Comscore Tracker

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya Berbeda

Keduanya menjaga tubuh tetap fit

Menjaga tubuh tetap fit dapat dilakukan dengan menjalani olahraga jalan dan lari secara teratur. Cabang olahraga atletik ini banyak dipilih sebab lebih ekonomis dan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Keunggulan lain dari olahraga ringan ini adalah cocok untuk semua jenis usia, baik tua maupun muda. 

Jalan dan lari memiliki persamaan sebagai gerakan perpindahan tubuh dari satu posisi ke posisi lain melalui langkah kaki secara bergantian. Meski begitu, perbedaan jalan dan lari yang paling mendasar dilihat dari teknik dan kecepatan. Untuk mengetahui lima perbedaan jalan dan lari, simak artikel berikut sampai habis.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sepatu Lari Murah asal Brand Lokal, Irit di Kantong

1. Cabang lomba

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya Berbedailustrasi olahraga lari (Unsplash.com/Jonathan Chng)

Perbedaan jalan dan lari yang utama dapat diketahui lewat aspek cabang lomba. Cabang olahraga jalan kaki yang umumnya diperlombakan adalah jalan cepat. Mengutamakan presisi dan langkah kaki, jalan cepat merujuk pada gerakan mengayunkan kaki ke arah depan tanpa menghilangkan kontak antara kaki belakang dan permukaan.

Sedangkan untuk olahraga lari, ada tiga jenis kategori yang diikutsertakan dalam kompetisi olahraga, termasuk olimpiade. Cabang lomba ini dikategorikan berdasarkan jarak lintasan, yakni lari jarak pendek (sprint), menengah (middle-distance running), dan jauh alias lari maraton. Setiap nomor lari memiliki tekniknya masing-masing, misalnya lari jarak pendek diawali dengan start jongkok, sedangkan start berdiri digunakan untuk lari jarak menengah.

2. Teknik

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya BerbedaPerbedaan jalan dan lari berdasarkan teknik (canva.com)

Perbedaan jalan dan lari juga dapat ditunjukkan lewat teknik atau cara penerapannya. Posisi kaki akan selalu menginjak tanah saat kamu berjalan. Sementara itu, tubuh melayang selama sepersekian detik sebelum kembali berpijak ke permukaan ketika berlari.

Pergerakan anggota badan juga menjadi dasar perbedaan jalan dan lari. Satu-satunya bagian tubuh yang aktif bergerak ketika kamu berjalan adalah kaki. Di sisi lain, berlari akan menggerakkan seluruh badanmu, seperti kaki dan tangan.

Selain itu, ketika berjalan, kamu mengandalkan seluruh area kaki sebagai tumpuan dan tidak terlalu sering menekuk lutut. Sedangkan dalam berlari, telapak pada ujung jari kaki depan berperan sebagai tumpuan. Lutut pun menekuk lebih banyak akibat menerima beban yang lebih besar.

3. Intensitas

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya BerbedaPerbedaan jalan dan lari berdasarkan intensitas (freepik.com)

Perbedaan jalan dan lari lainnya terlihat dalam faktor intensitas. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lari memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan jalan.

Menurut pakar kesehatan dan kebugaran, lari dapat menguras energi lebih cepat dan lebih banyak daripada jalan. Tak cuma itu, olahraga ini membakar lebih banyak jumlah kalori meski memiliki durasi yang sama dengan berjalan.

Baca Juga: Wajib Tahu! 11 Aturan Lari Jarak Pendek 

4. Manfaat

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya BerbedaPerbedaan jalan dan lari berdasarkan manfaat (pexels.com/ketut-subiyanto)

Dari segi manfaat, jalan dan lari baik untuk kesehatan tubuh, meski kadarnya tergantung dari kondisimu. Namun, bila diperhatikan dari intensitasnya, lari memberikan manfaat kesehatan yang lebih nyata dan efisien.

Studi membuktikan bahwa lima menit berlari bernilai 15 menit berjalan kaki. Selain itu, dampak jalan dan lari tak hanya bisa dirasakan dari sisi fisik, tapi juga emosional.   

Jika dilakukan secara teratur, jalan kaki mampu membantu mengurangi stres dan membuat suasana hati lebih baik. Selain itu, berjalan secara teratur juga dapat menjaga kesehatan sendi, menurunkan tekanan darah, dan menjadikan tubuh berenergi. 

Tak jauh berbeda, lari bermanfaat untuk membakar lemak, melatih pernafasan, memperkuat otot betis, dan meningkatkan fungsi organ tubuh. Berlari bahkan dapat memperbaiki kualitas tidur, dan mengurangi kecemasan.

5. Risiko cedera

5 Perbedaan Jalan dan Lari yang Perlu Diketahui, Intensitasnya BerbedaPerbedaan jalan dan lari berdasarkan risiko cedera (unsplash.com/jakobowens1)

Perbedaan yang terakhir hadir dalam bentuk risiko cedera. Studi menyatakan bahwa risiko cedera yang dialami pelari jauh lebih tinggi dibandingkan pejalan kaki.

Salah satu cedera yang umumnya terjadi pada pelari adalah tibial stress alias peradangan otot tendon. Diperkirakan lebih dari setengah jumlah pelari berisiko tinggi mengalami cedera ini. Sebaliknya, hanya ada satu persen pejalan kaki yang kemungkinan menghadapi cedera ini.

Baca Juga: 3 Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

Itulah lima perbedaan jalan dan lari. Walau olahraga lari mendatangkan lebih banyak manfaat dibandingkan jalan, ada baiknya kamu memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Cynthia Nanda Irawan

Berita Terkini Lainnya