Comscore Tracker

Menilik Performa DBON di Ajang SEA Games 2021

Apakah DBON membawa perubahan signifikan?

Jakarta, IDN Times - Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) jadi sesuatu yang acap digaungkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, bahkan jauh sebelum SEA Games 2021. Ada hal baru yang coba ingin dia terapkan.

Lewat DBON ini, yang memiliki payung hukum Peraturan Presiden (Perpres) no. 86 tahun 2021, Zainudin ingin agar pembinaan olahraga di Indonesia tidak dilakukan secara asal. Pembinaan olahraga pun ditekankan untuk memiliki satu muara, yakni Olimpiade.

Alhasil, ajang-ajang seperti SEA Games dan Asian Games hanya jadi sasaran antara saja. Pada akhirnya, semua federasi olahraga di Indonesia harus menargetkan, setidaknya, ada atlet dari federasinya yang bisa tembus Olimpiade.

"Paradigma seperti ini kita ubah di DBON, kita tidak boleh lagi bertumpu pada satu atau dua cabor seperti sekarang. Karena berkali-kali saya sampaikan, prestasi kita tidak dihasilkan oleh desain, satu desain menuju prestasi," kata Zainudin.

Nah, paradigma ini mulai diterapkan di ajang SEA Games 2021. Ada penurunan jumlah atlet yang dilakukan Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dari yang diturunkan dalam ajang SEA Games 2019.

Apakah paradigma baru ini menuai keberhasilan? Atau, apakah ada beberapa cabor yang justru gagal memenuhi ekspektasi?

1. Ada 32 cabor DBON dan non-DBON yang berangkat ke SEA Games 2021

Menilik Performa DBON di Ajang SEA Games 2021Suasana pengukuhan kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Secara total, Indonesia mengirimkan 32 cabor ke SEA Games 2021. Rinciannya, ada 13 cabor DBON dan 19 cabor non-DBON yang ikut serta dalam ajang yang dihelat di Vietnam tersebut. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan SEA Games 2019 lalu.

Dalam ajang yang dihelat di Filipina itu, Indonesia mengirimkan 837 atlet yang bertanding di 56 cabor. Kini, di SEA Games 2021, Indonesia hanya mengirimkan 499 atlet yang berkompetisi di 32 cabor saja.

Cabor-cabor yang berangkat ini merupakan hasil pilihan tim review Kemenpora, yang diketuai Prof. Asmawi. Cabor yang bertanding di Vietnam adalah cabor yang secara hitungan, dianggap bisa berprestasi dan membawa pulang banyak medali.

Lalu, apakah cabor-cabor ini pada akhirnya bisa membawa prestasi bagi Indonesia?

2. Rincian medali emas yang didapat cabor DBON dan non-DBON

Menilik Performa DBON di Ajang SEA Games 2021Timnas rowing Indonesia sumbang medali di ajang SEA Games 2021 Vietnam (dok. NOC Indonesia/MP Media/Arie Prijono)

Berikut adalah rincian medali yang didapat oleh cabor DBON dan non-DBON di SEA Games 2021. IDN Times berfokus pada jumlah medali emas, yang jadi penanda prestasi bagi cabor.

Cabor DBON:

1. Angkat besi (tiga emas, tiga perak, empat perunggu)
2. Atletik (dua emas, lima perak, empat perunggu)
3. Sepeda (tiga emas, empat perak, satu perunggu)
4. Bulutangkis (dua emas, dua perak, lima perunggu)
5. Dayung Rowing (delapan emas, enam perak)
6. Dayung Kano (enam emas, delapan perak, tiga perunggu)
7. Karate (empat emas, delapan perak, dua perunggu)
8. Menembak (delapan emas, enam perak, dua perunggu)
9. Panahan (lima emas, satu perak)
10. Pencak Silat (satu emas, lima perak, tiga perunggu)
11. Renang (dua emas, tiga perak, 10 perunggu)
12. Senam (dua emas, satu perunggu)
13. Taekwondo (satu emas, dua perak, sembilan perunggu)
14. Wushu (tiga emas, sembilan perak, tiga perunggu)

Total medali emas cabor DBON; 50 medali

Cabor Non DBON

15. Tinju (satu emas, tiga perak, satu perunggu)
16. Bola voli pantai dan indoor (dua emas, satu perak, satu perunggu)
17. Finswimming (tiga emas, enam perak, tiga perunggu)
18. Catur (tiga emas, tiga perak, empat perunggu)
19. Jujitsu (dua perunggu)
20. Judo (satu emas, satu perak, empat perunggu)
21. Tenis lapangan (satu emas, satu perak, dua perunggu)
22. Triathlon (dua perak, tiga perunggu)
23. Sepak takraw (satu emas, satu perak, satu perunggu)
24. Kickboxing (dua emas, satu perak, satu perunggu)
25. Sepak bola putra (satu perunggu)
26. E-sport (dua emas, tiga perak, satu perunggu)
27. Boling (satu emas, satu perak, dua perunggu)
28. Basket 5x5 dan 3x3 (satu emas, satu perak, satu perunggu)
29. Gulat (dua perak, satu perunggu)
30. Vovinam (satu emas, lima perunggu)
31. Golf (satu perak, satu perunggu)
32: Futsal (satu perak)

Total medali emas: 19 medali

Dari catatan di atas, bisa dilihat cabor-cabor DBON jadi cabor-cabor yang dominan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2021, dengan total 50 medali emas. Sedangkan cabor non-DBON hanya sumbang 19 medali emas.

Alhasil, banyak yang memuji perubahan paradigma yang diterapkan Kemenpora ini, salah satunya Sekretaris Jenderal (Sekjen) KOI, Ferry Kono. Pria yang juga menjadi CdM Indonesia di SEA Games 2021 ini mengaku, paradigma baru ini berbuah prestasi.

"Adanya paradigma baru olahraga ini menghasilkan prestasi tim Indonesia pada SEA Games di Vietnam. Tim review mampu memilih nomor-nomor pertandingan yang memiliki potensi medali,” ujar Ferry.

Menpora Zainudin Amali pun senang dengan capaian kontingen Indonesia di SEA Games 2021 ini. Menurutnya, capaian tiga besar dengan total atlet yang lebih sedikit dibandingkan 2019, merupakan hasil dari penerapan DBON.

"Dibandingkan SEA Games 2019, atlet yang berangkat ke SEA Games 2021 kali ini, hampir separuhnya. Tetapi, Alhamdulilah medali yang kita raih sudah memenuhi harapan dan kita berhasil masuk tiga besar," ujar Zainudin.

Baca Juga: Bumerang DBON di Tengah Hingar Bingar SEA Games 2021

3. Tetap saja ada cabor DBON yang gagal raih prestasi

Menilik Performa DBON di Ajang SEA Games 2021Tunggal putri pencak silat Indonesia, Puspa Arum Sari di SEA Games 2021 (dok. NOC Indonesia/Naif Al’As)

Meski menggaungkan DBON sebagai salah satu keberhasilan Indonesia di SEA Games 2021, Zainudin dan juga KOI tak boleh abai dengan cabor-cabor DBON yang gagal memenuhi target di SEA Games 2021. Ambil contoh atletik.

Atletik hanya meraih dua emas, lima perak, empat perunggu di Vietnam. Pun dengan pencak silat yang hanya membukukan satu emas, lima perak, tiga perunggu, serta Taekwondo yang mendapat satu emas, dua perak, sembilan perunggu.

Cabor-cabor yang gagal ini harus segera dievaluasi. Hal itu seturut dengan janji Zainudin, bahwa cabor DBON yang gagal capai target di SEA Games 2021, akan dievaluasi langsung, bahkan bisa terdegradasi dari statusnya sebagai cabor DBON.

"Kan kami akan hitung, ada Asian Games. Kalau terlalu anjlok, nanti di Asian Games berat. Kalau anjlok betul, kami akan pertimbangkan. Makanya, kalau ditanya target, harus emas. Semua olahraga di SEA Games 2021 harus emas," ujar Zainudin.

4. Seleksi lebih ketat akan dilakukan ke depannya

Menilik Performa DBON di Ajang SEA Games 2021Perenang Indonesia, Flairene Candrea Wonomiharjo (tengah), usai meraih medali emas SEA Games 2021 / Dokumentasi Komite Olimpiade Indonesia

Menilik beberapa kegagalan cabor DBON di SEA Games 2021, Zainudin berujar, ke depannya proses seleksi atlet untuk keberangkatan ke multievent akan lebih ketat lagi. Sebab, tantangan ke depan akan jauh lebih berat.

"Hasil ini (peringkat tiga SEA Games 2021) menurut saya belum berhasil, karena tantangan kita ke depan jauh lebih berat. Target utama kita adalah Olimpiade, untuk menuju ke sana kita harus mulai dari sekarang perubahan paradigma olahraga Indonesia," ujar Zainudin.

Hal senada diucapkan Ferry. Menurutnya, ada beberapa perubahan yang harus dilakukan terkait seleksi atlet ke depannya. Seleksi ketat, terlepas dari cabor itu masuk DBON atau tidak, jadi hal yang utama agar prestasi Indonesia terangkat.

"Ada beberapa hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan model seleksi kedepannya. Jadi kita harapkan ke depan, atlet yang bertanding itu dalam kondisi prima, tidak cedera. Sehingga yang tadinya sudah di analisa hasilnya sesuai dengan harapan,” ujar Ferry.

Indonesia sendiri finis di peringkat tiga klasemen medali SEA Games 2021, dengan raihan 69 emas, 91 perak, dan 81 perunggu. Total, mereka meraih 241 medali, yang merupakan sumbangsih dari cabor DBON dan non-DBON yang berangkat.

Baca Juga: 5 Fakta Soal Indonesia yang Sukses Cetak Sejarah di SEA Games 2021

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya