Portimao, Jerez, Le Mans, dan Mugello. Kecelakaan di Mugello paling menyakitkan. Pasalnya, ia bisa saja naik podium andai tak terjatuh di tikungan terakhir. Beruntungnya, Rins bisa melewati masa sulit tersebut.

“Banyak hal yang terlintas dalam pikiranku. Akan tetapi, di belakangku ada tim, termasuk sponsorku seperti Nolan, yang mendukungku. Terima kasih untuk mereka, momen yang paling sulit bisa terlewati,” kata pembalap bernomor 42 ini dikutip Motosan.

Baca Juga: Alex Rins Ingin Lebih Konsisten di MotoGP Musim Depan

3. Hal yang seharusnya dilakukan Suzuki untuk membantu para pembalapnya

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang SamaAlex Rins (motogp.com)

Selain terjatuh karena kesalahan sendiri, Rins pun menyayangkan pengembangan motor Suzuki yang kurang cepat. Padahal motor pabrikan lain mendapatkan inovasi yang menjadikan mereka lebih kompetitif.

“Sejujurnya, kami melewatkan beberapa hal kecil yang datang terlambat dibandingkan rival kami. Contohnya rear ride-height device, kami menerimanya di pertengahan musim saat tim lain sudah menggunakannya lebih dahulu. Dengan kondisi trek saat ini, (perbedaan kecepatan) sepersepuluh (detik) yang kamu dapatkan akan sangat terlihat perbedaannya,” ungkap Rins seperti dilansir Motosan.

Pembalap Suzuki juga mesti kehilangan sosok seorang Davide Brivio yang pindah ke Formula 1. Brivio adalah manajer tim yang mengantarkan Suzuki menjadi juara dunia pembalap lewat Joan Mir.

“Sejujurnya, itu sedikit menyulitkan. Figur seorang manajer tim sangat dibutuhkan. Aku berpikir semuanya akan berjalan baik, memang bisa, tetapi sosok itu telah hilang,” tambah Rins.

4. Ada pelajaran yang bisa diambil dari kesalahan musim lalu

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang SamaAlex Rins (motogp.com)

Meski mendapatkan hasil buruk. Rins tak menyesal dengan kejadian musim lalu. Baginya, mengambil risiko adalah bagian dari balapan. Setiap ada kesempatan, wajar jika pembalap berusaha dan terus mendorong ke barisan depan.

“Pengalaman yang aku dapatkan di setiap sirkuit, karena pada akhirnya setiap kecelakaan mengajarkan sesuatu, dan semua pekerjaan yang telah aku lakukan bersama tim. Semua (pelajaran) aku bawa ke musim ini (2022) agar aku tak melakukan kesalahan yang sama,” ungkap Rins optimis seperti dikutip Motosan.

Alex Rins tak sendirian saat menghadapi masa sulit itu. Tim Suzuki terus memberikan dukungan bagi pembalapnya yang telah bergabung sejak 2017 ini.

“Kami sama-sama terjebak (dalam kondisi itu). Tentu saja ada momen yang bagus, ada juga sulit, saat-saat kemunduran, tetapi mereka selalu berusaha untuk dekat denganku. Fakta sederhana bahwa mereka bersamaku, saat suka atau duka, itu menolongku,” ungkapnya.

5. Musim 2022 jadi musim keenamnya bersama Suzuki

Mengenang Musim Lalu, Alex Rins Tak Mau Ulangi Kesalahan yang SamaAlex Rins (motogp.com)

Rins menyambut MotoGP 2022 dengan langkah optimis. Saat tes pramusim di Jerez, November 2021 lalu, ia mencoba versi baru GSX-RR dan merasakan kemajuan. Ia berharap Suzuki bisa memiliki motor yang lebih kompetitif.

Meski kontraknya dengan Suzuki selesai akhir tahun ini, Rins tetap ingin berikan performa terbaiknya. Ia tak menutup kemungkinan untuk tetap bertahan di pabrikan Hammamatsu ini.

“Sudah lama sekali (bersama Suzuki). Aku sangat nyaman bersama mereka. Mereka mendukungku, telah mempercayaiku sejak lama dan terus mempercayai kemampuanku. Aku senang menjadi bagian dari tim ini. (Untuk tahun depan) aku terbuka dengan semua kemungkinan. Suzuki telah melakukan hal yang fantastis denganku, aku ingin terus bersama mereka,” kata Rins seperti dilansir Motosan.

Penampilan Alex Rins masih patut ditunggu. Jika ia memang bisa meniru konsistensi yang dimiliki Joan Mir, bukan tidak mungkin Rins kembali tampil secara kompetitif. Apalagi jika Suzuki kembali memberikan performa motor yang mumpuni. Duo Suzuki ini layak untuk diperhitungkan.

Baca Juga: Jajal Mesin GSX-RR Versi 2022, Alex Rins Merasa Terkesan

Ryan Budiman Photo Verified Writer Ryan Budiman

Hola... jadipunya.id

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya