Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat Kecil

Emosi Jules Kounde kerap meledak jika timnya kalah

Jakarta, IDN Times - Bek Sevilla, Jules Kounde, menjadi salah satu bidikan Chelsea di bursa transfer musim panas 2021. Kounde diburu Chelsea setelah tampil impresif bersama Sevilla di musim lalu dan menjadi salah satu pemain muda paling bersinar dalam ajang LaLiga.

Tak ada yang menyangka Kounde bisa menjadi pemain prospektif seperti sekarang. Sebab, masa lalu pemuda 22 tahun itu terbilang kelam. Kounde bisa dibilang pecundang karena sering kalah dalam laga sepak bola melawan teman-temannya.

Apalagi, Kounde punya masalah kontrol emosi dan kerap menumpahkan kekesalannya hingga menendang sang ibu. Seperti apa kisahnya?

Baca Juga: Romelu Lukaku dalam Bayangan Hitam Chelsea

1. Bocah emosional

Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat KecilJules Kounde. (independent.ng)

Kounde lahir dan tumbuh di Landiras, kota kecil berjarak 40 menit dari Bordeaux, bersama ibunya. Sepak bola merupakan kegemarannya sejak kecil. Karier sepak bolanya dimulai saat dia masih sangat belia. Ketika masih sembilan tahun, Kounde sudah bermain untuk klub lokal di Landiras.

Tapi, kala itu Koude sering kalah. Seperti kebanyakan anak kecil, Kounde tak suka kalah. Emosinya tak terkendali kala itu.

Hingga, Kounde sering melakukan hal buruk kepada sang ibu saat suasana hatinya sedang jelek. Bahkan, dia pernah menendang kaki ibunya saat emosinya tak lagi dapat dibendung.

"Ketika mulai bermain sepak bola di desa, kami bermain di level yang sangat rendah. Kami memiliki tim yang buruk dan sering kalah. Saya tidak tahan kalah, itu membuatku gila. Saya pernah mengalami suatu periode ketika berusia delapan atau sembilan tahun, hubungan dengan ibu sangat buruk saat itu. Saya ingat menendang kaki ibu. Ketika pulang dari pertandingan, saya kesal dan melakukan beberapa hal yang tak terpuji," kata Kounde dikutip Onze Mundial.

Situasi bahkan menjadi lebih buruk, ibunya terpaksa menemui dokter untuk mendapatkan saran tentang cara menangani putranya. "Ibu pergi menemui seseorang untuk meminta nasihat, karena dia tidak bisa menanganiku dalam hal ini," jelas Kounde.

Sang dokter meminta kepada ibunya untuk menendang Kounde balik jika melakukan tindakan yang kasar. Hingga akhirnya, kondisi kembali normal.

2. Tetap hormati orang tua

Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat KecilJules Kounde. (mirror.co.uk)

Meski memiliki masalah dalam mengendalikan emosi dan bertemperamen tinggi, dia tidak bisa mengecewakan ibunya yang amat menghargai pendidikan. Kounde tetap menghargai ibunya karena sudah membesarkannya.

"Saya adalah siswa yang baik di sekolah, tetapi tidak suka ditanyai tentang hal-hal yang tidak saya lakukan dengan baik. Saya memiliki nilai yang sangat baik, tetapi kadang-kadang tidak dengan perilaku. Ada kalanya saya berkonflik dengan beberapa guru. Tapi, itu tidak pernah mempengaruhiku karena saya lulus ujian. Saya hanya pergi ke sekolah untuk ibu yang tidak ingin saya berhenti bersekolah," jelas Kounde

3. Dari pecundang jadi pemenang

Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat KecilJules Kounde. (tribuna.com)

Setelah melewati rentetan masa suram, akhirnya Kounde mendapat rezeki tak terduga. Pada 2013, bek tengah berpostur 178 cm itu direkrut oleh salah satu klub ternama Prancis, Bordeaux. Dua tahun pertama begitu berat bagi Kounde karena tak kunjung dilirik di tim akademi.

Hingga akhirnya, potensi Kounde dieksplorasi oleh mantan pemain Timnas Prancis, Yannick Stopyra. Karena memahami potensi Kounde, Stopyra pada akhirnya memberikan kontrak untuk main di tim junior Bordeaux selama setahun.

Kesempatan itu digunakan dengan baik oleh Kounde. Akhirnya, dia menjadi pemain yang paling menonjol di akademi dan langsung jadi kapten tim U-19 untuk meraih juara di Youth League.

"Anda tidak akan menemukan siapa pun untuk berbicara buruk tentang dia. Bijaksana, baik hati, dan selalu positif. Semua orang di Bordeaux setuju tentang ini," Stopyra.

Performa impresifnya sudah cukup untuk meyakinkan pelatih Bordeaux saat itu, Jocelyn Gourvennec, untuk memberikannya debut di tim utama kala jumpa Troyes pada 2018.

Ironis jika menanggapi rumor ketertarikan Chelsea karena legenda mereka, Gus Poyet, yang melanjutkan perkembangan Kounde dengan memberikannya 18 kali penampilan hingga membantu Bordeaux finis di urutan enam Ligue 1. Dengan catatan itu, Kounde membawa Bordeaux lolos ke Liga Europa pada musim 2017/2018.

 

Baca Juga: Negosiasi Krusial Spurs dengan Harry Kane Demi Duet Maut

4. Jajal kemampuan di Sevilla

Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat KecilJules Kounde. (marca.com)

Semusim setelahnya, Kounde tampil cemerlang pada 51 pertandingan untuk Bordeaux. Tetapi, amat disayangkan karena Bordeaux tercecer hingga peringkat 14. Saat Bordeaux melorot performanya, Kounde malah melejit.

Dari sinilah, Sevilla mulai tertarik kepadanya. Mereka datang dengan tawaran 21 juta poundsterling demi mendapatkan Kounde. Manajemen Bordeaux tak bisa menolak dan Kounde pada akhirnya pindah ke LaLiga.

"Meninggalkan Bordeaux, menjadi pilihan yang sudah diambil dengan pertimbangan matang. Sevilla adalah klub yang sempurna untuk mengambil langkah maju. Kemudian, aku merasa LaLiga lebih ketat ketimbang Ligue 1. Ini adalah waktu yang tepat untuk saya berkembang," tegas Kounde.

Dia beradaptasi dengan cepat dengan sepak bola Spanyol. Kounde pun berhasil membantu Sevilla finis di urutan empat dan lolos ke kualifikasi Liga Champions. Pada 2020, dia berhasil memenangkan trofi pertamanya saat sukses membekuk Inter Milan, 3-2 di final Liga Europa.

5. Seorang yang ambisius

Kisah Target Chelsea Sering Tendang Ibunya saat KecilJules Kounde. (teamtalk.com)

Tampil impresif bersama Sevilla sepanjang musim lalu, Kounde pada akhirnya dibawa pelatih Didier Deschamps ke Piala Eropa 2020 demi memperkuat Prancis. Tapi, dalam ajang Piala Eropa, Kounde tak mampu bersaing demi main secara reguler.

Untuk mewujudkan impiannya jadi bagian reguler di Timnas Prancis, Kounde membidik target yang lebih tinggi. Dia ingin gabung ke klub yang lebih besar, dan menjadi juara.

Niat Kounde tentu jadi sinyal bagus buat Chelsea. Sebab, juara bertahan Liga Champions itu memang sedang memburunya. Bukan tak mungkin, Kounde menerima pinangan Chelsea yang diarsiteki Thomas Tuchel.

Baca Juga: Selain Manchester United, Chelsea Juga Meminati Jules Kounde

Topik:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya