Comscore Tracker

Masa Depan dan Lalu yang Bertemu di Yamaha

Yamaha kini jadi tempat bertemunya Rossi dan Morbidelli

Jakarta, IDN Times - Petronas Yamaha akhirnya memperkenalkan tim dan ofisial yang akan beradu cepat di MotoGP musim ini, pada Senin (1/3/2021). Namun, lebih dari itu, ada hal lain yang juga patut diperhatikan dalam sesi perkenalan ini, penyerahan tongkat estafet generasi.

Petronas Yamaha musim ini akan dibela oleh dua pembalap yang secara usia begitu jomplang, Franco Morbidelli dan Valentino Rossi. Morbidelli saat ini masih berusia 26 tahun, sedangkan Rossi sudah berusia 42 tahun.

Terlepas dari jomplangnya usia kedua mereka, Petronas akan jadi tempat bergantinya generasi pembalap Yamaha. Setidaknya, hal itulah yang dipercayai oleh jurnalis MotoGP asal Italia, Matteo Aglio.

1. Morbidelli adalah mantan murid Rossi

Masa Depan dan Lalu yang Bertemu di YamahaFranco Morbidelli. (motogp.com).

Dalam tulisannya di laman GPOne, Aglio tidak menyangka Morbidelli akan berada satu tim dengan Rossi. Memang, hubungan Rossi dan Morbidelli sudah terjalin lama. Apalagi, Morbidelli adalah salah satu murid di VR46 Academy, akademi balap milik Rossi.

Namun, berbeda dengan Rossi yang memang sudah sering meraih gelar ketika muda, Morbidelli harus melalui jalan terjal dalam karier balapnya. Terlepas dari gelar Moto2 yang pernah diraih, dia tidak pernah jadi pilihan utama.

"Gelar juara Moto2 belum bisa meyakinkan Honda untuk memberinya motor yang 'baik'. Pindah ke Yamaha (Petronas), dia juga mesti mengalah kepada Fabio Quartararo. Karier Morbidelli memang berat," tulis Aglio.

2. Tahun 2020 mengubah peruntungan Morbidelli

Masa Depan dan Lalu yang Bertemu di Yamahamotogp.com

Tahun 2020 jadi periode yang spesial buat Morbidelli. Ketika para pembalap bertumbangan, termasuk Quartararo selaku rekan setimnya, dia bangkit. Dia mulai menunjukkan diri, sebagai pembalap yang bertalenta.

Alhasil, Morbidelli mengokohkan diri sebagai runner-up MotoGP 2020, di bawah Joan Mir. Dari situlah, Morbidelli mampu mengangkat namanya. Tidak cuma itu, dia juga mampu mendongkrak popularitas dari Petronas Yamaha.

"Hasil memang selalu lebih dari cukup untuk mengangkat diri sendiri dan tim, tapi untuk Franky (Morbidelli), hasil ini seolah jadi bukti yang salah bukan dirinya, melainkan orang lain yang menilainya," tulis Aglio.

3. Pertemuan Rossi-Morbidelli ini laiknya penyerahan tongkat estafet

Masa Depan dan Lalu yang Bertemu di Yamahainstagram.com/motogp

Morbidelli mungkin akan jadi sosok paling bahagia di musim 2021. Satu tim dengan mentornya akan memberikan sosok asal Italia itu banyak pelajaran berharga. Namun, tak bisa ditepis pula, persaingan bakal terjadi di antara keduanya.

Lebih jauh, pertemuan ini juga seolah jadi penyerahan tongkat estafet, antar generasi. Musim 2021 akan jadi masa transfer ilmu dan pengalaman itu terjadi.

"Pertemuan Rossi dan Morbidelli ini memang seperti penyerahan tongkat estafet, dari sosok yang sempat membawa Yamaha berjaya ke sosok di masa depan. Namun tetap, keduanya harus bersaing lebih dulu di musim 2021 nanti," tutup Aglio dalam tulisannya.

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya